
Mio yang mendapati penemuan ini langsung memutuskan untuk memberitahukan pada Renata karena ia sama sekali tidak tau apa yang ia temukan. Setelah ia kembali ternyata Renata sudah menunggu nya di sana dengan wajah yang masih tampak terkejut akan tetapi ketika Mio sampai ia langsung serius seketika.
“Mio apa kamu tau apa bangunan ini?” Kata Renata karena ia beranggapan kalau Mio lebih tau karena latarbelakang nya.
“Maaf master sayang nya aku juga tidak tau. Atau mungkin karena Levelku belum mencukupi untuk melihat ingatan tentang bangunan aneh ini.” Jawab Mio.
Setelah mengkorfirmasi kalau Mio tidak tau Renata memutuskan untuk memberitau Mio tentang gambar yang ia temukan. Kemudian terjadilanh diskusi tapi saat mereka diskusi mereka beberapa kali terjadi perdebatan yang sangat alot antara Mio dan Renata apalagi dengan sifat mereka yang sama – sama keras.
“Menurut ku monument di depan kita ini adalah bangunan yang di maksud di gambar ini Mio.” Kata Renata walau masih ada keraguan.
“Tapi masterkan yang bilang kalau monument yang di deskripsi memiliki banyak warna sedangkan di depan kita polos.” Sanggah Mio.
“Tapi kan bisa saja karena di makan waktu jadi cat pada Monumen itu sudah luntur sehingga sudah hilang di telan zaman.” Kata Renata memberi alasan yang logis.
“Gini lo master pemilik sebelum nya siapa namanya ya tunggu biar ku ingat – ingat dulu . . . . . oh ya potimas. Ia kan pemilik tempat ini dan pada saat yang sama ia juga pembangun tempat ini dan ia terlihat sangat pintar. Mana mungkin orang yang sangat pintar itu akan membangun sebuah monumen kemudian di cat tapi di atas nya di timbun tanah dan di buat taman. Hanya orang bodoh yang akan melakukan nya.” Kata Mio dengan fasih nya.
Renata yang mendengar pernyataan dari Mio pun sangat kaget pasalnya Mio yang seekor kucing saja ternyata memiliki pemahaman yang sangat tinggi. Apalagi tanpa ia sadari ia telah memecahkan misteri dari warna yang ada di deskripsi tersebut.
“Mio ternyata kamu diem – diem pinter juga ya. Aku gak nyangka.” Kata Renata pada Mio.
💢💢💢
“Apa jadi selama ini master menganggap aku bodoh ya.” Protes Mio.
“Ha ha ha ya mau gimana lagi kan selama ini kamu taunya hanya makan makan makan saja.” Jawab Renata.
“Huuh dasar.”
“Ok sudah bercandanya. Mio berkat mu aku tau kenapa deskripsi pada kertas dan kenyataan berbeda.” Kata Renata penuh keyakinan.
“Oh apa nona sudah menemukan jawaban nya.” Kata Mio antusias.
“ya setidak nya aku memiliki jawaban atas pertanyaan itu. Yaitu karena warna yang tertera di sana bukan cat seperti yang kita kira. Tapi itu adalah warna yang timbul dari susunan tanaman herbal yang di tanam di tempat ini. Kau pasti masih ingat kan kalu monument yang kita kira adalah bukit ini di tumbuhi dengan herbal yang memiliki banyak warna?” Tutur Renat dan di ahiri dengan pertanyaan.
“Oh~ begitu rupanya. Masuk akal jadinya ya. Dan untuk pertanyaan mu tadi benar memang bukit ini tadinya memiliki banyak herbal yang mana setiap herbal memiliki warna yang berbeda di setiap petak nya.” Jawab Mio.
__ADS_1
“tapikan kalau apa yang master katakana benar maka anda telah menghilangkan petunjuk dong master. Secarakan semua tanaman herbal sudah anda habiskan dan tidak ada yang tersisa di sana bahkan satu tanaman pun. Paling Cuma menyisakan satu petak yang tidak ada herbal nya sama sekali Cuma ilalag yang tumbuh.” Kata Mio dengan sesekali menyalahkan Masternya.
“We mau bagaimana lagi itu kan buat penelitian. Dan bukan nya sudah jelas kalau tempat yang di tandai X adalah tempat yang kosong alias tidak ada tanaman herbal nya jadi otomatis di sana hanya di tunbuhi semak – semak saja. Bukannya tindakan ku palah mempermudah pekerjaan. Aaah gitu aja gak tau Mio Mio jalan mu masih panjang.” Kata Renat dengan pedenya dan di ahiri dengan sindiran pada Mio.
“Ya ya aku adalah mahluk yang bodoh dan anda adalah mahluk paling cerdas di dunia. Puas!” Kata Mio datar.
“Sangat.” Sambil pose penuh kemenangan.
Setelah mereka selesai diskusi Renata dan Mio memutuskan untuk berangkat ke lokasai. Setelah sampai Renata langsung memutuskan untuk membabat habis semua rumput yang ada di sini tapi karena ia tidak memiliki sihir yang cocok ahirnya ia menyerahkan pada Mio.
Setelah mendapat perintah dari Renata Mio memutuskan untuk merubah tubuh nya ke bentuk maksimal nya supaya cepat selesai. Setelah ia selesai bertranformasi ia kemudian langsung membuat gerakan mencakar kearah target setelah nya bekas cakaran memunculkan tiga sabit berwarna ungu gelap dan terbang ke arah target yaitu rerumputan.
Sfx : Sles~(bayangkan suara sayatan).
