Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Menulihkan Diri dan Kejutan


__ADS_3

Ch. 13 - Memulihkan Diri dan Kejutan


Ahirnya hari menunjukan sorehari dan Renata memutuskan untuk mensudahi latihan nya. Dia  tidak menyangka kalau latihan menggunakan mana akan sesusah ini bahkan sampai melukai dirinya sendiri.


Setelah di pikir – pikir setelah melakukan pelatihan ini. Dia harus mempelajari tentang peredaran darah dan berusaha menyesuaikan ritme jantung atau kalau bisa mengatur detak jantung karena semakin cepat detak jantung maka semakin cepat pula pengguna menyalurkan mana walaupun sedikit boros nantinya tapi bagi dirunya itu sangat penting karena dia sendiri sudah sangat yakun bahwa dia akan bisa menggunakan sihir tanpa menggunakan mantra sehingga mempersingkat waktu.


Apalagi dengan hanya membayangkan saja dia dalam satu menit mungkin dapat membuat 2 atau lebih jenis sihir yang berbeda karena tidak memerlukan rapalan sama sekali, ya walaupun penyihir alat juga tidak membutuhkan mantra tapi karena di dalamnya juga terdapat mantra yang di tulis dengan kusus yang pada ahirnya masih membutuhkan waktu untuk mengaktifkan mantra nya. sehingga pada dasarnya sama saja.


Setelah hampair mendekati petang Renata langsung kekamar nya tidak lupa memberitahukan Aram dan Lina supaya tidak menggangunya karena dia sangat lelah.


Untung Lina ataupun Aram tidak melihat keadaan Renata yang saat itu sangat memprihatinkan dengan wajah yang pucat karena kekurangan mana dan banyak kehilangan darah sehingga membuat Renata sangat kelelahan. Setelah sampai di kamar Renatapun langsung tertidur dengan nyeyak karena sangking lelah nya.


Sementara itu di dapur Lina yang sedang masak dan Aram yang membantu Lina sedang bercakap – cakap.


“ Lin tadi Nona bilang katanya gak ikut makan malam kan ?” Kata Aram pada Lina .


“ Iya memang nya kenapa?” Kata Lina tanpa menoleh karena sedang berkonssentrasi dengan masakan nya.


“ Ga apa-apa si cuman gak biasanya aja sikap nya kaya begitu.” Kata Aram sampil pose berfikir.


“ Iya si tapi mungkin nona sangat lelah setelah belajar sihir tadi.” Kata Lina pada Aram.

__ADS_1


“ Huuf  . . .  nona itu luar biasa ya dengan usianya yang sekarang suah hampir bisa melakukan suhir bahkan aku saja yang belajar di akademi baru bisa sihir pada umur 18 tahun alias dua tahun lalu tapi nona yang usianya 9 tahun sudah hampir bisa menggunakan sihir apalagi dia hanya belajar kurang dari 3 bulan.” Kata Aram dengan ekspresi yang menunjukan wajah frustasi karena menganggap dirinya kalah dengan nonanya.


“Ya menurut ku si aku sangat senang dengan ini maka nona bisa menjaga dirinya sendiri nanti. Kamukan tau sendiri bagai mana nasip nona. Huuf. . .Mungkin itulah yang memotifasi dirinya supaya segera bisa berdiri dengan kakinya sendiri.” Kata Lina dengan beberapa kali karena mengingat nasip nona nya yang kelewat tragis.


“ Mungkin benar kata mu Lin karena di setiap cobaan pasti ada hakmah nya, contonya seperti nona kita. Setelah di sia –sia kan keluarganya sekarang ia dapat menjadi jenius walaupun hanya memiliki 1 kemampuan saja. Tapi nona di berkahi paras yang kelewat cantik. Pasti nanti akan ada banyak bangswan bahkan pangeran akan bertekuk lutut di buat nya.” Kata Aram dengan mata yang berbinar penuh keyakinan.


