Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Pelayan Laknat


__ADS_3

Ch.27 - Pelayan Laknat


Kembali ke Renata.


Hari – hari setelah peristiwa desa itu ia menjalani hari seperti biasanya Renata sangat jarang keluar rumah di karenakan kebencian nya kepada hawa dingin sehingga ia lebih suka untuk mengurung di ri di kamar atau sekedar mampir ke perapian.


Tanpa ia sadari musim dingin sudah hampir berahir ini di tandai dengan hujan salju yang mulai berkurang, udara yang mulai menghangat tidak seperti biasanya yang dingin nya sanpai ke sumsum tulang, dan hewan – hewan yang pada musim dingin berhirbernasi mulai menampakan diri yang sekaligus menandakan musim dingin sudah akan berahir.


Sepeti biasanya Renata ketika pagi selalu sangat susah untuk di bangunkan sehingga kadang – kadang Lina sebagai pelayan nya yang sehari – hari membangun kan nya kadang – kadang heran dengan kelakuan nya yang satu ini. Padahal kalau di pikir – pikir kegiatan nona nya tidak berat – berat amat apalagi ketika musim dingin ini yang kerjaan nya cuma makan dan tidur saja.


“Nona bangun sudah pagi, waktunya sarapan sebelum dingin. “


“Emmm 1 jam lagi, kak Lin aku masih sangat mwengantuk kak. “ Kata Renata dengan masih memejamkan mata.


“Huuuuf nona ini yang . Bikin pusing aja. Ku kerjain aja dia. “ Kata Lina dengan wajah mesum nya.


Kemudian Linapu naik ke atas kasur Renata dan setelah sampai di sana Lina mengubah posisi tidur Renata menjadi terlentang dan kemudian Lina mendekati Renata setelah posisi yang dia inginkan tercapai. Linapun mulai mengamati tubuh nona nya. Dan di saat itu ia mengakui kalau tubuh nona nya ini sangat menggoda bahkan bagi dirinya yang notabene perempuan sama dengan nona nya.


Setelah puas mengagumi tubuh nona nya ia langsung melancarkan aksi bejat nya tersebut. Dengan cara ia memgang dan memain kan kedua gunung kembar milik nona nya dan sesekali membandingkan dengan milik nya akan tetapi tentu saja mau beberapa kali membandingkan nya ia tetap saja kalah dari milik nona nya dari segi bentuk, kekenyalan, dan apalagi ukuran ia kalah telak.


             

__ADS_1


Sehingga membuat nya sedikit frustasi karena kalah dari gadis umur 11 tahun.


“Apa – apaan ini ! Bagaimana milik nona biasa seperti ini.” Kata Lina setelah memegang milik Renata.


“Emmm eeem.” Rancu Renata sesekali saat Lina memainkan milik nya dengan lembut saat ini.


“He he he enak nona, nikmat pasti ya. Ini saya tambai biar tambah nikmat.” Kata Lina dengan menambahkan tenaga saat memijat punya Renata.


“ Emmm au! Sakit!” Kata Renata sambil mengigau saat tidur, karena pijatan Lina yang kelewat batas sehingga menyebab kan Renata mengaduh.


“Eh gawat ni gawat nona mau bangun. Harus siap di posisi.” Kata Lina dan buru – burulah ia menyingkir dari tempat tidur Renata dan berekting seakan – akan ia sedang membukak korden.


Setelah beberapa saat ahirnya Renata pun bangun dan mendapati pelayan nya sedang berdiri di samping jendela dan setelah nya ia menyapa nya.


“Pagi kak Lin howaahm .” Kata Renata dengan sedikit mengantuk.


“Kak Lin sudah lama di sini?” Kata Renata lagi.


“Eh..E baru kok baru ha ha ha. Emang ada apa nona?” Kata Lina canggung karena mengingat kelakuan nya tadi.


“Oh tidak Cuma rasanya tadi kaya ada orang yang mainin punya saya Tapi  siapa ya?” sambil memegang kedua gunung nya yang terasa sedikit sakit.

__ADS_1


“Eeeh yang bener nona saya baru saja ke sini. Kayak nya  tidak ada siapa – siapa deh. Mungkin hanya halusi nasi nona aja kali.” Kata Lina dengan setenang mungkin walau di hati nya sudah sangat cemas takut ketahuan.


“ Tapi kak sekarang pun masih terasa sakit nya kak?”


“Mungkin karena salah posisi kali nona anda kan tau sendiri ukuran punya nona kan super.  Jadi mungkin katika anda tidur posisi nya salah kali nona.” Kata Lina dengan sangat meyakin kan supaya nona nya percaya.


“Masuk akal juga si. Huuuf susah ya kak punya dada besar.” Kata Renata dengan wajah yang di buat sedih.


“Iya!” Kata Lina dengan banyak perempatan di wajah nya ketika mendengar keluhan nona nya yang terdengar menjengkel kan menurut nya.


“Ngomong – omong pagi ini kok tidak terlalu dingin ya? Tidak seperti kemarin – kemarin.


“Oh itu karena hari ini adalah penghujung musim dingin nona jadi udara sudah mulai hangat lagi. Maka nya cepat bangun dan berikan ucapan selamat tinggal pada musim dingin nona. Kan selama musim dingin ini anda jarang sekali keluar rumah.”


“Iya juga ya. Oke deh kak aku akan siap – siap dulu.”


“bagus.”


Kemudian Renata pergi ke kamar mandi untuk sekedar membasuh muka karena ia barusaja bangun tidur sedangkan Lina yang mendapati nona nya sudah pergi ia pun lega  karena aksinya tidak di ketahui oleh nona nya.


“Huuuf. Untung gak ketahuan ha ha ha. Tapi sensasi ketika memainkan punya nya nona nya sangat nikmat ya bikin gemes sampai tadi keblabasan untung punya alasan yang bagus kalu tidak bisa ketahuan deh he he he. Kapan – kapan lagi ah.” Kata Lina dengan pelan setelah Renata pergi

__ADS_1


(Saya Penulis Cuma mau bilang “Bener – bener bangsat ini pelayan!!”).


 


__ADS_2