
Sebelumnya kita ingat sedikit tentang profil dari Renata sebelum masuk cerita. Renata berasal dari Kekaisaran Arkana ia juga berasal dari Keluarga Xonods salah satu bangsawan berpangkat Duke. Ia adalah putri sulung dari Erlan Xonods Duke dan Mariana Xonods Duchess ia juga memiliki seorang kakak bernama Erik Xonods dan adik Ayumi Xonods.
Situasi Aram dan Lina
Setelah kepergian Renata Lina dan Aram serta anak – anak nya memutuskan untuk pindah ke kampung halaman Aram yaitu Mohan sebuah desa yang sangat asri di ujung timur Kekaisaran Arkana mereka menjalani hari dengan penuh ketenangan dan kebahagiaan terlepas seringkali baik Aram ataupun Lina memikirkan keadaan Renata saat ini.
Seperti hari ini Aram yang sudah selesai mengolah hasil buruan yang Aram buru memutuskan untuk istirahat sejenak sekedar menikmati desiran angina yang menyejukan hati. Tanpa Aram sadari di belakang nya ada seorang wanita cantic dengan rambut hitam menghampirinya.
“Sudah selesai sayang.” Kata Lina pada Aram yang sekarang adalah suaminya.
“Sudah. Dimana anak – anak?” Tanya Aram selanjutnya.
“Mereka sedang main bersama anak lain nya.” Jawab Lina.
“Oh ~.” Kata Aram menanggapi kemudian terjadilah keheningan antara keduanya.
“Huuuf sudah satu tahun lebih nona meninggal kan kita ya.“ Kata Lina ahirnya membuka suara.
“Hm.”
“Dulu kalu kita lagi nyntai kaya sekarang ini pasti rame ya, terutama saat nona menggodamu dan kamu pasti akan memerah karena malu sumpah itu lucu.” Kata Lina sambil tersenyum mengenang kebersamaan mereka dulu.
“Aduh jangan ingatkan dong itu adalah masa – masa kelamku. Tapi tidak bisa ku pungkiri masa – masa itu juga masa – masa paling berkesan dalam hidup ku juga.” Kata Aram sambil menatap kelangit membayangkan wajah cantic Renat.
“Ehem kamu tu ya gak sopan banget bayangin cewek lain ketika ku ada di depan mu. Tapi wajar si kalu itu nona. Jujur sampai sekarang pun aku masih belum bertemu orang yang sanggup menandingi kencantikan dia di kekaisaran ini.” Kata Lina penuh kekaguman kepada mantan majikan nya itu.
“Em sama.” Jawab singkat Aram.
“Jadi kangen deh. Kira – kira sekaranng nona lagi ngapain ya kenapa juga ia belum memberikan kabar. Ya semoga aja ia di berikan keselamatan amin.” Kata Lina kemudian.
“Amin.” Jawab Aram.
Kemudian tidak berapa lama datanglah anak – anak mereka dan terciptalah suasana ceria kembali mereka berdua.
Kediaman Xonods Duke
Di sebuah taman yang indah terlihat sekelompok gadis sedang mengadakan pesta teh dan di antara sekelompok gadis tersebut terlihat seorang yang lebih mencolok di bandingkan dengan yang lain. Terlihat dari dandanan yang lebih menor yang sebenar nya cantic akan tetapi tau sendiri lah ketika melihat warna muka dan leher yang berbeda seakan sedang menggunakan topeng.
__ADS_1
Selain dari dandanan juga dari penampilan yang lebih mewah dari gadis lain sebenarnya semua nya juga menggunakan pakaian yang mewah akan tetapi tidak ada yang menandingi pakaian gadis tersebut yang benangnya saja terbuat dari emas dan dikombinasikan dengan berlian dan intan.
Dan nama dari Gadis tersebut adalah Ayuni Xonods anak ketiga dari Duke Erlan ia sekarang sedang mengadakan jamuan minum teh selain untuk meningkatkan popularitasnya di kalangan bagsawan juga untuk mencari pendukung karena sekarang ia telah resmi menjadi seorang tunangan dari pengeran Zen Qunsly Arkana Prince menggantikan kakak nya yang kita tau adalah Renata.
Dari kejauhan terlihat dua orang sedang mengamati dari jauh acara itu berlangsung yang ternyata adalah Pangeran Zen dan Erik Xonods yang merupakan kakak dari Renata. Mereka sedang sekedar berbicara santai. Selama beberapa tahun ini penampilan pangeran Zen sudah beribah dari pertama kali Renata bertemu di perbatasan.