“ Huuh siapa dulu pelayan nya.” Kata Lina dengan membusungkan dada yang ukuran nya setandar itu.


“ Emang apa kontribusi mu???” Kata Aram dengan penuh selidik.


“ Tidak ada si He he he  . . . .” Kata Lina dengan cengengesan.


Setelah beberapa saat ahirnya makanan nya pun telah matang dan Lina maupun Aram neyantap nya dengan tenang. Setelah selesi Lina membawakan makanan untuk Renata yang sedang istiraha di kamarnya dengan tenang, awalnya Lina ingin membangunkan Renata tapi karena melihat Renata yang tidur dengan sangat nyenak Linapun tidak tega dan hanya meletakan makanan di meja rias saja.


Setelah tengah malam Renata terbangun karena merasa sangat lapar karena memang belum makan malam dan ketika melihat makanan di meja riasnya Renata tanpa aba- aba langsung memakan dengan sangat cepat seperti orang yang tidak makan selama 3 hari saja.


“ Huuft ahirnya kenyang juga.” kata Renata setelah nya Renata melihat pantulan nya di cermin meja rias nya dan terlihat pantulan dirinya yang terlihat sudah mending tidak seperti beberpa saat yang lalu.


“Tetapi manaku sudah terkuras lumayan banyak ni Kayak nya aku harus meditasi untuk mengisi kembali mana yang sudah aku pakai tadi saat latihan dan untuk meregenerasi beberapa organ yang sempat terkena cedera ketika latian tadi. “ Kata Renata dalam hati.


Tidak menunggu lama Renata pun melakukan meditasi seperti kemarin tapi bedanya Renata sudah tidak kaget ketika melihat kabit mana di depan nya dan langsung menyerap nya dengan cepat tidak seperti pertama kali .

__ADS_1


Setelah dirasa cukup Renatapun memutuskan untuk melanjutkan lagi tidurnya.


Pada pagi berikut nya Lina seperti biasanya ingin membangunkan Renata yang punya kebiasaan tidur yang buruk dan tidak tau waktu.


“Nona bangun sudah pagi nona.” Kata Lina sambil menggoyang - goyangkan tubuh Renata setelah beberapa saat Renata pun bagun .


“ Iya_iya aku akan bangun. “ Kata Renata pelan sambil mengucek –ngucek matanyabeberapa kali menguap.


Renatapun bangaun sambil masih dengan keadaan sedikit ngantuk akan tetapi ada yang aneh yang di rasakan Renata.


“Lo kok ada yang aneh ya ?? seperti badan ku ada yang berat terutama di bagian depan. Ah mungkin hanya perasaan ku saja.” Kata Renata yang bersikap cuek nya.


Sedangkan Lina yang melihat nonanya saat bangun mengalami sook akibat melihat perubahan pada tubuh Renata lagi walau pun hanya pada dadanya saja. Setelah sekian lama ahirnya Linapun tersadar dan lang sung memanggil nonanya.


“ Nona !!!! tubuh nona . . . .” Kata Lina pada Renata sambil menunjuk - nunjuk kearah dadanya.


“ Apa sih Lina triyak – triyak aku ini belum budek.!!” Kata Renata yang merasa terganggu dengan teriyakan Lina dan ketika melinat Lina menunjuk- nunjuk dirinya terutama dadanya dia pun mengikuti arahan Lina dan apa yang teerjadi.


“A a a a . . . Apa ini ?!!!” Kata Renata sambil berteriak dan memegang buah dadanya yang tunbuh lebuh besar hampir mendekati G cup yang sangat tidak normal untuk Remaja seusianya.


Tanpa ba bi bu Renata pun perlari kea rah cermin dan melihat pantulan nya ketika melihat pantulan nya di cermin dan masih sama Renata pun lemas melihat perubaha pada tubuh nya yang tidak normal ini.   

__ADS_1


__ADS_2