Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Ch.47- Dua Elmen Tambahan, Eray Dan Runa


__ADS_3

Sfx : Booom.


 


Sfx : Boom.


.


.


.


“ Lagi. Lagi . . Seni adalah ledakan Ha ha ha.” Kata gadis itu sambil terus melemparkan sebuah kertas dan kemudian kertas itu memunculkn bola air yang ahirnya meledak sehingga menghasilkan suara yang lumayan memekakan telinga.


“Master hentikan! Berisik! Nanti halaman nya hancur Master!!!” Kata Seekor kucing yang bisa bicara.


Sfx : Boom.


 


“Apa!! Gak denger tadi berisik.” Kata Gadis tersebut pada si kucing.

__ADS_1


“huuf ahirnya berhenti. Master coba lihat perbuatan yang anda lakukan ini !” Kata si kucong sambil menunjuk lokasi yang sudah hancur karena menjadi sasaran sang gadis.


“Apa ! bagaimana bisa. Maaf ya kayaknya aku kebablasan te he he he.” Kata si gadis dengan tawa konyol nya.


“Te he he Endas mu. Fuuh terserah lah yang penting master. . . Oh ya apa gak apa – apa kalau anda boros kertas dan tinta sihir-nya.” Kata si kucing pada si gadis tersebut.


“Eh~ Mati aku. Mio~ gimanani tinta tinggal sedikit dan kertas sihirnya tinggal sepuluh. Laimnya sudah habis buat jimat tadi.” Kata si gadis yang ternyata adalah si Renata kepada Mio  sambil merengek.


“Ya sudah mau gimana lagi. Salah anda sendiri kenapa boros. Sudah tau kejebak malah gak tau keadaan-nya.” Kata Mio yang sewot karena waktu istirahat nya keganggu terus dari tadi karena latian Renata.


“Tapikan. . tapikan buat latihan, siapa tau jimat buatanku salah dan . . dan  tidak berfungsi. Tapi . . tapi karena keasikan tau tau aku udah menghabiskan 200 jimat buatan ku.” Kata Renata penuh penyesalan sambil memainkan kedua jari telunjuk nya.


“Haaah apa kamu bilang! Takut Gagal !! Tau gak kamu tu pembuat Jimat setingkat Master !! Mana Mungkin kamu salah kalau Cuma membuat jimat level 1. Bilang saja kamu Cuma main – main Alasan.” Kata Mio tak habis pikir sama Tingkah Masternya ini padahal sudah minum Ramuan kedewasaan tapi masih sering kekanak – kanakan.


“Ya kalu gitu aku buat jimat level dua dan satu ya.” Sambil menoleh kepada si kucing.


“Itu sih terserah master kan anda yang buat.” Kata Mio.


Sejak Renata siuman dari pingsan nya setelah meminum Ramuan yang ia buat ia sadar kalau ia sekarang memiliki elmen tambahan akibat dari mengonsumsi ramuan yang ia buat. Sehingga membuat ia sangat senang dan membuat ia lupa diri sehingga ia membuat hampir semua kertas sihirnya habis untuk membuat jimat dari kedua elmen baru nya.


Elmen yang ia dapat adalah Elmen Air dan Elmen Kayu mungkin karena efek dari air dari mata air pohon dunia dan daun pohon dunia tersebut sehingga ia dapat memperoleh elmen tambahan tesebut. Sehingga sekarang Renata mempunyai 3 elmen yaitu tanah, air dan kayu. Dan bila dilihat sekarang bakat nya tidak buruk – buruk amat dan termasuk rata – rata untuk kaum bangsawan apalagi di dukung dengan jumlah mananya bisa di bilang ia termsuk jenius.

__ADS_1


Pada pertemuan sebelumnya kita membahas tentang Alkimia dan sekarang kita membahas tentang Rune akan lebih sepesifik lagi adalah Rune kertas yang lazim di sebut kertas segel atau kertas jimat.


Kertas segel atau Jimat adalah kertas yang di buat oleh penyihir kusus dengan menulis atau menggores kertas sihir dengan tinta sihir dan dengan tujuan untuk menyimpan rangkaian sihir sehingga ketika di aktifkan akan muncul fenomena sihir dengan cepat yang biasanya di buat untuk cadangan dan penyelamat pada keadaan terdesak.


