Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Ch.65- Sudut Pandang Aslan


__ADS_3

Aslan Pov.


Setelah kami meninggalkan Renata kamipun pergi ke tempat yang di sepakati yaitu di sebuah pohon yang jaraknya mungkin Cuma 60 atau 50 meteran dari tempat Renata.


 


Efx: Pooof(nggap aja suara ketika sampai di tujun dengan kemampuan Sedow step biar mirip kaya di Naruto).


 


Ahirnya akupun sampai di tujuan dengan sangat cepat, ku pikir aku adalah yang tercepat dan ternyata dugaanku salah karena di sana sudah ada Mio yang menungguku dengan wujut harimaunya yang juga terkejut.


 


“Kamu bisa menggunakan Skill Sedow Steep ya?” Tanya Mio heran karena skill ini sangat jarang orang bisa memilikinya.


 


“Ya begutulah.” Jawab Aslan seadanya.


 


“Kamu juga sangat cepat karena bisa mendahuluiku, apakah kamu memiliki skill teleportasi?” Kata Aslan lagi.


 


“Bukan – bukan sama sepertimu aku juga memiliki skill Sedow step tapi mungkin karena aku lebih mahir.” Kata Mio bangga.


 


“Begitu ya. Senang bertemu dengan orang yang memiliki kesamaan.” Kata Aslan ramah.


 


“Begitu juga dengan ku.” Jawab Mio.


 


Tapi ketika mereka sedang ngibrol terdengar suara ledakan dari tempat Renata tadi.


 


Efx: Buum(suara benturan yang sangat besar).


 


Aslan yang sedang berbincang dengan Mio pun langsung menoleh ke lokasi ledakan yang ada di tempat Renata akan bertarung dengan Moster menakutkan itu. Kulihat di sana penuh dengan debu akibat ledakan yang di lancarkan salah satu pihak entah siapa karena memang sedang tidak melihat.


 


Setelah debu hilang terlihat dari kejauhan dua sosok yang sangat jomplang yang satu kecil dan yang satu besar. Di perkirakan kalau Moster itu tingginya hampir 5 meter dengan badan yang kekar serta besar  sedangkan Renata hanya 172 Cm saja. Ini benar – benar pertarungan antara manusia dan raksasa.


 


Setelah melakukan serangan perkenalan mereka diam selama 1 menitan dan kulihat kalau Renata memasukan senjatanya ke cincin Ruang nya dan sebagai gantinya ia mengeluarkan segepok kertas yang ternyata adalah kumpulan jimat.


 


“Apa !! Mio Renata dapat darimana Jimat sebayak itu.” Kata Aslan heran.

__ADS_1


 


Mio yang di Tanya mengekerutkan kening dan baru nyadar kalau Aslan memang tidak tau masternya adalah pembuat Jimat reng Master.


 


“Dia tidak membeli jimat itu tapi membuatnya sendiri.” Kata Mio datar.


 


“Apa !!! bagaimana bisa. Bukankah ia seorang Alkemis kenapa dia juga seorang pembuat jimat juga.” Kata Aslan kaget dan tercengang mengetahui fakta dari Renata yang baru ia ketahui.


 


“(fu fu fu keget kan keget kan ya pastilah, pada awalnya aku juga kaget karena masterku yang terlihat agak ceroboh itu memiliki 2 keterampilan yang amat sangat mengaggumkan bukan hanya ia Pembut Jimat tingkat Master tapi seorang Rune Master yang dapat membuat segala jenis Rune dari Jimat sampai Eray. Memang masterku yang terbaik) Bukan pembuat jimat tapi Rune Master.” Kata Mio kemudian.


 


Aslan Yang mendengar fakta yang mencengang kan inipun langsung lemas merasa kalau ia tak bisa di bandingkan dengan perempuan di depan sana. Aslan dulu percaya kalau bakatnya adalah yang terbaik di antara orang sepantaran nya bahkan iya di puji – puji karena ia merupakan yang paling kuat di antara pangeran dan putri lain di kekaisaran nya, sehingga ia menjadi sedikit sombong dengan bersikap dingin dan tidak menemptkan orang lain di mata nya. Tapi setelah melihat ini ia seperti kura – kura dalam tempurung dan meyadari kalau masih ada yang barkali kali lebih berbakat darinya seperti contohnya Renata.


