
Tanpa terasa hari sudah pagi seperti biasanya Aslan memulai aktifitasnya dengan olahraga ringan di pagi hari setelah selesai ia sarapan yang sudah di siapkan oleh pelayan pribadinya, kemudian ia melakukan rutinitas seperti biasanya seperti belajar militer, politik sampai etika tidak ketinggal. Sebenarnya semua kegiatanya sudah terjadwal dan ia biasa melakukan nya Cuma pada sorehari saja ia punya waktu istirahat yang biasa ia habiskan untuk sekedar membaca di perpustakaan.
“Pangeran apa tugas yang saya berikan sudah selesai.” Kata guru yang sengaja di tugaskan untuk mengawasi pangeran Aslan.
“Sudah.” Kata pengeran singkat.
“Kalau begitu akan saya cek terlebihdahulu, setelahnya anda diperbolehkan iatirahat.” Kata guru tersebut dengan sopan.
“Hm.” Respon Pangeran yang memang biasanya dingin.
Kemudian si guru tersebut mulai mengecek hasil kerja Pangeran Aslan dengan teliti. Setelah beberapa menit ahirnya ia selesai dan seperti yang di harapkan dari Pangeran yang di unggulkan, semua jawaban nya sempurna tidak ada keslahan sedikitpun.
Setelah selesai seperti biasanya Pangeran Aslan memutuskan untuk ke Perpustakaan. Sebenarnya ia masih sangat penasaran dengan kelanjutan dari cerita tetua kemarin yang masih sangat nanggung, jujur pangeran adalah orang yang lumayan anti dengan hal yang berbau romanntis akan tetapi lain dengan ini karena melibatkan objek yang beberapa hati ini meyita perhatiannya apalagi kalu bukan Ras Manusia ras yang saat ini telah punah di tanah besar ini.
Mungkin semua orang bertanya – Tanya kenapa manusia di benua ini menghilang. Itu di sebabkan karena beberapa hal dan yang paling mendasar adalah manusia tidak dapat bersaing dengan ras lain. Di dalam buku di sebutkan kalau di antara semua ras, ras manusia adalah ras yang memiliki usia paling pendek yaitu 100 tahun.
Sedangkan Ras lain bahkan rata – rata bisa hidup 500 tahunan, selain usia juga reproduksi atau angka kelahiran yang sangat minim dimana seorang wanita di ras manusia hanya memiliki paling banyak 7 anak saja itu sudah jarang sekali beda dengan ras lain yang dalam hidupnya bisa memiliki 20 bahkan sampai serratus, itu di sebabkan karena manusia cenderung lebih setia dari pada ras lain nya dan biasanya kebayakan mereka hanya memiliki satu pasangan dalam hidupnya.
Selain factor di atas juga kesenjangan bakat yang sangat besar antara Ras manusia dengan yang lain yang mana bakat mereka kebanyakan lenih rendah dari yang lain. Selain hal – hal tadi yang paling manjadi sebab atau pemicu kepunahan adalah karena perburuan atau punculikan oleh ras lain karena res manusia menjadi primadona saat itu terutama perempuan nya.
Celakanya lagi karena garis darah ras manusia yang lemah keturunan campuran dari ras Manusia dan ras lain maka anak yang di hasilkan akan menjadi ras lain. Hanya manusia dengan manusia maka akan menghasilkan manusia yang lainnya. Sehingga lama – kelamaan manusia semakin sedikit dan tanpa orang sadari kalau manusia sudah punah di daratan ini dan itu juga menjadi sejarah kelam benua ini walau cara musnahnya tidak dengan pembantaian atau perang tapi tetap saja teragis apalagi ras paling ambil besar dalam peristiwa ini sayangnya adalah ras kami dan ras Dimon.
Ahirnya Aslan meyelesaikan buku yang tertunda kemarin karena medengarkan cerita dari tetua dan dengan membaca buku itu ia jadi tau kalau penyebab punahnya ras itu kerena beberapa factor yang di sebutkan di atas. Setelah selesai ia kemudian mengembalikan buku ke tempat asalnya.
