Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Ch.63- Renata Vs Saiklop


__ADS_3

“Saiklop moster apa itu?” Tata Renata penasaran.


 


“Ya pokoknya moster yang memiliki fisik kuat, mempunyai kecerdasan serta memiliki kemampuan mata seperti pengelihatan jarak jauh dan mampu mengeluarkan sinar mematikan dari matanya.” Kata Aslan panic.


 


“Bukan kah moster itu terlalu Op. yah gak penting sekarang. He kalian cepat bersembuyi di mana saja yang penting aman, biar ini Monster aku yang urus.” Kata Renata percaya diri karena ia menemukan lawan yang tangguh.


 


“Tapi master lawan nya kuat tolong biarkan saya ikut dengan anda untuk melawan moster ini supaya lebih mudah.” Kata Mio memberi saran.


 


“Iya Hime mungkin aku tidak terlalu kuat tapi kalau kita menggabungkan kekuatan pasti persentasi menang lebih besar.” Kata Aslan menambahkan.


 


“Tidak kalian Cuma mengganggu kalau kalin mempunyai kemampuan mata atau reflek tingkat dewa pasti akan ku boleh kan tapi kalu tidak punya kalian Cuma bisa jadi penggangu.” Kata Renata tegas.


 


“Tapi Master saya masih percaya diri dengan kecepatan saya.” Kata Mio kurang setuju.


 


“Iya saya juga hime.” Tambah Aslan.


 


“Percumah kalau kecepatan kalian Cuma segitu paling tidak kecepatan kalian harus secepat cahaya!!” Kata Renata Emosi.


 


“Tapi anda bahkan tidak dapat mengimbangi kecepatan kami.” Aslan membantah.


 


“Aku bisa kalau menggunakan mana sebagi pendukung walau tidak secepat cahaya. Tapi yang penting dengan bantuan mataku ini yang sekilas dapat melihat masa depan sehingga aku dapat membuat tindakan terlebih dahulu sebelum serangan itu datang. Dan aku percaya kalau moster terus melancarkan  serangn itu pasti akan menghabiskan bayak mana dan pasti punya limit atau batas.” Kata Renata menambahkan karena ia percaya dengan kemampuan matanya.


 


Setelah mendengar perkataan Renata mereka haya diam karena mereka sadar akan hanya menjadi beban bagi Renata. Sebenarnya Renata sadar kalu Mio mungkin bisa membantu dengan Skill sedow Stepnya tapi ia hanya Level A sedangkan Lawan memiliki level yang lebih tinggi dari nya apalagi dengan pertahanan yang lebih tinggi jadi Renata tidak ingin mengambil resiko dan malah membuat Mio terluka parah atau palah fatal. Meskipun Renata sering cekcok dengan Mio tapi sebenarnya ia sangat meyayanginya dan tidak rela kalau sosok yang di sayanginya itu terluka atau bahkan tewas hanya demi dirinya.


 


Setelah mendengar pernyataan Renata Aslan dan Mio menurut dan mulai mencari tempat yang aman.


 

__ADS_1


“Baik Master kami tidak akan mengganggu mu, kami akan melihat dari kejauhan tapi kalu keadaan terdesak walupun perintah dari anda kami tetap akan berpartisipasi titik.” Kata Mio mutlak.


 


“Baik lah. Lekas pergi musuh sudah mulai dekat.” Jawab Renata.


 


“Haah baik lah Hime kalu itu keputusan mu. Semoga berhasil dan seperti kata Mio tadi akupun akan melakukan hal yang sama.” Kata Aslan tak kalah dari Mio.


 


“Ya trimakasih atas dukungan kalian.” Kata Renata.


 


Kemudian Aslan dan Mio menghilang dengan kemampuan sedow setepnya dan hanya meyisakan jejak hitam di tempat mereka berdiri sedangkan Renata yang melihat Aslan memiliki skill yang sama dengan Mio kaget sekaligus bingung ternyata Aslan juga memikiki skill yang Absurt itu.


 


Setelah mereka semua hilang Renata pun langsung keluar dari persembuyian nya untuk menemui musuhnya yang akan segera sampai.


 


“Huuh jadi harus bagaimana sekarang.” Kata Renata memasang kuda – kuda dengan mengacungkan sengata keaarah datangnya Moster tersebut.


 


Bahkan sebelum moster itu terlihat Renata sudah melepaskan anak panah kearah moster tesebut. Baru setelah moster itu sampai dan tidak terjadi apa – apa ia langsung bersepekulasi kalau tembakan nya gagal.


 


 


Renata yang telah melihat mana yang terkumpul di matanya ia lagsung tau arah tembaknya dengan terburu – buru ia langsung memfokuskan Mana pada kakinya dan satu detik sebelum serangan di lincurkan ia langsung melompat ke arah samping dengan meyiapkan serangan balasan dengan panahnya.


 


Efx: Buuum (suara keras akibat serangan dari Moster tersebut).


 


Sembari mengelak dengan melompat ke samping Renata juga menembakan anak panahnya kearah moster itu tapi dengan gesitnya ia juga dapat mengelak sama sepertiku dan dengan hasil tersebut kami berhenti sejenak sebelim melakukan konfrontasi berikutnya.


