
Pagipun tiba dan Aslan sudah selesai merapukan tenda yang kemudian di masukan ke cincin ruang nya, setelah selesai ia lengsung memutuskan untuk melanjutkan perjalanan untuk mencari target buruan. Setelah mencari kesana – kemari ia sanasekali tidak mendapati Best sama sekali sehingga ia memutuskan untuk istirahat di bawah pohon.
Setelah sampai di sana ia langsung menduduki Pohon tumbang yang memang sudah ada di sana. Tapi ketika ia mensusukinya pohon tersebut sangat lunak dan lembek dan tidak lama kemudian ia begerak. Otomatis Aslan lagsung panic dan dengan cepat menjauh setelah jarak antara ia dan si mahlik tadi cukup jauh ia langsung melihat ke arah mahluk aneh tadi.
Dan ternyata mahluk itu adalah seekor cacing yang besarnya seukuran Mobil dan terlihat menjijikan dan di kulitnya sudah di tumbuhi banyak lumut. Cacing tersebut tidak berbahaya akantetapi tetap itu membuat sang pangeran memucat dan beberapakali muntah sangking jijik nya. dengan pengalaman itu ia sekarang menjadi terauma kalau ingin duduk di pohon yang tumbang apalagi yang sudah lumutan.
Setelah mengalami kejadian itu ia memutuskan untuk melewatkan makan siang nya yang ia akan lakukan tadi tapi karena kejadian tadi ia jadi tidak bernapsu. Hirnya hari sudah mulai sore dan akan mulai petang.
Ketika ia sedang mencari tempat yang lumayan aman dan lapang ia menemukan sesosok moster yang memiliki bentuk homonoit atau seperti manusia akan tetapi ia memiliki bentuk tubuh yang besar dengan satu mata di tengah judatnya. Dan nama moster itu adalah Saiklop moster yang memiliki reng sangat tinggi yaitu A+ sehingga membuat Aslan was – was.
Aslan sebenarnya masih berani melawan moster level ini tapi kalu Saiklop ia memang angkat tangan karena mereka memiliki kebijakan dan juga memiliki beberapa keunggulan lain seperti kulit yang keras, tenaga yang kuat dan memiliki Skill yang sangat merepotkan yaitu dapat mengeluarkan laser dari matanya sehingga orang yang terkena dapat berakibat fatal.
Dengan melihat banyaknya keunggulan di atas membuat si Aslan memutuskan untuk memilih kabur sebelum ia meyadarinya iapun menggunakan Skill Sedow Step nya untuk pindah sejauh mungkin. Setelah sampai ke target yang ternyata pohon yang jaraknya 200 meter dari tempat ia berdiri ia merasakan kelegaan.
Tapi belum satu menit ia menghirup udara segar ia merasakan kerisis yang sedang mengancam nya yang asalnya dari atasnya. Iapun dengan reflek menghindar tanpa menoleh kearah sumber, setelah melompat ke permukaan tanah ia langsung melihat mahlik yang meyerang nya yang ternyata seekor belalang sembah.
“Pantesan susah di deteksi. Lawanya dia.” Kata Aslan sepontan.
Kemudian si belalang mendesis ketika mangsanya berhasil kabur dan dengan sekejab ia langsung menghilang tanpa meninggalkan jejak. Aslan yang melihat itu langsung waspada karena Best yang di lawan nya bukan kaleng – kaleng ia adalah Best tipe assassin juga sama seperti nya apalagi Skill dia yang bernama Mimikri yang memungkinkan ia untuk merubah warna kulitnya nsama dengan lingkungan nya sehingga memiliki efek seperti tembuspadang sangat merepotkan.
__ADS_1
Lalu ia mengedarkan mana dari tubuh nya untuk mencari lokasi Best itu berada ia terus melakikan itu walau boros tapi ia tidak memiki pilihan lain karena sekali ia melakukan kesalahan nyawa taruhan nya. setelah mengedarkan mananya ia dapat melihat posisi moster itu berada tapi ia sangat kaget karena si belalang sudah ada di belakang nya dan sudah siap untuk mengeksekusinya.
Reflek ia langsung mengambil pisau nya untuk menahan lengan si belalang sehingga terjadi benturan antara keduanya yang menghasilkan suara yang nyaring hasil dari adu senjata dari keduanya membuat Aslan terpelanting kebelakang sejauh tiga meter.
Setelah mendarat ia melihat pisaun yang sudah hampir terpotong. Merasa menggunakan pisaunya tidak berguna ia kemudin mengambil tongkat sihir di cincin penyimpanan nya dan mulai merapal mantra yang kali ini ia membuat pelindung sihir yang melapisi semua tubuhnya karena ketika dalam mode penyihir pertahanan nya sangat lemah.