Setelah mengembalikan ia memutuskan untu mencari si tetua itu karena ia sangat penasaran dan penasaran nya sudah tidak bisa di bending lagi. Setelah itu ia memutuskan untuk keluar dan pergi kesuatu ruangan kusus untuk para tetua biasa bekerja yang jaraknya tidak terlalu jauh dari perpustakaan.
Dengan beberapa menut ahirnya Salan sampai ke tempat yang ia tuju setelah smpai ia kemudian menemui dua penjaga yang memang di tugaskan untuk menjaga keamanan Para tetua sehingga siapapunyang akan menemui tetua harus lapor dulu pada mereka yang setelah nya mereka melaor pada tetua, dan tergantung dari tetua kalu ia mau ya di persilahkan masuk bila tidak ya pasrah. Bahkan iya tidak terkecuali.
Setelah melapor ke prajurit tersebut kemudian mengetuk pintu 3 kali dan ketika di persilahkan ia baru berani masuk dan setelah nya ia baru keluar dan ia mempersilahkan aku untuk aku masuk karena sudah di tunggu oleh tetua.
Aslan Pov.
Akupun masuk dan di dalam kudapati tetua masih berkutat dengan beberapa dokuen yang ia belum selesikan. Setelah ia melihat aku masuk ia kemudian menyapaku.
“Oh pangeran selamat datang ketempatku yang bisa dilihat sangat berantakan ha ha ha.” Kata si tetua dengan ramahnya.
__ADS_1
“Terimakasih atas keramahan nya tetua, saya pikir kalau ruangan ini adalah ruangan yang berkesan untuk saya.” Kata Pangeran jujur karena dengan bayak nya dokumen berarti menendakan beyaknya usaha yang ia curahkan.
“Ha ha ha biasa saja biasa saja. Dan ada urusan apa paneran ketempat saya ini?” Taya Tetua.
“Ehem begini tetua sebenarnay saya sangat penasaran denga kelanjutan kisah yang anda ceritakan kemarin di perpustakaan. Sehingga kalau bisa saya ingin mendengar kelanjutannya itupun kalu tetua bersedia dan tidak menggangau pekerjaan anda.” Kata pangeran.
“Oh yang itu ya. Kalau begitu gak masalah itung – itung buat istirahat karena sudah dari tadi kerj terus.” Jawab tetua.
“ Saya ucapkan terimakasih kalu begitu. Tetua mau meluangkan waktunya buat permintaan egois pangeran ini.” Kata Pangeran dengan penuh sukur.
“bukan apa – apa pangeran di buat santai aja.” Kata tetua pada pangeran.
Kemudian sang tetua mulai melanjutkan ceritanya.
Stiry on.
Setelah peristiwa itu Renal mulai merasakan perasaan yang belumpernah ia rasakan selama ini yaitu perasaan sayang pada seorang wanita. Dan meulai saat itu pula ia memutuskan untuk mendapatkan ia dan melindunginya serta berjanji untuk selalu membuat ia bahagia, ya walaupun misi yang ia haruslakukan adalah untuk menaklukan hatinya terlebih dahulu.
Tampa terasa beberapa hari sudah terlewat dan dengan perawatan dari Kinan, Renal dapat kembali ke keadaan semula dimana semua lukanya sudah sembuh dan dalam beberapa hari itu pula hubungan mereka semakin akrab apalagi dengan Renal yang biasanya dingin dan cuek ia paksakan untuk bersikap ramah dan lembut walau hanya padanya saja.
Walaupun belum di karuniai anak aku merasa biasa saja karena dengan adanya Kinan di sisinya saja ia sudah merasa cukup. Dalam setahun ini kami menjalani kehidupan yang tenang dan setiap harinya kami selalu menjalani hari pasti dengan kebahagiaan. Setelah setahun bersamanya ia sudah sangat mengenal nya ia adalah orang yang sangat jenius dan sangat tekun ia dapat melakukan bayak hal seperti berburu, membuat Ramuan dan sangat pandai memasak.
