Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Tekat


__ADS_3

Ch. 23 - Tekat



Aram & Lina Pov


Sementara Renata yang sedang menghindari para penculik. Aram dan Lina sekarang sedang  bingung mencari keadaan Renata saat ini.


“Lin dimana terahir kali kamu menyadari kalau kamu sudah tidak bersama nona?”


“Aku juga gak tau! aku lupa! Gimana ni Ram. Gimana kalau nona kenapa – kenapa. Ini semua salahku! Karena aku lalai tidak akan jadi seperti ini. “ Kata Lina dengn frustasi dan hampir menangis karena menganggap semua adalah salah nya.


“Lina! tenang lin menangis tidak membantu kita untuk menemukan nona. Kita harus tenang pada saat ini. Aku tau kamu pasti kawatir. Karena aku juga sama. Jadi tenang lah. “ Kata Aram menenangkan Lina yang hampir tidak terkendali.


Setelah Lina sudah mulai tenang mereka langsung berpencar demi untuk mencari nona nya yang keberadaan nya belum di temukan. Beberapa kali Lina dan Aram bertanya kepada para pedagang, barang kali ada yang pernah melihat gadis dengan ciri – ciri seperti nonanya, akan tetapi setelah beberapa kali bertanya dia sama sekali tidak mendapatkan informasi yang ia butuh kan.


Hingga ahirnya hampir hari menunjukan kalau hampir petang. Aram dan Lina pun berkumpul kembali ke tempat yang telah di sepakati yaitu di alun - alunn desa. Dan ketika mereka tiba di sana mereka mendapati seorang gadis yang menggunakan kerudung sedang duduk di tepian air mancur dan terlihat sedang menunggu seseorang.

__ADS_1


Setelah berdiskusi ahirnya Aram dan Lin memutuskan untuk mendekati nya karena prawakan gadis tersebut mirip nona nya walaupun pakaian nya cukup kotor dan kerudung yang di gunakan sangat lusuh dan tidak mirip dengan kerudung yang di gunakan Renata terahir kali akan tetapi dalam hati Aram maupun Lina sangat berharap kalau itu adalah Nona nya.


Setelah jarak satu meter dari sosok gadis tersebut Lina memberanikan diri untuk membuka mult nya.


“Apakah ini Nona Renata ?” Kata Lina pada sosok gadis tersebut.


Setelah Lina mengatakan itu sosok yang diduga adalah nonanya lagsung menoleh. Dan setelah menoleh ternyata benar itu adalah nona nya. Langsung saja ia memeluk nona nya untuk mengobati rasa kawatir yang mengganjal bebrapa saat yang lalu.


Pov End


Flesbek ke Renata setelah kabur dari rombongan pangeran.


“Huuuh untung sudah aman. Tapi ….. aaaahhh apa - apaan tadi itu!!! ” Teriak Renata setelah mengingat kejadi an beberapa saat yang lalu.


“Malu nya. Kok bisa si begitu ya? Ini pasti kerjaan Dewa pasti. Terkutuk lah kau Dewa! Aaah bodo amat lah. “ Kata Renata dengan wajah yang sangat merah.


“ Oh ya ngomong – omong kok ada yang aneh ya. Kenapa mereka semua diam pada saat aku menabrak pemuda itu??? Aneh. Anu tapi jujur kok rasanya enak banget ya kalau ada orang yang menyentuh anu ku rasanya tu geli – geli gimana gitu uuuuh.” Kata Renata sambil memegang punya nya (tau lah ya )dan membayang kan peristiwa yang menimpa beberapasaat yang lalu.

__ADS_1


“Oh tidak! tidak! tidak! Renata jangan sampai kamu jadi bict. Inget jati dirimu yang sebenar nya!! Heem pokok nya aku harus menjadi orang yang kuat dan bisa menjaga diriku sendiri. Karena ternyata dunia ini lebih kejam dari yang aku kira.“ Kata Renata menasehati dirinya sendiri.


Walaupun begitu ketika membayangkan kejadian itu entah kenapa membuat tubuh nya terangsang dengan sendirinya. Setelah menyemangati diri nya Renata memutuskan untuk mencari jalan menuju ke alun – alun Karen disana adalah tempat yang aman menurut nya.


Setelah beberapa langkah Renata menyadari kalau ia sudah tidak memakai kerudung untuk menutupi wajah nya, setelah melihat rambut nya terurai bebas. Sehingga ia memutuskan untuk mencari kain apa saja demi untuk menutupi wajah nya karena ia sudah menyadari potensi bahaya dari wajah yang di miliki nya saat ini.


Bayangkan saja ketika Renata memakai kerudung saja sudah bertemu orang jahat apalagi ketika tidak. Sudah pasti akan menjadi incaran orang se desa pasti nya. Setelah beberapa saat ahirnya ia dapat menemukan kain yang kebetulan tergeletak di tepi jalan di gang sebelah penginapan entah itu penginapan apa.


Untung pada saat sebelum Renata sadar kalau ia tidak memakai kerudung dalam keadaan sepi jadi dia aman. Setelah menggunakan kerudung Renata memutuskan untuk melanjutkan pencarian nya dan setelah hari hampir petang Renata berhasil sampai ke alun – alun dan memutuskan untuk beristirahat sambil menunggu Aram atau Lina karena ia percaya ia akan bertemu mereka di sini.


Setelah beberapa saat ahirnya apa yang Renata pikirkan terjadi juga ketika ada yang memanggul nya dari arah belakang dan ketika menoleh ternyata adalah pelayan nya yaitu Lina dan di belakangnya juga ada Aram. Setelah nya Linapun memeluk Renata dengan sesegukan karena senang bisa menemukan Renata dalam keadaan yang selamat.


Setelah menemukan Renata merekapun memutuskan untuk kembali ke rumah karena hari sudah menunjukan petang dan merekapun sudah sangat lelah baik itu mental ataupun fisik kaena peristiwa tadi.


…………………………………………………………………………………………………………………………………………………….....


Dari Auter novel ini :

__ADS_1


Yang pertama saya ucapkan terima kasih untuk yang membaca novel ini walaupun masih sangat jauh dari kata bagus menurut saya. karena masih dalam tahap belajar juga jadi mohon untuk para pembaca apa bila memiliki saran ataupun keritik mohon untuk di utarakan saja saya sebagai pengarang sangat berterimakasih apa bila mendapatkan arahan ataupun keritik yang bersifat membangun dari pembaca sekalian. Dan juga saya mengucap kan bayak maaf apa bila update nya tidak menentu karena memang saya lagi focus untuk cari pekerjaan jadi tidak terlalu focus pada novel nya pada saat ini.


Dan buat semua nya saja mohon dukungan nya. tidak ngelike tidak apa –apa, tidak komen tidak apa –apa, tidak ngevot juga tidak apa –apa. Sudah mau berkunjung saja saya sudah senang. Sekali lagi terima kasih. Dan mohon doa nya supaya cepet dapat kerja ya amin .


__ADS_2