Setelah persiapan selesai ia tidak merapal sihir karena terlalu lama apalagi yang ia lawan adalah tipe assassin yang menjadi kelemahan setiap penyihir di dunia. Ia langsung mengganti tongkat sihir dengan kertas jimat yang ia gunakan adalah jimat level 2 yang terdiri dari tiga kertas. Setelah ia mengunci target ia langsung mengaktifkan kertas jimat tersebut dan dengan cepat kilat jimat tersebut memunculkan linggkaran sihir kearah target dan di lingkaran itu muncul pisau angina yang sangat banyak selama 20 detik sehingga si target Cuma bisa bertahan ketika di berondong serangan mengerikan itu.
Setelah 20 detik serangan berahir dan memeunculkan sosok belalang sembah yang sangat memperihatinkan dengan ia kehilangan satu lengan nya dan beberapa kaki nya. ia yang sudah memiliki rencana yaitu merapal mantara ketika si Belalang di beronding serangan jimat sehingga ketika serangan selesi ia hanya tinggal finising saja.
Setelah mantra siap iapun langsung meluncurkan serangan itu yang ternyata serangan dengan basis gelap sebagai sumbernya serangan itu sama dengan yang biasa di pakai Mio tapi bedanya Aslan hanya bisa memunculkan satu pisau saja setiap mantra nya. tidak seperti pisau angai yang sangan tajam pisai berbasus gelap lebih berutal lagi karena ia bersifat merusak yang teramat sangat.
Sfx : Bumm (suara tabrakan benda keras).
Setelah debu hilang terlihatlah kondisi belalang yang terlihat mengenaskan karena separuh badan nya sudah hancur dan menyisakan bagian atasnya saja yang masih utuh.
“Huuf untung selamat. Tadi itu hanpir aja. Dan hilang sudah uangku, apalagi meteril nya Cuma tinggal setengah sayang – sayang.” Kata Aslan mengeluh.
Setelah selesai Aslan memutuskan untuk mencari tempat aman terlebih dahulu karena tangan kanan yang ia gunakan untuk menahan serangan belalang tadi geser sehingga ia membutuhkan waktu untuk meyembuhkan diri.
Setelah ia pikir – pikir ia memutuskan untuk terus maju karena ia telah sangat dekat dengan padang rumput perbatasan dengan Hutan lonceng. Ia sangat hati – hati kali ini karena ia sadar kalau pada malam hari di hutan ini banyak best nya yang aktif di banding siang. Sering beberapa kali ia bertemu Best yang menghadang jalan nya tapi dengan skill sedow step nya ia dapat melewati dengan aman.
__ADS_1
Hingga pada malam hari ahirnya ia berhasil sampai ke tempat itu. Setelah sampai tampa menunda ia langsung meminum ramuan Potion level sedang karena luka yang ia alami adalah luka dalam jadi potion penyembuh biasa tidak akan cukup tapi sebagai gantinya ia akan sangat mengantuk sebagai efek samping nya di perkirakan ia akan bangun besok saat sore hari.
Hari telah berganti kemudian pagipun tiba, kemudian siang dan terahir sore hari Si Aslan yang saat ini ada di atas pohon isteirahat setelah meminun Potion kemarin ahirnya menunjukan gelagat untuk bangaun dari tidurnya.
Tapi ketika ia akan bangaun ia sayup sayup mendengar suara air padahal di tempat ini tidak ada air sama sekali ini di hutan yang di mana tempat air terdekat sangat jauh mustahil suaranya sampai di tempat ini. Karena penasaran ia langsung cepat – sepat membuka matanya. Tapi ketika ia membuka matanya ia sangat terkejut karena ia melihat pemandangan yang seharusnya tidak ia lihat.
Entah itu berkah atau mukjizat ia melihat seorang pidadari sedang mandi di depan nya dengn telanjang bulat tanpa sehelai kainpun dan ia dapat melihat semuanya tanpa terkecuali dari wajahnya, kulitnya, bodinya dan dua benda besar yang memantul di dadanya entah apa tapi terklihat empuk untuk di pegang.
Dengan adanya pemandangan yang seperti itu ia sampai tidak dapat mengedipkan matanya saat ini takut ini hanya mimpi. Dan ketika melihat bentuk daun telinga dan dadanya ia langsung sadar kalau itu adalah ras yang di ceritakan Tetua beberapa bulan lalu sehingga ia pikir saat ini ia sedang bermimpi.
Tapi saat ia sedang berjalan ke depan supaya lebih dekat dan jelas untuk mengintip sialnya ia salah menginjak ranting dan terjatuh.
Sfx : Brug(suara Aslan yang jatuh).
“Aaaah sakit.” Teriak Aslan karena terjatuh dari atas pohon dan baru sadar kalu ia tidak sedang bermimpi.
Dan Gadis yang di intip Aslanpun yang ternyata Renata sadar dan kemudian berteriak ketika melihat nya.
“Aaaa Hentai!!! Berbalik!!!” Kata Renata yang langsung berjongkok sambil menyembuyikan asetnya biar tidak terlihat walau percuma.
“YA . ya . .ya Nona.” Kata Aslan patuh karena panic seningga ia tergagap.
__ADS_1