Setelah hampir dua tahun kita tinggal di gubuk ini aku dan Kinan memutuskan untuk pergi dari tempat ini untk berpetualang di alam bebas selain itu juga untuk menemukan orang dari ras nya yang ia yakini masih ada walau sangat langka dan di mulailah petualangan kami menjelajahi benua ini.
Singkat cerita aku dan kinan sudah mensunggahi beberapa negara. Tapi yang aneh Kinan selalu mensembuyikan wajah nya dan ketika aku bertanya ia menjawab kalau ibunya melarang ia mengspos penampilan aslinya di dunia luar.
Hingga ahirnya ia dan Kinan sampai di kekaisaran Demon di sana di dominasi ole ras itu akan tetapi Res lain juga bayak yang kebayakan seperti kami seorang petualang. Tapi di sinilah kami mendapat petaka, ketika kami sedang berbelanja di pasar tanpa sengaja penyamaran Kinan terungkap dan desas – desus itu bahkan sampai ke telinga kaisar pada saat itu, sehingga kami di buru oleh kaiar itu selama beberapa tahun.
Jujur masa itu adalah masa yang sangat meneggangkan tapi dengan pengalaman itu aku tau kalu istriku ternyata adalah ras manusia yang katanya sudah punah itu sehingga ia merasa sangat beruntung dan memotifasi ia untuk menjadi sangat kuat demi melindinginya.
Kamipun berhasil lolos dari malapetaka itu dan nelanjutkan perjalanan kami menuju tempat berikutnya untuk mencari Ras istriku yang lain karena iya juga meyakini kalu masih ada yang lain nya. di dalam perjalanan tak lupa aku selalu mengasah kemampuan ku sehungga tanpa aku sadari aku telah menjadi sosok yang sangat kuat dan namaku juga di kenal di banyak tempat apalagi entah kenapa masalah sering mendatangi kita tapi aku dapat menyelesaikan nya dan setiap depat menyelesikan masalah pemahaman dan kekuatan ku juga meningkat dan tanpan aku sadari sudah sangat sedikit orang yang terlihat di mataku atau yang bisa jadi lawan ku.
Semua pencapaian ini tek terlepas dari dukungan istri tercintaku siapa lagi kalu bukan kinan ia yang slalu menyamangatikau ia juga megobatiku ketika terluka karena ilmu medisnya sangat hebat. Bahkan dengan hanya skull medisnya saja sudah bisa menghidupi kami tanpa harus mengambil misi.
__ADS_1
Tampa terasa sudah lebih dari 80 tahun berlalu dan kami masih seperti sejak pertama bertemu Kinan juga masih dengan penampilan yang sama juga yang beda di sini adalah aku yang bertambah lebih tinggi dan atletis juga semakin tampan jika di bandingkan dengan pertemuan ku dengan nya dulu.
Akantetapi entah perasaan ku atau apa Kinan sekarang sudah mulai aneh ia sudah gampang lelah, ia juga sering sakit walau hanya masuk angin tapi itu membuat aku sangat kawatir dengan keadaan nya sehingga aku memutuskan untuk stop dulu dan memutuskan untuk menetap di suatu wilayah.
Dan dengan penuh perhitungan ahirnya tempat yang aku inginkan sudah jadi ya ini adalah rumah impian Kinan yang selalu ia katakana sepanjang hari ia menginginkan supaya ia bisa memiliki rumah yang sederhana tapi memiliki pemandangan yang sangat indah.
Sehingga disinilah kita di atas sebuah tebing yang besar aku mendirikan rumah di atasnya supaya KInan dapat setiap hari melihat pemandangan yang indah di depan ku ini. Tentu saja ia sangat senang dan ia sangat menghargainaya.
