Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Ch.34-Perpisahan Dan Tamu Yang Mengejutkan


__ADS_3

Disebuah hutan yang cukup lebat terlihat seorang gadis yang sedang berusaha menyusuri nya walaupun cuaca sedang tidak bersahabat dan di dukung dengan medan tanjakan yang terjal akan tetapi gadis tersebut mampu untuk melalui nya walaupun sesekali terjatuh karena berat nya medan. Danbisa di tebak kalau dia adalah pemeran utama di cerita ini siapa lagi kalau bukan Renata.


 “Huuuf aman. Ahirnya sampai di tempat yang datar.” Kata Renata dengan senang nya.


Kalau kalian ingin tau saat ini di mana maka kita mundur dulu ke beberapa hari yang lalu.


Flesbek


Setelah membaca surat dari Duke Renata memutuskan untuk turun dan mengabarkan berita ini pada Aram dan Lina sekaligus untuk menentukan langkah kedepan nya.


“Jadi nona akan ikut kami atau gimana ?” Kata Lina dengan lembut.


“Kak Lina sudah kubilang jangan terlalu formal sama saya, lagi pula saya sudah bukan keluarga bangsawan lagi.”


“Huuuf baik lah Renata.”


“Begitu dong, kan enak.”


“Jadi bagaimana Renata apa anda ingin ikut kami.” Kata Aram tiba tiba.


“Huuuf maaf kak Aram dan Kak Lina seperti nya aku akan menjadi pengelana saja, lagi pula aku sudah dapat menjaga diriku sendiri dan dengan kemampuan ku sebagai Alkimis bisa di pastikan aku dapat hidup di mana saja. Dan salah satu cita citaku adalah mengelilingi dunia.” Kata Renata penuh tekat.


“Yah kalau itu keputusan mu kita bisa apa.” Kata Lina yang sedikit menyesal dengan keputusan mantan nona nya tapi ia hanya bisa pasrah.


“Kalau Kak Lina gimana?”


“Oh kami, kami memutuskan untuk menetap di kampung halaman suamiku. Benarkan sayang?” Kata Lina sambil menoleh pada Aram.


“Hm.” Jawab Aram.


“Yah bagus lah.” Kata Renata.


Setelah itu merekapun larut dalam obrolan mereka sampai tengah malam dengan hanya di temana satu lentera saja walau begitu momen yang seperti itu pasti akan menjadi momen paling dirindukan Renata kelak.


Tanpa terasa dua hari sudah sejak Renata menerima surat dan sekarang adalah waktu ia berpamitan dengan keluarga kecil ini yang sangat tulus merawat nya tanpa pamrih dan memberikan keceriaan dalam 8 tahun terahir. Proses pamitan Renata diahiri dengan tangis Lina yang seakan tidak Rela jika harus melepaskan Renata.


“Nona sehat dijalan ya, jangan lupa untuk makan 3 kali sehari, jaga kesehatan jangan banyak buat masalah dan harus selalu memakai kerudung untuk menutupi wajah nona hik…hik…hik.” Kata Lina dengan di iringi tangis nya.


“Iya aku tau huh dasar cerewet.” Kata Renata yang terlihat sedang menahan airmata nya biar terlihat kuat.


“Nona saya doakan semoga anda di jauhkan dari marabahaya dan selalu di berkati keberuntungn.” Doa  Aram pada Renata.


“Terimakasih kak Aram.”

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan Aram dan Lina ia pun memutuskan untuk langsung menuju kota terdekat. Awal nya ia ingin menumpang kereta ataupun menyewanya, akan tetapi karena didorong dengan keinginan nya untuk explor  sekaligus meniru novel – novel Isekai yang dulu pernah ia baca bahwa biasa nya awal petualangan itu harus di tempuh dengan jalan kaki.


Dan beginilah hasil nya basah kuyub nyasar tidak tau jalan kedinginan dan sringkali bertemu dengan hewan buas. Pada awal nya Renata berjalan sesuai rute pada peta akan tetapi karena ia ingin cepa sampai dan sekalian mencari tumbuhan herbal untuk di buat ramuan buat di jual di kota sehingga ia memutuskan untuk masuk kedalam hutan.


Pov End


Di atas sebuah bukit berdirilah sebuah bifak sederhana yang terbuat dari dedaunan dan ranting ranting, di depan nya ada seorang gadis yang menggunakan pakaian jubah berkerudung mirip seperti sektesesat kalau di bumi mungkin.


“Huh ahirnya selesai ha ha ha Bifak ala Renata ahirnya selesai fu fu fu tidak sia – sia dulu sering lihat jejak petualang di tv. Ah~ ahirnya aku membuat rumah pertamaku ha ha ha Renata bakat mu memang sangat menakutkan. “ Kata Renata dengan sombong nya padahal Cuma buat gubuk aja gayanya kaya buat istana.


“Nah sekarang tinggal buat api unggun nya saja. kan gak asaik kalau kemping gak ada api unggun nya serasa ada yang kurang gitu (Kemping gak nyadar dia nya lagi kesasar). “


Setelah itu Renata pun mengumpulkan kayu bakar di sekitar nya setelah terkumpul iapun menata nya hanya tinggal menyalakan nya saja.