Dengan ketajaman nya semuarumput yang ada di depan nya terpotong dengan sempurna akan tetapi setelah kesekian detik terdengar suara besi yang sangat nyaring seperti bertabrakan dengan besi yang lain.
Sfx : Ting~.
Sfx : Gluduk . . . Gluduk (bayangin aja suaranya kaya gitu).
Merasa ada yang tidak beres Mio dan Renata memutuskan untuk mencari aman dengan menjauhi lokasi guncangan dengan minggir ketempat yang aman.
“Apa yang terjadi Master.” Kata Mio yang telah berubah bentuk ke ukuran singa dewasa.
“Aku tidak tau. Mungkin tadi serangan mu mengenai pemicu sehingga meyebabkan peristiwa ini. Ya gak penting saat ini. Yang prnting saat ini kita harus menjauhi tempat ini sejauh mungkin ketempat yang aman.” Kata Renat sambil naik keatas Mio.
“Apa gak berakibat buruk Master?” Tanya Mio.
“Ku harap Tidak.” Jawab Renata.
Setelah sampai ke tempat yang aman Renat memutuskan untuk turun dan mengamati apa yang terjadi dari kejauhn. Setelah Renata dan Mio pergi lokasi tempat Mio dan Renata singgah tadi berangsur – angsur mulai Runtuh dan setelah beberapa saat terciptalah sebuah lubang yang di hubungkan dengan tangga yang mengarah ke bawah.
__ADS_1
Dari kejauhan ketika melihat peristiwa ini Renata sangat terkejut sekaligus takjup karena piramida ini memiliki mekanisme mekanik walau masih sangat sederhana tapi tetap saja bikin Renat takjub. Setelah beberapa waktu suara dan guncangan mereda. Renat dan Mio memutuskan untuk mendekati lokasi tadi.
“Master ada jalan.” Kata Mio antusias.
“Hm.” Jawab Renata singkat.
Setelah memasuki ruangan tibalah mereka di tempat yang gelap akan tetapi setelah beberapa saat tiba – tiba ruangan itu secara bertahap mulai terang dengan adanya Kristal bitru yang berderet diatas langit lagit terowongan yang sepertinya berfungsi sebagai penerangan.
Setelah beberapa menit melangkah tibalah mereka di ujung jalan yang ternyata terhubung dengan sebuah ruangan yang tidak terlalu besar sekitar 10 X 10 meter lah. Awalnya Renat dan Mio megira kalu di monument ini akan ada jebakan nya tapi ternyata tidak dan jarak nya juga tidak terlalu jauh dari permukaan.
Setelah sampai di lihat nya Ruangan itu yang ternyata tidak ada barang berharga apapun yang tertinggal Cuma ada tiang berwarna merah gelap di tengah yang ia yakini terbuat dari keristal sihir tingkat atas karena berwarna merah kehitaman.
Setelah mencari secara menyeluruh dengan Mio berharap dapat harta berharga ahirna ia menyerah.
“Haah percuma kita kesini Mio. Gak dapet apa – apa.” Keluh Renata pada Mio.
“Master bukan nya itu Kristal mana yang sangat berharga master.” Kata Mio sambil menunjuk kearah tongkat yang ada di tengah ruangan.
“Iya si tapi ku pikir akan ada yang waah gitu seperti peti yang isinya emas semua atau buku terlarang tentang sihir mungkin atau atau mungkin senjata suci seperti eskaliber mungkin. Itu si harapan ku haaah aku kecewa.” Keluh Renat lagi.
Kemudian Renatapun memutuskan untuk mendekati tiang tersebut ia bertujuan untuk mencabut tiang tersebut dan akan ia jadikan mana potion nantinya kan lumayan. Akan tetapi ketika ia memegang tongkat itu seketika di seluruh ruangan langsung bersinar sangat terang hingga beberapa waktu mereka baru bisa membuka matanya karena sudah terbiasa.
Tapi betapa kagetnya Renata ketika mendapati lingkungan di mana ia berdiri sudah sangat berbeda seperti di sini sangat gelap dan tidak ada penerangan sama sekali, apalagi di sini juga dingin karena angina terus berhembus dan kalu tidak salah pijakan ku yang semula padat dan keras sekarang menjadi empuk dan sedikit berair. Ia menduga ia di tempat yang sangat lembeb seperti hutan gambut karena tektur tanah nya mirip.
“Mio ~! Dimana kau apa masih di dekat sini.” Kata Renat sambil berteriak memangggil Mio.
Setelah beberapa saat Mio pun menyaut.
“Master aku ada di depan mu.” Kata Mio tiba – tiba.
Karena kaget Renata pun terjungkal ke arah belakang dan sialnya ia menabrak sesuatu seperti logam tapi lentur dan setelah nya terdengarsuara lonceng dari arah atas Renata.
“Gawat Master!!! Cepat master naik ke punggungku.” Kata Mio dengan sangat panic terdengar dari suaranya.
__ADS_1
Setelah mendengar suara Mio yang sangat panic Renata tau itu bukan pertanda baik jadi Ia memutuskan untuk secepatnya melakukan apa yang Mio minta. Tapi karena keadaan yang sangat gelap Renat sangat kesisahan untuk sekedar naik ke punggung Mio, sempat dua kali ia jatuh kala naik ke atas selain karena gelap itu juga di akibatkan karena ia sangat panic. Setelah Renata naik keatas Miopun langsung menyelimuti tubuhnya dengan elmen gelap bersama Renata dan setelah nya ia langsung terjun ke dalam kegelapan.