
“Tunggu tunggu . . Penjaga Taman apa itu? Jelaskan. “ Kata Renat penuh rasa ingintau yang sangat besar.
“Huuuf… Baiklah kalau kamu memaksa- nya penjaga taman adal~…” sebelum Mio berhasil menyelesaikan perkataannya tiba – tiba Renata menyela dan sukses membuat banyak perempatan didahi Mio terbentuk.
“Setop setop . . sebelum itu apakah tidak bahaya kita ada di sini ? “ Kata Renata sambil melihat ke arah ular penjaga taman itu.
“Master itu ya bisa sopan sedikit gak si-nya!! Hargai aku sedikit dong. Kalau ada yang bicara jangan asal potong huuh dan satu lagi si ular itu tidak akan kemana – mana kecuali kita dalam jangkauan serangan nya. “ Kata Mio kepada Renata dengan menggebu – gebu.
“Santai dong mas gak – u – sah – pake OTOT!!!!!! “ Teriak Renata gak mau kalah.
“Sudah lah aku kalah, aku kalah bener – bener adu mulut sama anak kecil memang menguras emosi saja-nya dan aku Embak bukan Mas camkan itu huuh. Sampai mana tadi ya? “
“Sampai Adal~…… hem em em ha ha ha . . . Maaf maaf maaf aku Cuma bercanda jangan nagis dong aduh gitu aja nagis malu sama umur.” Kata Renata setelah melihat Mio yang hampir mewek karena di ledek Renata.
“ Udahlah aku gak bisa diginiin – nya mending aku ganti master aja hu hu hu master jahat hik . . . “ Rengek Mio dalam fersi mini nya sedangkan Renata yang melihat exspresi Mio hany bisa tertawa terbahak – bahak di buat nya.
15 menit kemudian.
Setelah keadaan kondusif si Mio ahirnya mau menjelaskan apa yang ia ketahui tentang mahluk itu tentu saja dengan bujuk rayu dan dengan bumbu penyuapan berupa sepuluh porsi ayam hutan panggang buatan Renata sehingga membuat dia tidak dapat menolak penawaran dari Renata.
“ Hik . . . Maubagai mana lagi kamu memang gak bisa apa – apa tanpa aku – nya hik hik . . “ Kata Mio yang masih sesenggukan.
“Oh~ Nona Mio yang agung maafkan hambamu ini yang lalai sehingga membuat dikau berlinang air mata jadi mohon dikau memberi hambamu ini maaf dan beberapa pencerahan. “ Kata Renata dengan terpaksa sebenar nya tapi demi mengembalikan mut dari Mio ia bahkan rela menjilat ia dengan kata – kata yang hampir membuat nya muntah huuuu weeeek.
“ Ya aku memang agung ha ha ha. Bagus sekali nak ahirnya kamu menyadari betapa mempesona nya aku ini- nya wa hahahaha Ha!!! “ Kata Mio sambil membusungkan dada nya seolah – olah dialah penguasa dunia.
“Seperti yang di harap kan dari Penguasa malam Sangat keren ha ha ha.” Kata Renata sambil memeggang perut nya karena menahan tawa yang hampir pecah dalam hati Renata (“tahan Renata kamu hebat, kamu kuat jangan sampai tertawa tahan tahan tahan sebentar. Tapi bener – bener deh aku rasanya mau mati kalau begini terus. Huuf ijin kebelaang sudah gak kuat angkat tangan aku. “).
“Nona Mio boleh hambamu ini ijin ke kebelakang karena hambamu ada panggilan alam. “ kata Renata yang sudah tidak kuat menahan tawa.
“Huuh Hebat sekai kau dapat panggilan alam bahkan aku dulu yang telah menjadi penguasa Best aja gak pernah tu di panggil – panggil ?” Kata Mio penuh keheranan.
__ADS_1
“Ha~aah!!! Sudahlah aku gak kuat lagi sampai nanti.” Kata Renata yang memang sudah pada batas nya, dan langsung tancap gas lah dia.