Pangeran Zen jauh lebih dewsa dan lebih tampan dari terahir kali bertemu Renata di perbatasan, ia sekarang terlihat lebih tinggi mungkin tingginya sekitar 190an ia juga memiliki tubuh yang kekar tapi langsing karena ia rajun berlatih, tidak seperti dulu yang memiliki rambut yang pendek sekarang ia memiliki rambut yang panjang yang membut nya semakin menarik apalagi warnanya yang keperakan membuat kadar ketampanannya bertambah.
Sedngkan untuk kakanya yaitu Erik saat ini juga memiliki paras yang tidak kalah dari pangeran di depan nya saat ini. Berkebalikan dengan Pangeran Zen yang memiliki sifat yang dingin dan cuek Erik adalah tipe yang ramah dan akan bersikap dingin hanya untuk musuh dan orang yang tidak ia senangi.
Selain parasnya yang tampan ia juga memiliki tubuh yang tinggi lebih tinggi sedikit dari pangeran ia juga mempunyai badan yang atletis. Tidak seperti pangeran yang lebih memilih memanjangkan rambut nya ia palah lebih nyaman memiliki rambut yang pendek akan tetapi dengan penampilan nya saat ini tidak di ragukan lagi ia merupakan salah satu pemuda paling tampan di kekaisaran.
“Erik apa adikmu selalu berpakaian seperti itu ketika dia menghadiri pesta dari bangswan lain.” Kata pangeran Zen tanpa ekspresi.
Erik yang di Tanya hanya bisa menghela napas. Jujur ia juga sedikit risih dengan gaya penampilan adik nya ini sebenarnya adik nya lumayan cantic tanpa harus memakai riasan yang tebal dan memakai pakaian yang terlalu gelamor itu. Akan tetapi entah kenapa sejak ia resmi menjadi tunangan pangeran kebiasaan nya ini palah semakin parah pernah ia tegur tapi ia palah ngeyel dan tidak menanggapi.
“Haah sayang nya iya pangeran.” Kata Erik sambil jujur.
“Yang bener saja. Apa ia tidak sadar kalau dandanan nya terlalu berlebihan. Jujur aku sangat tidak suka dan risih melihat nya. Sejujurnya aku gak peduli dengan siapa aku akan menikah nanti akan tetapi kalau begini terus aku akan berfikir ulang menenai pertunangan ini.” Kata Pangerandengan tegas.
Erik yang mendengar pernyataan pangeran Zen pun hanya memaklumi dan menerima karena memang itulah kenyataannya yah kalau ia adalah Pangeran Zen ia pasti juga akan melakukan hal yang sama.
“Oh masih dan tidak akan ku lupakan.” Kata Erik dengan wajah yang sedikit suram.
“Ada apa dengan mu Rik. Kalu ada masalah ceritalah kau adalah sahabat ku kita berbagi susah dan senang bersama.” Kata Pangeran pada Erik.
“Terimakasih Zen. Kamu memang sahabat terbaik ku.” Kata Erik penuh rasa sukur.
“Oh ya dari katamu tadi tampaknya kamu tau banyak tentang gadis itu Rik. Jujur sejak aku pertama kali bertemu dengan nya aku masih kepikiran tentang nya bahkan setelah bertahun – tahun Rik sempat beberapa kali aku mencari identitas nya tapi tetap tidak terlacak dan sampai sekarang pun dalam mimpiku gadis itu kerap hadir dan lama – kelamaan itu benar – benar menyiksaku kau tau.” Kata Pangeran fruatasi.
Erik yang melihat perubahan sikap sahabatnya ini pun hanya bisa terdiam dan menghela napas saja.
“Gimana ya. Jujur saja aku tau ia siapa sebenarnya.” Kata Erik pada pangeran Zen.
“Kalau begitu katakana jangan membuat aku penasaran.” Desak Pangeran Zen pada Erik.
“Ok ok sabar. Sebelum itu apa kau tau kalu aku mempunyai adik lain selain Ayuni dan kenapa ia menghilang.” Kata Erik pada Pangeran.
__ADS_1
“Ya jujur aku tau memang siapa di kekaisaran ini yang tidak tau kisah yang sangat terkenal itu bahkan sampai sekarang. Tunggu jangan bilang.” Kata Pangeran yang awalnya santai menjadi kaget ketika tau arah pembicaraan Erik.
“Betul gadis yang anda tabrak di desa perbatasan adalah adik ku Renata. Dan sepertinya anda sudah jatuh cinta kepadanya aku bisa tau hanya dengan mendengar ceritamu itu.” Kata Erik dengan expresi penyesalan.