“Fu fu fu kini sudah waktu nya mengeluarkan salah satu hasil karia saya. Jeng – jeng . . . korek api (krik krtik krik). Memang hebat aku ini dengan ini aku gak takut kemana mana lagi karena punya korek jadi bisa buat api di mana aja.”


Korek yang di buat Renata ini saangat mirip seperti korek setandar yang di jual di warung – warung bila ada yang penasaran wujut nya. Korek ini menggunakan bahan bakar batu mana elmen tipe api sehingga dapat menghasil kan api tidak seperti korek api yang ada di bumi yang cara penggunaan nya dengan di cetet kan koreknya.


Sedangkan yang di buat Renata hanya cukup dengan menyentuh gambar seperti tombol lalu tunggu beberapa saat maka api nya akan keluar.


Alasan kenapa Renata membuat itu di karenakan ia tidak dapat menggunakan elmen api dan alasan lain adalah kalau menggunakan langsung batu mana seperti biasanya maka akan terlalu boros karena hanya sekali pakai yaitu dengan di pecahkan dan akan mengeluarkan api dari pecahan nya .


Sebenar nya ia bisa membuat api sepesial nya dengan segel tapi yang terjadi selan jutnya bukannya kayu terbakar palah langsung menjadi bubuk tanah dan api itu merembet kemana – mana sehingga membuat Renata sedikit troma, untung gak akan menyerang pengguna nya. Maka dari itu Renata memutuskan untuk membuat Korek api karena api kan penting buat bertahan hidup.


Mulailah Renata memasak dengan alat dan bahan yang telah ia bawa dengan sangat cekatan terlihat seperti seorang sef professional bahkan terkadang ia memasak dengan sedikit di bumbui gerakan akrobatik seperti melempar pisau ketika memcacah sayur atau menumis sayuran dengan sentuhan api di atas nya. Gaya masak nya  bahkan bisa menyaingi soma (mc dari anime Sokogeki no soma bila ada yang tau).


Setelah beberapa saat terciumlah bau yang sangat menggugah selera siapa saja yang ada di sana pasti akan ngiler bahkan Aothor yang ada di sini pun jadi korban nya. Tanpa Renata sadari di depan nya ada seekor hewan berbentuk kucing walaupun dengan ukuran yang lebih besar yaitu sebesar anjing polisi sedang duduk di depan nya. Akantetapi Renata yang sedang sangat asik memasak sampai tidak menyadari kehadiran nya.


Setelah beberap saat ahirnya Renatapun selesai memasak dan semua masakan sudah di letakan di atas meja yang ia keluarkan dari cincin ruang nya.


“Huh ahir nya selesai juga. Saat nya makan.”Kata Renata sambil mengelap peluh nya.


“Itadakimas~.” Kata Renata dengan riang nya.


“Miooong ~ .”


“Hah mioong. Hah apa itu. “ Kata Renata yang kaget ketika mendapati seekor mahluk aneh yang sedah ada di depan mejanya saat ini reflek iapun langsung memasang kuda kuda waspada takut ia di serang.


“Miooong~. “ Respon mahluk itu masih di tempat nya.


“Heem ini kucing kan. Gak gak gak mana ada kucing gedenya  kaya anjing gini. Lagian ini hutan mungkin ia adalah binatang buas di sini. Tinggu tunggu tunggu kalu di perhatikan ia bukan hewan buaskan lebih tepatnya hewan sihir mana ada hewan buas yang mempunyai mana sebesar ini (perlu di garis bawahi ya Renata dapat melihat mana dari mahhluk hidup) dan kalu di perhatikan lagi kayak nya ia memiliki kecerdasan deh terbukti ia tidak langsung menyerangku dan lagi bentuk dan warna ini mengingat kanku pada hewan apa ya aku lupa tunggu dulu aku pikir dulu.” Fikir Renata.


...

__ADS_1



dapat dari gogle cuma untuk referensi bayangin aja warnanya abu-abu...


“Miooong~. “



….


….


“Miooong mioong miong berisik! Aku lagi mikir ni bisa diam tidak si! “ Kata Renata ngegas tiba – tiba karena terganggu oleh suara kucing tersebut ketika lagi mengingat ingat.


Kemudian si kucing diam dan tidak berani lagi megeluarkan suara. Ia terlihat sedikit sedih dan terlihat hampir mengeluarkan airmatanya dan jangan lupa telinga dan ekor yang yang memdadak layu karena di getak oleh Renata.


# sepam


 “Ulu ulu ulu kacian kacian banget si kamu. Jahat baget lo Rren masak kucing unyu kaya gini lo bentak si. Lo tu ya Me Mang gak berperikebinatangan huuh.” Kata Author.


“Berisik lo Author jangan ganggu. “


“Anak durhaka kamu ya. “


“Bodo.”


#Sepam End


Setelah Renata megingat ingat beberapa saat ahirnya ia ingat kalau kucing yang ada di depan nya bukan kucing sembarangan dia adalah salah satu best penguasa yaitu kucing elmen.


“Huuuft kucing elmen ya ha ha ha. Entah darimana ia datang tapi yang jelas untuk bisa melihat calon best penguasa betapa beruntung nya aku.” Kata Renata dengan tampang seringainya.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2