
780 tahun sudah berlalu kini pemuda yang dulunya sangat tampan itu sudah menjadi seorang yang tua dan menjadi panutan genersi muda pada jaman ini. Ia juga menjadi salah satu tokoh yang paling penting di kekaisaran yang ia tinggali saat ini.
Di sebuah ruangan yang cukup sederhana namun elegan terlihatlah seorang sesepuh yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya dengan sangat serius dalam mengerjakan tugas tersebut. Setelah ia mulai lelah ahirnya ia memutuskan untuk istirahat karena memang sudah waktunya ia untuk pulang.
Di perjalanan pulang ia tanpa sengaja melihat sebuah bukit, dimana bukut tersebuat pemandangannya langsung kearah matahari tenggelam. Ia yang saat itu sedang pulang mengendarai kereta kuda memutuskan untuk turun karena ingin melakukan sesuatau. Awalnya pengawalnya menolak dan bersikeras untuk ikut semua karena kawatir dengan keselamatan nya.
Tapi karena dengan penolakanku ahirnya mereka hanya mewakilkan satu pengawal paling kuat di antara yang lain supaya mereka tenang dan pengawal itu bernama Carles. Setelah selesai dengan masalah kecil tersebuat ia dan Carles memutuskan untuk berlari kearah bukit tersebut dan tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai.
Setelah sampai terhamparlah pemandangan yang amat bagus dan cantic sehingga membuat ia dan Carles terhenyak sejenak. Untuk Carles mungkin itu hanya pemandangan yang menakjubkan saja, tapi bagi aku itu adalah pemandangan yang sangat berkesan dan yang paling tidak pernah ia lipakan selama hidup ini. Karena ia menemukan kebahagian ketika meyaksikan pemandangan ini dan ia juga menemukan kesedihan dalam pemandangan ini tapi setiap ia melihat pemandangan itu seakan ia melihat wajahnya di sana.
“Kinan sudah lebih dari 700 tahun kamu meninggalkan ku ya. Entah berapa tahun lagi untuk ku bertemu kamu seandainya aku punya botol kecil ini lebih awal mengkin engkau masih menemaniku saat ini.” Kata sesepuh itu sambil mengamati botol kecil yang ternyata berisi air kehidupan dan ternyata ia adalah Renal 700 tahun kemudian setelah kematian KInan.
Setelah matahari sepenuhnya tenggelam ia memutuskan untuk kembli ke keluarganya saat ini yang ia dapat setelah ia kembali ke ruahnya setelah sepeninggal Kinan. Pada awalnya ia menolak tapi karena ia sadar kalau ia harus meneruskan keturunan nya ia ahirnya mau walau dengan terpaksa. Bahkan sampai sekarang pun hanya Kinan yang ada di hatinya dan tak pernah tergeser bahkan sampai sekarang. Akantetapi dengan hadirnya anak dan cucu sedikit mengobati rasa kehilangan akan dirinya.
Kinan itu seperti kembang api mereka indah, menarik dan penuh warna sehingga membuat semua yang melihatnya senang dan bahagia tapi kembang api itu juga sangat singkat sehingga membuat sedih ketika semua selesai dan menghilang.
__ADS_1
Story End.
“Bagitulah ahir dari cerita tersebut pangeran.” Kata Tetua dengan tatapan melankolis.
“Sebuah kisah yang sangat menakjubkan dan mengiris hati ya Tetua.” Kata Pangeran sungguh – sungguh.
“Begitukah. Yah begitu juga bagus.” Kata si Tetua.
“Tetua apa itu adalah pengalaman pribadi anda ?” Kata pangeran penasaran karena ketika Tetua menceritakan nya ia terlihat menghayatinya.
“Oh begitu ya kupikir juga sama. Terimakasih tetua atas ceritanya dan karena sudah sore saya mohon untuk undurdiri takut terlambat seperti kemarin.” Kata pangeran pamit.
“Ya pangeran sama – sama.” Jawab Tetua.
Kemudian Pangeran memutuskan untuk pamit tapi sebelum pamit ia sempat melihat tetua sedang melihat kearah matahari tenggelam dan ia juga melihat kalau di tangannya ada botol kaca kecil yang ia remas dan juga wajahnya yang terlihat mengandung kesedihan. Setelah melihat itu Pangeran langsung sadar dan tanpa ia sadari kalu detak jantungnya sempat berhenti karena kaget dan dengan asumsinya ia dapat meyimpulkan kalau cerita itu asli dan tokoh nya ada di depan nya saat ini.