“Oh Master kalau ketemu penguasa alam tolong sampaikan salamku ya~ jangan lupa-nya.” Kata Mio dengan setengah berteriak karena jarak antara dirinya dan Renata sudah cukup jauh, sedangkan Renata yang mendengar itu tersentak dan tawa nya sempat lolos walau sedikit.
“puuuft ha ha ha Aaaaah!! peduli setan!!!”
“Kenapa dengan Master ya aneh. “ Kata Mio melihat tingkah aneh Renata tadi.
15 menit kemudian Renatapun kembali dengan badan yang agak kotor rambut yang sedikit berantakan, wajah yang memerah serta bekas airmata di sekitar mata nya secara keseluruhan saat ini penampilan Renata seperti orang yang habis di perkosa walau tidak di pungkiri dengan penampilan saat ini palah menambah pesona nya, ya tambah sexsi lah pokok nya. Jika saja ada kaum adam yang melihat nya saya yakin 100 % tidak tidak 500% masih belum cukup 1000% la ini baru cukup semuanya pasti langsung masik rumahsakit karena kekurangan darah.
“Master apa – apaan penmpilanmu itu anda habis di perkosa ya? “ Kata Mio dengan polos nya tanpa dosa.
“Mulut tu dijaga. “ Kata Renata sambil menghadiahi buah tangan tepat di kepala mio sangking kesel nya.
“Aou~ sakit master.” Protes Mio pada Renata.
“Sudahlah jadi jelaskan saja apa itu Penjaga Taman.” Kata Renata yang sudah kesel karena lamanya waktu hanya untuk mengetahui informasi sepele ini.
“Ok lah jadi begini. “ Jelas Mio pada Renata yang dengan patuh mendengarkan di depan nya.
“ Oh begitu jadi intinya Moster eh salah maksud nya Golm penjaga taman adalah golem tipe kayu/tanaman dengan fungsi untuk menjaga markas ataupun peninggalan dari ras Elf pada jaman dulu yang biasa nya berupa taman dengan banyak tanaman sihir didalam nya begitu. “ Kata Renata setelah mendapatkan penjelasan dari Mio.
“Jadi bagai mana kita mengalahkan nya supaya kita dapat menguasai harta di dalam nya. “ Kata Renata dengan kiltan keserakahan di mata nya sehingga membuat Mio sedikit menjaga jarak dari nya.
“Huuh golem ini adalah golem tipe penyergap, ia akan bereaksi apabila mangsanya ada di area jangkauan nya. Dan yang paling efektif adalah serangan jarak jauh apalagi apabila serangan itu berelmen api atau kegelapan jadi apa kamu punya serangan yang epic untuk mengalah kan nya secara kau kan penyihir elmen tanah. “ Kata Mio sedikit meremehkan.
“hee apa – apa matamu itu gini – gini aku tu kuat lo kalau soal memusnahkan aku jago nya. “ Kata Renata takterima dia di remehkan.
“EHeh~ pembual. Siapa tu tadi yang panic, ada moster mio~ ada moster kabur. Sambil mewek karena sangking takut nya. “ Kata Mio songong.
“He`~ kalau menghina tu kira – kira dong. Ku buktikan ya kubuktikan bukak matamu, hatimu dan siapkan mentalmu supaya jangan sampai mati karena terkejut huuh. “ Kata Renata sambil melangkah kedepan beberapa langkah.
__ADS_1
“Oh begitu dengan senang hati aku melihat nya Fu fu fu. “ Kata Mio masih meremehkan.
(“Awas aja ya lo ku buat lo serangan jantung sangking terkejut nya. Liat aja nanti gi mana exspresi nya. Ok ok tenang Tarik napas keluarkan sekali lagi dan konsentrasi.”)
Sedangkan Mio yang saat ini mengamati dari kejauhan apa yang Renata sedang ia buat.
