Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Perjalanan Pangeran


__ADS_3

Ch. 26 - Perjalanan Pangeran


Setelah Renata puas membaca dan menemukan hal yang menarik Renata sangat ingin sekali meneliti dan kalau bisa menciptakan nya. Akan tetapi mengingat ia bahkan belum bisa menciptakan sihir ia hanya bisa sabar untuk saat ini.


“Seperti nya akan memakan waktu lama sebelum aku dapat membuat alat yang ada di buku ini.”


“Aaaah!!! lagian sampai kapan si musim dingin akan berahir! Haaah menyebalkan.” Kata Renata yang memang sangat lemah terhadap cuaca dingin apalagi di sini sangat Exstrim.


Setelah mengatakan itu seperti biasa ia meringkuk di tempat tidur dan setelah beberapa saat ia pun tertidur.


Di suatu hutan yang memisahkan Desa perbatasan dengan kota terdekat.


 


Sedangkan di tempat lain saat ini rombongan Pangeran Zen sedang beristirahat dengan membuat beberapa tenda untuk  berteduh guna melindungi diri karena saat ini sedang turun salju dengan cukup lebat. Dan saat ini pangeran sedang di salah satu tenda dengan Erik dan 1 pengawal nya.


“ Zen kenapa bengong! Sedang mikirin cewek kemarin ya?“ Kata Erik yang kadang memanggil Pangeran Zen tanpa embel – embel pangeran karena memang kalu sedang tidak dalam situasi formal mereka memang tidak terlalu mementingkan setatus.


“Tccd bicara apa sih. Ngawur aja kalu bicara. Saya cuma lagi memikirkan sampai kapan salju akan turun bukan mikirin gadis kemarin.” Sanggah pengeran dengan pipi yang merona walaupun sedikit akan tetapi dengan mata Erik yang tajam ia bisa melihat nya.

__ADS_1


“ Oooh kirain ?.”


“Apa!?” Kata pangeran cepat.


“Emm  mikir yang tidak senonoh.” Kata Erik pelan dan hanya bisa di dengar oleh pangeran saja.


“Sial !” Kata pangeran sambil memukul kepala belakang Erik walau hanya pelan dan dengan pipi yang bersemu merah tanda dia sedang menahan malu.


“Ha ha ha ha. Sangat jarang saya dapat melihat anda malu. Haaah sudah sudah. Tapi ngomong – omong ketika melihat gadis kemarin saya jadi teringat adik saya Renata karena keduanya memiliki warna mata dan rambut yang sama. Yah walaupun itu tidak mungkin karena usia adik saya hanya sekitar 10 atau 11 taun mungkin ya kan. “


“Heem. Ngomong – omong apa itu adalah mantan tunangan saya sebelum nya.” Kata pangeran meyakin kan .


“Oooh begitu ya.”


“Nyesel. Berharap nanti adik saya ketika besar seperti gadis kemarin? “ Kata Erik yang sedang hobi membuat teman nya jengkel.


“Erik kau.”


“Ampun – ampun aku hanya bercanda. Begitu aja marah. Padahal sudah memerah tu pipi nya.”

__ADS_1


“Huuuf sudah lah aku capek meladeni mu lebih baik tidur sambil menunggu salju berhenti. “


“ Huuh pangeran gak asik nih”


“Biarin yang penting gak punya muka dua kaya kamu.”


Pengawal yang kebetulan ada di tenda yang sama dengan pangeran nya hanya bisa menghela nafas melihat junjungan nya yang terkenal dingin kini setelah peristiwa kemarin menjadi mudah merona kalau disinggung tentang kejadian kemarin .


Mereka pun memutuskan untuk beristirahat untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan setelah hujan salju mereda. Setelah menunggu hampir 3 jam ahirnya hujan pun mulai mereda dan rombongan pengeran pun mulai melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda.


Di perjalanan kali ini mereka tidak banyak mendapat halangan seperti biasanya. Itu di karenakan hutan tempat mereka jalan adalah jalan satu – satunya yang menghubungkan kota Kekain dengan desa perbatasan oleh karena itu banyak pedagang baik dari kekaisaran ataupun kerajaan yang berlalu lalang melewati jalan ini.


Akan tetapi karena sering di lewati para pedagang sehingga di sini juga banyak perampok yang berkumpun demi untuk mendapat banyak korban. Tapi untung nya sekarang memasukai musim dingin sehingga aktivitas para perampok lebih pasif dari pada musim yang lain sehingga rombongan pangeran dapat melewati hutan tersebut dengan relative aman.


Setelah menempuh selam tanpa 5 jam tanpa


istirahat ahirnya mereka hampir sampai kota Kekain yang pada posisi mereka sudah mulai terlihat tembok yang lumayan besar dan mengelilingi wilayah tersebut.


Untuk alasan kenapa mereka bisa memerlukan waktu yang terlampau lama melewati hutan itu di karenakan medan yang mereka lalaui lumayan susah untuk di lalaui oleh kuda mereka apalagi tadi terjadi hujan salju sehingga menambah sulit nya medan yang pangeran dan rombongan nya.

__ADS_1


 


__ADS_2