Setelah itu iya memutuskan untuk pergi takut mengganggu si Tetua . setelah si tangeran pergi sang Tetua pandangan nya langsung terfokus ke satu tempat yaitu kearah matahari yang terlihat akan tenggelam tanpa ia sadari kalau pangeran masih mengamati ia dari celah pintu.
__ADS_1
“Rose apa kamu sedang melihatku disini. Aku rindu, ridu wajah manismu, ridu petualangan kita aku rindu ketika bersamamu. Rose berapa lama lagi aku bisa meyusul mu untuk mengobati rasa rinduku.” Kata Tetua sambil meremas botol kecil yang ia pengan di tangan nya.
Takterasa beberapa hari sudah berlalu dan Pangeran Aslan mulai kepikiran dan termotifasi karena mendengar cerita dari Tetua kemarin dan ingin megikuti jejak nya untuk berpetualang mencari kekuatan dan jatidiri. Sebenarnya ia sudah ada kewajiban lain setelah ini yaitu masuk ke akademi tapi ia memutuskan untuk berpetualang saja karena ia sudah merasa cukup bekal dan semua guru yang selama ini mengajarnya juga berasal dari akademi juga.
Ahirnya ia meminta Sang Kaisar alias ayahnya untuk mengabulkan permintaan nya. awalnya Sang Kaisar enggan untuk mengabulkan nya karena ia adalah anak yang paling menonjol di antara pewaris lain nya dan kandidat yang paling baik untuk meneruskan tahtanya kelak, tapi ketika mendengar pendapat para tetua yang mayoritas setuju dan mendengar pandangan mereka ahirnya ia setuju.
Dengan di setujui nya usulan dari Sang Kaisar Aslan pun langsung mempersiapkan semua kebutuhan untuk perjalanan nya yang entah sampai kapan akan berahir. Ahirnya hari yang di tunggu – tunggu pun tiba ia hanya di temani oleh Ibu dan Kaisar untuk melepasnya di malam hari demi untuk keamanan nya juga supaya tidak terendus musuh.
Setelah keluar dari istana ia memutuskan untuk menggunakan penyamaran nya dengan menggunakan masker has asasin karena kebetulan ia juga memuliki elmen gelap yang identic dengan asassin. Setelah pagi hari ia langsung mengunjugi Guid Petualang terdekat dan memutuskan untuk mendaftar.
Tidak memerlukan waktu lama ahirnya ia resmi menjadi petualang di mana para petualang dapat keluar masuk ke negara mana saja tanpa harus membayar uang masuk. Setelah mendapatkan karti ia langsung mencari misi terutama misi pengawalan yang menuju ke hutan besar karena di sana adalah pusat para petualang.
Tapi karena level yang ia miliki Rendah ia tidak bisa mengambil misi dan ahirnya ia hanya mencari dan menjadi sukarelawan karena ia masih ragu untuk ke sana sendiri selain tidak tau jalan juga kerena resikonya sangat tinggi. Setelah beberapa kali bertanya pada rombongan karapan ahirnya ia apat salah satu karapan yang menuju kearah yang ingin ia tuju dan dengan ramah sang pedagang tersebut menyambut nya karena kapan lagi ia memiliki tenaga kerja geratis kan.
Pada sirehari pun kereta berangkat pada dasarnya perjalanan kami lancer hanya sedikit bandit dan monster yang ia dan tim temukan dan karena itu pula skill ku mengalami peningkatan karena pertarungan nyata. Memang hanya jalan inilah yang membuat orang yang ungin kuat dengan cepat.
__ADS_1
Tiga haripun berlalu dan kami sampai ake tempat yang kami tuju dengan selamat. Sang pedangang sangat berterinmakasih dengan bantuan ku karena aku sangat berkontribusi dalam menghadapimusuh walau hanya relawan dan mereka sampai memaksa aku untuk menerima uang dan dengan terpaksa akupun menerimanya. Juga ada beberapa kelompok petualang yang mengajak ku bergabung namun aku tolak karena aku ingin menjadi petualang solo supaya perjalananku tidak terhambat.