Tapi selang dua tahun kita meningalinya ia mulai sakit – sakitan dan badan nya juga mulai kurus sehingga membuat aku sangat terpukul melihat nya akupun berusaha mencari obat kemana saja tapi ia melarang dan ia memberitahukan kalu ia ingin selalu di dekatku aku yang tidak pernah bisa menolak prmintaan nya dan hanya bisa menurut saja.
Hingga beberapa bulan berlalu kali ini keadaan nya palah semakin parah sehingga ia sudah tidak bisa berdiri lagi Cuma bisa berbaring di kamar. Seringkali ia memintaku untuk menggendong nya akupun senang dan memutuskan untuk selalu menggendong nya setiap hari seperti anak kecil seterti hari ini aku sedang memandang matahari yang hampir tenggelam di teras depan rumah ku seperti biasanya dengan Kinan di pangkuan ku sambil mengobrol walau Cuma Kinan yang bicara.
“Sayang boleh minta kepalaku sambil di ulus plis.” Kata Kinan pada Renal lemah meski begitu ia masih memaksakan diri untuk tampil seperti Kinan biasanya yang ceria.
“Hm.” Kata Renal singkat karena hanya ini yang mampu ia ucapkan sangking sakitnya melihat Kinan yang sangat lemah di pelukan nya saat ini.
“Renal tau gak pas pertama aku menemukan mu. Aku hampir ninggalin kamu lo karena aku takut kalao nanti kamu menyerang ku sama dengan yang lain. Sempat aku tinggal tapi setelah sampai rumah aku gak tega dan balik lagi untuk menolong mu. Maaf ya.” Kata Kinan.
“Hm.” Masih dengan jawaban yang sama tapi rasanya sangat sakit dan tanpa Renal sadari airmatanya sudah mulai menggenang di matanya.
“Renal tau gak kalau kamu adalah orang yang~ paling~ aku sayangi di dunia ini kamu yang paling mengerti aku dan selalu membuatku bahagia selama ini. Walau perjalanan kita banyak cobaan tapi lebih bayak kebahagiyaan yang aku dapatkan selama ini. Sayang terima kasih ya telah menemaniku selama ini.” Kata KInan semakin Lemah.
“Hm.”Masih dengan jawaban yang sama tapi dengan suara yang agak serak dan airmta yang sudah mulai bercucuran walau matanya lurus ke arah matahari tapi pikiran dan hatinya sudah sangat sedih serat cemas walaupun ia sudah menguatkan hati akan datangnya momen meyakitkan ini akan terjadi tapi sakit, sakit sekai ketika menjalaninya.
“Sayang untuk terahir kalinya aku ingin sekali melihat kamu tertawa. Kumahon ya.” Kata Kinan lemah.
Mendapati permintaan yang sangat sulit itu Renal tidak bisa untuk berbuat apa – apa karena hatinya sudah sangat sakit dan semua tulang dan persendian nya seakan – akan Runtuh kapan saja kala mendengar permintaan terahir dari Kinan ini.
Dengan seluruh kekuatan dan tenaga yang ia miliki ia memaksakan untuk tertawa dan tersenyum dengan senyum terbaik nya walau airmata sudah sangat deras mengalir di pipinya bahkan mungkin sudah membasahi pakaian nya.
“Ha ha ha ha Ha . . . . . .” Tawa Renal dengan paksaan untuk memenuhi permintaan terahir Kinan.
“Ha ha Ha Hik hik Ter – ri – ma – kasih Un – tuk se – lam – a ini Saya - ng.” Bisik Kinan dengan nafas terahirnya.
“Ha ha Hik Hik Hik . . . “ Tawa Renal yang kemudian di ahiri diahiri dengan tangis yang menyayat hati kala mendapati wanita yang sangat ia sayangi sudah pergi.
Ia yang sadar kalau Kinan sudah tiadapun langsung memeluk sangat erat jasat dari istrinya ini ia sudah tidak punya tenaga lagi untuk sekedar menangis yang bisa ia lakukan hanya sesenggukan sambil memeluk erat tubuh isterinya ini sambil di saksikan matahari terbenam.
__ADS_1