 


“Bagaimana bisa.” Kata Aslan masih tak percaya dan ia tanpa sadar melihat pertarungan Renata yang sangat mengerikan.


 


“Mungkin orang lain tidak bisa tapi bagi masterku itu hal yang mudah.” Kata Mio bangga.


 


Setelah mengetahui itu ia tidak berani lagi untuk sombong di depan orang lain seperti Mio ataupun Renata karena yang terlihat di mata belum tentu sebuah kebenaran. Contoh Renata yang siapa sangka ia yang memiliki fisik yang sangat tidak proposional dan sangat tidak tepat untuk bertarung bisa mngimbangi serangan terkuat dari Saiklop itu di mana setiap serangan juga sangat cepat sehingga membuat musuhnya akan tewas seketika.


 


 


Ahirnya Jual dan beli seranganpun terjadi hingga meyebabkan bayak tanah dan pohon rusak karenanya serangan berutal mereka. Apalagi dengan keadaan sore hari serangan dari Moster itu yang memang berbasis cahaya terlihat sangat mencolok seolah – olah banyak sekali tiang cahaya yang meyerang Renata. Renata juga tidak kalah selain ia meyerang dengan jimatnya yang dapat mengeluarkan batu kerucut yang sangat tajam tapi entah kenapa gerakan Renata sangat aneh.


 


Kenapa aneh karena dalam pandangannya kecepatan yang di tunjukan Renata sebenarnya tidak terlalu cepat – cepat amat namun sedetik sebelum serangan di luncurkan, ia sudah bergerak untuk menghindarinya seakan – akan ia dapat melihat masa depan gitu. Yang membuat ia tak akan pernah kena serngan karena bingung aku putuskan untuk bertnya pada Mio yang memang sudah lama dengan Renata.


“Mio apa anda tidak merasa aneh dengan gerakan hime.” Kata Aslan penasaran.


 


“Oh ternyata kamu sadar dengan keanehan yang di tunjukan dari pertarungan ini.” Kata Mio antusias untuk memamerkan kehebatan masternya.


 


“Iya aku sangat pensaran.” Jawab Aslan.


 


“Ya mau gimana lagi ya. Daripada kamu penasaran selama hidupmu. Sini biar Mio-sama ini yang akan mengungkapkan salah satu kemampuan menakjubkan yang Master punya.” Kata Mio penuh kekaguman pada Masternya.


 


“Ehem kamu masih ingat perkataan Master tentang Reflek tingkat dewa.” Kata Mio pada Aslan.

__ADS_1


 


Aslan yang di Tanya hanya mengangguk tanda setuju.


 


“Master ku mempunyai kemampuan itu, apalagi di tambah dengan kemampun matanya yang menakutkan yang bahkan dapat menentukan arah serangan berbasis sihir sehingga semua serangan yang menggunakan sihir hampir tidak ada yang tidak ia hindari. Kamu tau sendiri kan kalau bentuk tubuh Master sangat tidak memungkinkan untuk bertarung. Selain bentuk tubuhnya yang terlalu montok sehingga mengganggu pergerakan nya apalagi dengan bentuk tubuh yang seperti itu juga memudahkan musuh untuk meyerang ke tempat yang menonjol tersebut.” Kata Mio menerangkan.


 


“Hm.” Aslan mengangguk tanda setuju.


 


“Masterku itu adalah orang  yang sangat cerdas dan waspada sehingga ia meyadari kelemahan nya saat itu. Ia sempat berfikir untuk mengembangkan kecepatan nya tapi ia mendapat kebuntuan sehingga mencari peluang lain dan ketemulah ini ” Dari pada lari mending melawan lagi serangan secepat dan sekuat apapun kalau tidak kena percuma juga” kata Master saat itu.” Kata Mio berhenti unyuk menghela napas.