Sebenarnya ia sangat menyesal dulu karena sempat membenci adik nya tersebut dan menganggap kalu Adiknya adalah biang masalah akan tetapi dengan bertambahnya umur dan pikiran nya lebih dewasa ia perlahan sadar kalu Renata tidak bersalah.
Renata hanya gadis kecil kesayangan ku ia adalah gadis yang imut dan penurut yang selalu membawa keceriaan di keluarga ini yang memang seperti gunung es. Ia hanya anak yang termakan oleh takdir memang siapa si yang ingin menjadi pecundang. Pasti tidak ada kan. Begitupun dengan Renata ia juga gak ingin menjadi pecundang Ia hanya mendapat takdir yang buruk.
Dan seharus nya aku dan keluargaku membantu menguatkan bukan palah menyiksa dan mengusirnya seakan – akan ia hanya akan membawa nasip buruk saja. Aku sangat menyesal, saat aku sadar aku sebenar nya ingin mencari keberadaan pengasuh Renata yaitu Aram dan Lina akan tetapi ketika ia menemukan nya Renata sudah pergi dan tidak bersamanya lagi.
Apalagi setelah kudapati beberapa fakta yang membuat aku lebih merasa bersalah yaitu tentang perlakukan keluargaku yang keterlaluan pada Renata dan tentang pertemuan ku dengan gadis yang di tabrak pangeran yang ternyata adalah Renata.
Adai saja ia tau itu adik nya ia akan membawa dan melindunginya ke tempat dimana tidak ada yang bisa menyakutinya lagi akan tetapi penyesalan hanya tinggal masalalu ia hanya berharap juka adiknya ini dalam keadaan yang baik dan dapat meraih kebahagiyaan nya dan kalu di berikan kesempatan Ia sangat ingin bertemu walau hanya sekali dan meminta maaf pada nya.
Sedangkan Pangeran yang mendengar perkataan Erik pun ahirnya tersadar kalu ia selama ini sudah jatuh kedalam pesona gadis tersebut yang ternyata adalah mantan tunangan nya. mendapati fakta itu bukan nya lega palah membuat ia makin fristsi karena iya sangat menginginkan gadis itu menjadi milik nya belum pernah ia merasakan perasaan yang ia rasakan saat ini.
Perasaan suka yang sampai membuat aku hampir gila dan sampai mempengaruhi mut ku setiap saat jujur semakin di ingat semakin besar keinginan untuk memilinya yang tanpa aku sadari kalu aku sekarang sangat terobsesi pada gadis itu.
“Payah.” Kata Pangeran dalam hati.
Sedangkan Erik yang melihat gerak – gerik dari sahabat nya itu hanya memaklumi karena memang pesona dari Renata saat itu sangat kuat bahkan padanya sempat ia juga mengalami apa yang Pangeran rasakan tapi setelah mendapati fakta itu lama kelamaan rasa itu pergi.
Lagi pula dari pengalaman – pengalaman nya saat ini tidak ada perempuan yang dapat menyaingi kencantikan Renata padahal saat itu ia menggunakan pakaian yang sangat sederhana dan terkesan jelek apalagi dengan badan yang agak kotor dan bayak nya keringat, bukan nya jijik palah menambah kesexsian dari Renata yang memang memiliki bentuk tubuh yang sangat bagus sehingga mampu membuat orang yang meliht nya ngebleng atau mematung jadi ia wajar dengan apa yang pangeran alami. Palah ia akan menganggap aneh jika pangeran hanya biasa – biasa saja.
Sedangkan di dalam sebuah gua terlihatlah seorang wanita yang canticnya diluarnalar yang saat ini sedang bersantai sambil menikmati cemilan yang ada di pangkuan nya. namun tiba – tiba ia merasa hidungnya gatal dan ahirnya bersin beberapa kali.
“Hacim hacim hacim!” Suara bersin Renata.
“Ada apa Master.” Kata Mio yang kawatir Masternya masuk angin.
“Ah tidak apa – apa santai saja.” Kata Renat biasa aja.
“Apa mungkin ada yang lagi ngomongin Master.” Kata Mio pada Renata lagi.
“Jangan percaya hal – hal kaya gitu. Itu hanya mitos.” Nasehat Renat pada Mio.
“Hm master gak seru.” Kata Mio kecewa.
__ADS_1
“Hah~.” Renata Hanya bisa menghela napas melihat tingkah Mio.