Tingkatan tertinggi kertas jimat tidak ada karena semakin banyak kertas yang di gunakan maka semakin kuat fenomena sihir yang di hasilkan. Akan tetapi ada aturan yang di gunakan untuk mengklasifikasikan tingkatan yaitu sebagai berikut kertas jimat tingkat satu terdiri dari satu kertas saja, sedangkan tingkat dua terdiri dari tiga kertas, dan ketiga terdiri dari sembilan kertas dan seterusnya di setiap tingkatan maka kertas yang di butuhkan akan berpangkat.


Dan saat ini Renata sudah pada tingkatan master karena ia dapat membuat Rune tingkat empat apa saja yang penting sesua dengan elmen nya. selain karena banyak nya kertas pada pembuatan jimat ada beberapa kesulitan lain yaitu control mana yang harus tepat ketika menggores kuas, goresan harus satu garis artinya tidak boleh patah seperti tulisan latin pada satu kertas dan yang terahir adalah setiap tulisan atau rangkaian pada kertas biasanya kalau di gabung terutama pada sihir empat keatas akan membentuk pola atu gambar jadi harus pas tidak boleh ada yang tidak menyatu ketika di gabungkan.


Selain faktor kesulitan di atas yang mendasari betapa sulitnya menjadi seorang pembut rune juga dalam praktik nya juga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit contoh seperti tinta sihir dan kertas sihir yang harganya tidak murah apalagi juga biasanya membutuhkan guru dan membeli buku yang keberdaanya sangat langka. Sehingga biasanya orang yang bisa menjadi pembuat rune adalah seorang bangsawan yang berpengaruh atau seorang yang di biayai oleh bangsawan untuk infestasi masa depan.


Dan karena Renata sudah bisa membuat Rune tingkat 4 sekarang ia dapat membuat banyak jimat setingkat itu selain itu juga Renata juga mampu membuat Eray tingkat 4 juga yang biasa di fungsikan untuk membuat penghalang. Namun bedanya dari jimat atau kertas segel adalah pada pembuatan dan bahan namun pada tulisan sama – sama menggunakan Bahasa peri kuno karena masih termasuk rune juga. Jika pada jimat menggunakan Kertas dan Tinta sihir dan cara membuatnya dengan di tulis atau di gambar.


Maka kalau Eray bahan yang di gunakan adalah batu kusus seperti Giok dan bubuk logam kusus yang dapat mencair ketika di aliri Mana dan cara pembuatan nya dengan mengukir batu dengan ukiran tertentu, kemudian setelah terbentuk segel atau pola pda batu, lalu di atas pola di taburi bubuk tadi dan setelah nya di aliri mana setelah itu bubuk akan mencair dan mengisi bekas ukiran tergantung elmen mana yang di suntikan pada bubuk sehingga warna pada pola batu akan searas dengan elmen pengguna seperti halnya jimat yang membutuhkan banyak kertas dalam setiap level aturan pada Eray juga sama persis.


Kembali ke Renata.


Setelah dimarahi Mio Renata memutuskan untuk kembali kerumah untuk beres – beres karena memang sejak pertama ia menggunakan lep takpernah sekalipun ia bersihkan atau bereskan karena takut nanti susah mencari barang, sehingga membuat lepnya sangat kotor dan berdebu. Akan tetapi ketika ia sedang mengepel lantai ia mendapati lantai tersebut bolong sedikit dan dengan sedikit penasaran ia pun melihat ke lubang kecil tersebut.


“Eh apa ini. Kok ada lubng di sini ya persaan pas aku di sini tidak ada deh.” Kata Renata sambil menaikan alis matanya.


“Hm mencurigakan sekali. Oh mungkin di dalam ada hartakarun. Ha ha ha Bercanda.” Kata Renata bicara sendiri.

__ADS_1


“Mungkin iya kali ya.” Kata Renata yang ahirnya kepancing juga.


Dan Renata pun mendekati lubang pada lantai tersebut untuk melihat apa yang ada di dalam nya. setelah melihat dengan penuh perhatian yang ia dapati hanya pemandangan gelap saja sehingga membuat ia kecewa akan tetapi ketika ia kan beranjak tiba – tiba secara kebetulan ia samar – samar melihat cahaya merah walaupun samar di kejauha.


__ADS_2