 


“Kemudian ia dalam setahun mengembangkan reflek nya di sela – sela kesibukan ia meneliti Ramuan. Dan ditambah dengan kemampuan matanya, tanpa aku sadari aku sediri sudah tidk dapat meyentuhya dalam latihan. Dan seperti saat ini dapat di lihat serangan secepat atau sekuat apapun kalu tidak mengenai target atau musuh akan percuma seperti perkataan master. Dan bisa di garis bawahi kalau serangan yang saya kerhkan menggunkaan seluruh kekutan ku dan perlu kamu garis bawahi langsung . Karena kamu sepertinya orang yang baik aku akan megatakan identitas ku yang sebenarnya. Aku adalah salah satu Best penguasa yaitu Ratu penguasa malam Bleck Penter walau belum membangunkan semua kekuatanku saat ini tapi dengn pengalamanku, serngan itu jelas sangat mematikan tapi itu masih tidak dapat meyentuhnya kamu bisa bayangkan betapa mengerikn nya Reflek itu. Maka dari itu kami sepakat untuk menamakan skill Renata tadi dengan mana Skill Reflek Dewa yang memang sangat menakjubkan.” Kata Mio penuh kekaguman.


 


Setelah mendengarkan penuturan Mio Aslanpun menjadi lebuh tercengang lagi kala mendepati kemampuan Renata yang OP ini di tambah lagi dengan identitas dari Mio yang merupakan salah satu Penguasa Best yang melegenda yaitu Bleck Penter sang penguasa Malam dimana ceritanya sudah tersebar kemana – mana.


 


Tampa Aslan sadari kalau pertarungan Renata dan Saiklop akan segera berahir. Dengan keuntungan Renata tentunya karena si Saiklop itu sudah kehilangan bayak mana sehingga ia tidak dapat mengeluarkan serangan terkuatnya. Setelah mereka melakukan bayak sekali konfrontasi merekapun ahirnya berhenti dan kulihat Renata langsung meyerang si saiklop dengan jimatnya karena Saiklop sedang lengah sehingga ia terkena.


 


Tapi karena serangan Renata lemah sehingga hanya megakibatkan sedikit goresan dan si moster mundur satu langkah. Setelah seranga itu si moster terlihat sangat marah dan berlari dengan sangat cepat kearah Renata dengan tinjunya. Sedangkan Renata yang sudah siap akan Mengelak tapi  tiba – tiba ia terduduk karena suatu hal yang tidak kami ketahui karena posisi yang cukup jauh sehingga membuat kami panic dan bersiap akan menggunakan kemampuan langkah bayangan kami.


 


Tapi sebelum kami menggunakan Skill kami tiba – tiba Renata mengeluarka Pedang kayu dari cincin nya ku pikir ia gila karena takut, tapi tiba – tiba pedang tersebut mengeluarkan cahaya yang sangat meyilaikan bahkan untuk kami yang ada di kejauhan. Sejenak kami tidak apat melihat keadaan karena cahaya. Setelah kami membuka mata dan melihat medan pertarungan kami di kejutkan dengan keadaan saiklop yang mengenaskan dengan tangan nya terbelah dua dengan sangat rapi.


 


Sedangkan Renata masih di tempat dengan aman dan kulihat ia masih memejamkan matanya mungkin takut. Setelah beberapa saat Renata membuka matanya sama seperti kami ia juga terlihat kaget dan tidak percaya. Setelah itu Moster itu hendak kabur dan tentu Renata tidak mengijin kanya iapun mengeluarkan senjata panah aneh yang ia pamerkan pada saat perburuan kemarin dan menembakan ke target.


 


 


Target tidak mati tapi gerakan nya melambat Renata yang melihatnya awalnya hanya melihat tapi entah kemapa ia langsng celingak – celinguk seperti merasakan sesuatu dan dengan tergesa – gesa ia menembak panah yang kedua dan langsung membuat moster itu tepar. Setelah tepar Renata mendekatinya namun tiba – tiba aku mendengar suara Mio.


 


“Baik Master.” Kata Mio tiba – tiba.


 


Aslan yang tidak tau apa yang terjadipun hanya bingung dan sedetik kemudian Mio menghilang Aslan sempat bingung ke mana Mio pergi, tapi Beberapa detik kemudian ia muncul lagi di depan nya dengan Renata di punggung nya dengan keadaan yang penuh dengan darah.


Pov End.


 


 

__ADS_1


__ADS_2