Selama beberapa detik derjadi keheningan akan tetapi bagi Mio yang dapat melihat mana sama baik nya dengan Renata hanya bisa tercengang kala ia dapati kalau mana di sekitar nya mulai berkumpul ke satu objek yaitu Renata tanpa Renata sadari bahwa ia saat ini sudah membuat tornado mana fersi kecil di sekitar nya siapa yang gak kaget coba.
Setelah beberapa menit kemudian tornado itu mulai surut dan berangsur – angsur menghilang dan di gantikan dengan penampakan Renata yang berubah menjadi superseiya fersi 1 saat ini ia di kelilingi cahaya keemasan di sekitar nya matanya pun memancarkan cahaya keemasan seperti akan mengeluarkan laser.
Tubuhnya agak terangkat beberapa jengkal dari tanah seakan melayang dan rambut nya yang panjang seperti melawan grafitasi sehingga menambah kesan aneh. Kok aneh ya Ya pokonya gitu lah dan semua itu tidak luput dari penglihatn Mio yang saat ini memang ada tidak terlalu jauh dari nya.
Setelah beberapa saat Renata tidak membuat gerakan ahirnya ia membuat gerakan melingkar dengan tangan nya dan di ulanginya sampai tiga kali setiap lingkatan nya semakin lama semakin mengecil dan letaknya ada di dalam longkaran yang paling besar dan di sela - sela setiap lingkaran Renata kemudian menulis beberapa symbol yang kemungkinan besar adalah Bahasa peri kuno.
Dan semua tulisan itu ditulis dengan memadatkan mananya sendiri di udara sehingga dapat terbentuk lingkaran sihir yang sangat rumit apalagi Renata hanya membutuhhkan waktu 2 menit untuk membentuk dan 5 menit untuk persiapan dan bingo setelah 7 menit kenudian terbentuk lah sebuah lingkaran sihir yang sangat megah, bersinar dan berkilau seperti emas.
Setelah selesai Renata kemudian mengambil satu lingkaran terkecil di dalam lingkaran sihir tersebut.
Dan ajaibnya ia langsung menempatkan diri di bawah tangan nya sedangkan untuk yang besar secara otomatis langsung terbang menuju ke atas ular tersebut, setelah semua ada pada posisi yang di inginkan Renata. Rnatapun tiba – tiba melukai sedikit jempol nya sehingga darah nya menetes ke dalam lingkaran yang lebih keci.
Ajaib itulah kata – kata yang pantas untuk semua peristiwa yang Renata buat tadi itu sehingga membuat Mio hanya bisa mematung tanpa bisa berkomentar apa – apa. Setelah darah meyatu dengan lingkaran sihir yang ada di bawah tangan Renata tiba – tiba Lingkatan itu dengan gila nya menyedot mana yang ada di sekitar lingkunga tersebut hingga beberapa kilo meter jauh nya dan lingkaran yang ada di atas ular tersebut juga bereaksi dengan semakin banyak mana yang di sedot oleh lingkaran kecil maka semakin besar pula < ok biar gampang kita sebut lingkaran besar sebagai lingkaran induk saja > lingkaran induk sehingga hanya setengah menit saja lingkaran tersebut sudah derukuran 15 meter.
Setelah dirasa cukup Renata pun menghentikan penyerapan oleh lingkaran kecil dan dengan gerakan tangan dan kata dari Renata lingkaran pun aktif.
“AKTIFKAN.” Kata Renata dengan lantang.
Setelah Renata mengatakan itu lingkaran induk tib – tiba mengeluarkan hujan dengan warna abu – abu dan kalau dilihat sekilas hujan itu tampak biasa saja dan terlihat tidak berbahaya apa lagi intensitasnya hanya seperti gerimia saja. O o ot tunggu dulu dan apa yang terjadi selanjut nya.
Semua yang ada di bawah lingkaran semuanya tanpa terkecuali membatu baik itu Ular Penjaga Taman, Pohon, Rumput, Serangga bahkan Batupun ikut membatu.
< fantastis gaktu memang gila tu Renata.>
__ADS_1
Dan begitulah setelah semuanya dirasa cukup Renata pun menghilangkan lingkatan sihir yang di buatnya tersebut.