 


Renata yang melihat serangan nya sia – sia pun lumayan kecewa tapi ia sudah menduganya karena senjatanya ini memang di gunakan untuk serangan diam – diam dan tidak terlalu cocok untuk pertarungan langsung seperti ini. Setelah merasa kalu ini hanya membuang buang anak panah yang sangat mahal ini ia memutuskan untuk mengeluarkan jimat di cincin nya dalam jumlah lumayan bayak jamat ini adalah jimat level satu berelmen bumi yang memang ada banyak di peyimpanan nya hasil dari latihan nya dulu.


 


Setelah saling memandang tampa melakukan serangan antara Renata dan saiklop itu kemudian Renata berinisiatif untuk melakukan serangan pertama yaitu dengan menggunakan jimat nya. Moster yang mendapat serangan dari Renatapun langsung mengelak dan melakukan serangan balasan dengan sinar lasernya tapi sama dengan sebelum nya Renata dapat mengelak sehingga terjadilah proses jual beli serangan antara Renata dan moster itu.

__ADS_1


 


Serangan demi serangan di lancarkan oleh Renata dan si moster sehingga membuat suara yang sangat nyaring di hutan tersebut apalagi dengan adanya sinar laser yang meyilaukan sehingga membuat pertarungan mereka sangat menonjol apalagi pada sorehari pada saat ini. Akibat pertarungan mereka bayak pohon menjadi rusak dan tanah juga banyak terbentuk kawah hasil serangan dari Renata dan si Mosrter.


 


Setelah beberapa kali melakukan seranga secara berkala ahirnya si moster dan Renata mulai kelelahan terutama si moster yang harus terus mengeluarkan serangan secara beruntun untuk mengalahkan Renata sedangkan Renata yang menggunakan mana untuk menguatkan kaki nya juga mulai letih dan mengalami cedera pada kakinya akibat terlalu terbebani dengan gerakan yang terlalu berat.


 


Setrategi Renata berhasil meski harus merelakan hampir semua kertas jimat level satunya yang jumlah nya lebih dari 50 ini sungguh pertarungan yang menguras kantong. Setelah melihat peluang Renata pun tidak meyia –nyiakan nya dan langsung meyerang nya dengan jimat terahirnya. Setelah jimat di aktifkan keluarlah batu kerucut seperti setalaktit yang sangat tajam ke arah moster itu dan.


 


Efx: Bum(benturan antara serangan Renata dengan si moster).


 


Moster yang terkena seranga Renata hanya lecer sedikit tapi ia berhasil munduur satu meter dari tempat semula. Si moster yang di serang Renata pun tidak terima dam berlari untuk meyerang balik, karena si moster telah kehabisan mana untuk mengeluarkan sinar laser dari matanya jadi ia hanya bisa memberikan serangan berbasis fisik saja.


 


Renata yang sudah menebak kalau Moster itu akan meyerangnya ia pun memutuskan untuk mengelak lagi dengan mengalirkan mana pada kakinya. Tapi ketika ia akan melompat kakinya sangat kesakitan seperti keseleo sehingga ia tidak dapat melakukan gerakan dan palah terduduk.


 


Moster yang melihat mangsanya menjadi tidak berdaya menjadi sangat senang dan mempercepat larinya dan ketika ia akan sampai ia langsung mengangkat tangan nya untuk melakukan ancang – ancang untuk melakukan pukulan berutal pada Renata.


 


Renata yang terjatuh akibat cedera pada kakinya langsung panic dan bingung apalgi ketika ia melihat si moster dengan girangnya berlari dengan cepat ke arahnya dengan kepalan tangan yang sangat brutal dan siap menghantam dirinya. Merasa tidak bisa lari dan hanya bisa meyerang apalagi dengan waktu yang memep sehingga tidak ada waktu untuk sekedar mengeluarkan jimat ahirnya Renata memutuskan untuk megeluatka pedang kayunya.


 


Pedang kayi ini bahannya sama seperti anak panah yang di gunakan Renata tadi dan sangat kuat apalagi ketika di aliri mana. Bahkan pedang kayu ini bisa menebas Moster atau Best Reng S sekalipun, tentu dengan mana yang besar pula.


 


Karena Renata sedang panic ia tanpa sengaja memasukan mana yang amat sangat besar ke bilah pedang nya sehingga pedang itu menjadi bercahaya tanpa Renata sadari karena Renata saat ini palah lagi memutup mata karena takut dengan serangan dari moster itu yang sudah sangat dekat darinya. Yah menurut ku itu wajar karena ini adalah pengalaman pertama Renata dalam pertarungan hidup dan mati.


 


Tapi dengan keberuntungan tebasan Renata tepat mengarah ketengah bogem dari moster tersebut sebingga membuat tangan dari moster tersebut terbelah dua dengan sangat rapi.


 


Efx: Roooor(sura kesakitan moster tersebut).


 


Akibat dari serangan itu si moster sangat kesakitan hingga membuat ia mundur tentu dengan tangan  kanannya yang terbelah dua. Sedangkan Renata ia sekarang sudah sangat kacau dengan darah moster yang di tebasnya. Renata yang merasa aneh karena ia merasa lengket tapi hangat dan sedikit bau amis has darah pun langsung membuka matanya, apalagi setelah mendengar teriakan dari moster tersebut.

__ADS_1


 


“Kyaaaa.” Teriak Renata setelah mendapati badannya penuh dengan darah tapi ketika ia sadar kalau darah itu bukan miliknya ia menjadi sedikit lega.


__ADS_2