Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Penyesalan


__ADS_3

Ch. 04 - Penyesalan


Ketika Renata membuka matanya hari sudah menunjukan waktu pagi hari karena terlihat dari cahaya jendela yang dibuka oleh pelayan tadi. Mungkin ketika Renata masih tidur .


“ Hooah… sudah lama aku tidak tidur senyenyak ini. Rasanya segar sekali. “ Kata Renata sambil merentangkan tangan setelah tidur.


“Ngomong-ngomong si pelayan ke mana ya ?? .. padahal sudah laper banget ni. “ Kata Renata dengan suara imut nya .


“ Hu_uh lebih baik aku ke bawah cari makanan sambil melihat-lihat tempat tinggal ku saat ini.” Kata Renata dengan sedikit cemberut .


Kemudian Renata berjalan ke luar kamar dengan masih celingak-celinguk sambil melihat sekitar dengan penuh minat seperti anak kecil . Ya walaupun aslinya sudah hampir berumur 30 an tapi mungkin karena tubuh yang dia tempati masih anak-anak maka sifat dasar nya masih sama.

__ADS_1


Tapi jujur dia sasih tidak terima kalau dia di renkaenasi menjadi perempuan karena ketika hidip di dunia pertamanya dia sama sekali belum pernah pacaran apa lagi jatuh cinta padahal dia terkenal sebagai professor yang sangat tampan dan dikagumi banyak wanita di negaranya bahkan manca negara.


”Huh.. aku menyesal gak pacaran dulu. Kalau tau begini si aku gak bakalan gila-gilaan hanya buat neliti-nelilti barang gak jelas." Kata Renata dengan penuh penyesalan sampai rasanya mau menitihkan air mata.


Kembali ke cerita


Sampailah Renata ke pintu luar rumah yang semua bagian nya mengunakan batu. Langsung saja aku membuka pintu untuk melihat lingkungan tempat tiggalnya setelah di buka aku langsung di sambut dengan cahaya yang meyilaukan membuat mataku sedikit menyipit untuk menyesuaikan cahayanya .


Setelah beberapa saat aku dapat melihat dengan jelas apa yang terlihat di depan ku yaitu sebuah pemandangan yang pasti membuat siapa saja orang yang hidup di jaman modern berdecak kagum karena pemandangan nya sangat bagus pakai sekali.


Kemudian aku melihat rumah yang kami tempati ya bentuknya sederhana dengan memiliki 2 lantai semua bagian nya terbuat dari batu kecuali pintu, jendela, dan atapnya yang menambah keindahan dari rumah itu sendiri seakan menyatu dengan alam “Bagus aku suka." Kata ku di dalam hati.

__ADS_1


Sementara itu pelayan dan si penjaga sudah pulang dari desa setelah membeli bahan makanan di sana akan tetapi ketika sudah sampai ke depan rumah kami mendapati Nona sedang memandangi rumah kami akupun memutuskan untuk menyapanya.


“Selamat pagi nona.” Kata pelayan dan penjaga dengan ramah kepada Renata .


“Oh pagi .. Pelayan dan penjaga. “ Kata Renata dengan ragu-ragu karena memang tidak tau nama kedua orang tersebut.


“Anu.. rasanya tidak enak kalau bicara degan cara seperti ini, anu kalau boleh tau siapa nama kalian biar gampang manggilnya ??“ Kata Renata degan malu-malu mungkin karena sejak kehidupan pertamanya baru pertama menanyakan nama atau berkenalan dengan orang lain dulu biasanya orang lain dulu yang berinisiatif untuk berkenalan dulu jadi wajar kalau dia sedikit malu .


“ Dengan senang hati nona , nama pelayan ini adalah Lina sedangkan untuk sipenjaga bernama Aram nona.” Kata pelayan alias Lina dengan Bahasa yang sangat formal.


“ Anu.. bolehkah kamu tidak bicara terlalu formal kepada ku. Kupikir itu sudah tidak perlu lagi dengan keadaan ku saat ini..” Kataku dengan tatapan heran karena di dalam ingatan nya kebanyakan orang memperlakukan Renata dengan sangat kasar sehingga dia sedikit kaget saat melihat ada orang yang peduli padanya.

__ADS_1


“Tidak nona karena kami sudah berjanji pada diri kami sendiri kalau di beri kesempatan untuk merawat nona maka kami akan merawat dengan kasih sayang . Maafkan kami nona ketika di keluarga utama kami tidak bisa membantu nona, kami sangat merasa bersalah telah membiarkan nona disiksa selama beberpa taun ini karena kami selalu diancam ketika kami ingin memberikan bantuan….Hik… hik..sekali lagi maafkan kami nona..” Kata Lina dengan menangis dengan keadan bersujut di depan Renata bersama Aram.


“Hik..tidak apa-apa aku sudah memaafkan kalian mau bagaimana lagi. Lagipula aku sangat berterimakasih karena masih mau menemaniku walaupun dalam keadaan kekurangan saat ini disaat kalian masih bisa memilih bekerja di kediaman Duke malah kalian ikut dengan ku di tempat terpuencil dan hidup penuh kekrangan begini aku yang seharusnya meminta maaf dan berterimakasih hik….” Balas Renata dengan tidak kalah terharunya dengan mereka kemudian Renata memeluk kedua pelayan nya tersebut yang. Mulai hari ini dia anggap sebagai keliarganya dan berjanji kepada dirinya sendiri untuk membalas kebaikan dari kedua orang tersebut.


__ADS_2