Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Pasar 1


__ADS_3

Ch. 18 - Pasar 1


Sudah 10 hari berlalu sejak terjadinya badai selama 7 hari berturut – turut semua penduduk sudah beraktifitas seperti biasanya tidak seperti beberapa hari yang lalu yang sangat sepi karena semua penduduk mengurung diri di rumah. Untuk keluarga Renata sendiri ketika badai usai mereka memutuskan untuk menyingkirkan salju yang sudah menumpuk sampai selutut orang dewasa dan akibat nya sangat susah untuk sekedar berjalan saja karena dataran nya yang tidak setabil.


Pada dasarnya untuk membersihkan semua saljunya sangat susah dan mustahil di lakukan dalam sehari tapi berkat bantuan sihir dari Lina yang kebetulan berelmen api jadi lebih terbantu. Untuk Renata sendiri hanya membantu membersihkan sisa es yang menempel di sela – sela jendala dan pintu karena sedikit mengganggu saat di buka.


Untuk hari ini udaranya masih dingin akan tetapi di bandingkan kemarin ini lebih baik karena hanya dengan satu setelan musim dingin saja sudah cukup sedangkan kemarin ketika terjadinya badai bahkan sudah menggunakan dobel setelan yang sama akan tetapi masih sangat terasa dingin nya .


“ Kak Lina disini sudah selesai apa lagi yang bisa saya lakukan.”


“ Oh sudah ya . kalau sudah ya tinggal istirahat saja karena disinipun juga hampir selesai.” Kata Lina.


“Oi Lin nanti kita kayaknya harus ke desa ni. Mau ikut gak ? .” Kata Aram yang dating tiba – tiba sambil menenteng sekop.


“ Kak Aram boleh gak Renata ikut . soal nya sejak awal Renata dating ke sini belum pernah mempir ke desa tersebut. “ Kata Renata tiba – tiba sebelum Lina sempat mrnjawab pertanyaan Aram.


“ Hah Nona beneran mau ikut. Ginama ni Lin?“ kata Aram.


“ Yes.“ Kata Renata.


“ Mau gimana lagi. Ok nona kakak perbolehkan akan tetapi nona harus ingat pakai jaket yang berkerudung dan tutupi sebagian wajah dengan shal supaya wajah nona tidak terlihat. Di karenakan klau wajah nona sampai ada yang lihat pasti akan menimbulkan masalah yang merepot kan. Huuft  sekarang anda mengerti nona. “ Nasehat Lina pada Renata.


“Siap pak. “ Respon Renata ala tentara.


Merekapun bersiap – siap untuk ke desa gumna untuk mencari beberap rempah untuk penghangat ketika musim dingin karena mereka sudah kehabisan. Setelah semuanya sudah selesai bersiap – siap mereka pun berangkat .

__ADS_1


Setelah beberapa saat mereka ahienya sampai ke desa tersebut dan di sambut oleh penjaga pintu masuk desa.


“ Oh tuan Aram, nona Lina sudah beberapa hari tidak kelihatan bagaima kabarnya. Dan siapa yang ada di belakang kalian ini. “ Kata tuan penjaga.


“Oh tuan Cana kabar saya dan lina baik. Dan ini adalah teman kami yang baru beberapa bulan bergabung di keluarga saya. “ Kata Aram.


“ Oh begitu ya. Kalau begitu silahkan melanjutkan perjalanan anda tuan Aram.” Kata tuan Cana.


“ Terimakasi Tuan Cana.” Kata Aram.


“ Terima kasi tuan Cana.” Kata Lina.


“ Terima kasi tuan.” Kata Renata.


“Sama – sama.”


Untuk material nya di dominasi oleh rumah yang terbuat dari batu seperti kastil yang saya tempati akan tetapi jauh lebih kecil. Pemandangan ini sangat mirip dengan pedesaan di kaki gunung pada abat pertengahan di kehidupan sebelum nya.


“ bagai mana nona. Apa  bagus?. “ kata Lina sBmbil jalan.


“Bagus si tapi agak sepi ya.”


“ Oh iya si mungkin karena musim dingin jadi banyak penduduk yang enggan untuk keluar rumah. Selain itu juga di karenakan semua orang mungkin sedang berkumpul di pusat desa karena di sana ada pasar dan banyak tokoan penginapan.” Kata Lina.


“ Oh begitu ya pantas saja sepi.” Kata Renata.

__ADS_1


“ Ya walaupun begini si sudah biasa. Karena pada musim semi saja di rumah yang ada di bagian pinggir memang tidak terlalu ramai apa lagi saat musim dingi. “ Kata Aram menambahkan.


“Oh begitu ya kak Aram. Terima kasih.”


“ Oh ehem ya sama – sama nona.“ Kata Aram yang sedikit memerah setelah mendapatkan terimakasih dari Renata.


Ahirnya merekapun melewati beberapa rumah warga dan sampailah mereka  di distrik pusat di sana rumah nya sangat berbeda dari rumah yang ada di dekat gerbang selain materilnya rata – rata terbuat dari kayu juga kebayakan rumah berukuran besar dan mirip seperti rumah susun apa lagi di sana juga terdapat banyak toko yang menjual bayak sekali kebutuhan.


Setelah mereka sampai di tengah kota Renata melihat air mancur yang di atasnya terdapat Kristal merukuran besar dan kalau di lihat – lihat seperti berlian yang berukuran besar. Tentu saja itu membuat ia tertarik dan meyempatkan diri untuk sekedar melihat nya.


“ Nona ada apa. Kok berhenti?” Kata Lina.


“Lina itu apa sih?” Kata Renata sambil menunjuk ke arah keristal yang ada di atas air mancur.


“ Oh itu namanya Keristal sihir komunikasi.” Jawab Lina.


“ Apa itu?”


“ Keristal sihir Komunikasi adalah keristal yang akan memberikan informasi dari pusat kerajaan kepada kita yang jauh dari pusat kerajaan. Keristal ini juga mampu mengirim pesan kembali ke kerajaan apa bila ada hal yang mendesak.” Kata Lina.


“Oh begitu Ya aku mengerti.” Kata Renata.


“Ngapain kalian bengong begitu ayo jalan sudah hampir sampai ni.” Kata Aram.


“ Ayo Nona.”

__ADS_1


“Ayo.”


Merekapun melanjutkan perjalann mereka ke sebuah lapangan yang di penuhi oleh kios – kios pedagang yang menjajakan dagangan nya kepada penduduk yang ada di sana untuk posisinya sendiri ada di bagia pinggir distrik pusat dan kalau dilihat – lihat di belakang pasar sudah termasuk luar desa karena Cuma terdapat hamparan salju saja.


__ADS_2