Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Pelatihan malam & Perubahan tubuh


__ADS_3

Ch. 08 - Pelatihan Malam & Perubahan Tubuh


Esoknya mereka pun mengambil kentang dengan jumlah cukup banyak di hutan untuk persiapan musim dingin yang akan terjadi beberapa bulan lagi.


Pada malam hari Renata sering berlatih sendirian untuk merasakan dan melihat bentuk mana itu sendiri. Sudah hampir satu minggu sejak dia bisa merasakan mana di sekitarnya dan sudah mulai terbiasa dengan adanya mana tersebut dan saat ini dia berencana untuk bisa ke tahap selanjutnya yaitu melihat mana .


“Yes . . . tinggal selangkah lagi aku akan bisa melihat mana.” Kata Renata pad dirinya sendiri.


Kemudian Renata mengambil buku panduan mengendalikan mana yang di berikan oleh Aram kepada nya dan membaca nya di meja samping tempat tidur nya, karena di sanalah terdapat lentera di letakan sehingga dia bisa mendapat penerangn yang cukup pada malam hari.


Setelah membaca dan memahaminya dia melakukan apa yang di intruksikan oleh buku tersebut, yakni dia harus menutup matanya dan merasakan mana, seperti pertama kali latihan untuk merasakan mana namun bedanya ketika pertama latihan membutuhkan beberapa waktu untuk merasakan nya tapi sekarang hanya butuh waktu kurang dari 5 detik saja.


Setelah merasakan nya dia apun mulai mempertahankan nya selama 5 menit dan membuka matanya. Setelah membuka matanya betapa kagetnya dia ketika melihat banyak sekali debu bersinar yang mengelilinginya seperti dia di dalam sebuah tornado, otomatis dia bingung apa sebenarnya yang terjadi sekarang ini.


Setelah merenung selama beberapa saat ahirnya Renata memutuskan untuk mengontrol dan menyerap semua mana yang ada di depan nya . akan tetapi terjadi beberapa kesalahan sehingga membuatnya muntah darah. “uhuk. . . sial susah baget sih.” Kata Renata dengan sedikit menahan sakit terutama di perutnya .


Setelah mencoba beberapa kali dan hampir menyerh akhirnya dia mampu mengontrol mana supaya masuk dengan teratur ke dalam tubuh Renata dan proses tersebut berlang sung sampai subuh baru dia bisa menyerap semua mana yang di lihat nya sampai di bisa melihat dengan normal dan mana di tubuh nya terisi penuh.


Setelah nya dia mencari buku yang dia letakan di depan cermin dan melihat cara untuk menon aktifkan pandangan nya, setelah mencari beberapa saat dia menemukan nya dan langsung mempraktikn nya dan dalam beberapa percobaan ahirnya dia mampu menguasainya dengan sedikit usaha. Karena dia sudah bisa menon aktifkan kemampuanya tersebut, setelah itu dia merasa  sangat lega dan tanpa di sadari dia sudah terlelap dengan sendiri nya karena kelelahan.


Setelah nya tanpa diketahui olehnya, terjadi perubahan pada tubuh nya dan berlangsung selama 2 jam lebih.


Setelah pagi hari seperti biasa nya Lina akan membangunkan Renata.


“Nona bangun nona sudah pagi.” Kata Lina dengan nada lembut sambil membuka selimut yang di gunakan Renata.


Akan tetapi betapa kagetnya ketika melihat Renata yang tubuhnya berubah seperti anak berusia 11 tahun padahal sebelum itu tubunya terlihat seperti tubuh anak usia 6 tahun sedangkan usianya sekarang 8 tahun.

__ADS_1


“Bagai mana bisa.“ kata Lina takjub dengan perubahan Renata hanya dalam satu malam.


Setelah beberapa saat dia baru tersadar dan memutuskan untuk membalik posisi Renata yang saat ini dalam posisi tertrlungkup(tengkurep) dan memperlihat kan penampilan nya saat ini pada Lina. Lina yang melihat nonanya tidak dapat untuk tidak takjub nonanya yang di kenal nya sebagai anak yang sangat imut kini berubah menjadi seorang gadis yang kecantikan nya sulit di kalahkan bahkan di seluruh kekaisaran ini.


Apalagi dengan bentuk tubuh nya yang sudah terbentuk padahal usianya masih sangat muda dia membayang kan akan seperti apa tubuh nya nanti, kalau di umur segini sudah tumbuh sampai segitu dia hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja karena bingung harus bersikap bagai mana.


Setelah beberapa saat Renata pun bangun dan setelah itu dia pun di pandu oleh Lina ke cermin paling besar di rumah ini dan menyuruh Renata untuk melihat ke cermin awalnya Renata bingung dengan sikap Lina yang tidak seperti biasanya tapi dia hanya bisa pasrah saja.


Setelah melihat ke cermin betapa kagetnya dia ketika melihat pantulan nya yang terlihat asing tersebut.


...



Buat referensi aja biar gampang ngebayangin....


Dan Lina yang melihat nona nya hanya diam dia berinisiatif untuk menyadarkan dari lamunan nya. “ Nona. . . anda tidak apa2 nona.“ Sambil melambai-lambaikan tangan di depan wajah Renata .


“Oh . . ya ada apa ?” Sambil menengok ke Lina.


“Nona tidak apa-apa ?” Tanya Lina dengan sedikit kuatir di wajah nya.


“Oh tidak apa-apa, mungkin hanya sedikit terkejut saja dengan badan ku ini.” Kata Renata dengan suara yang merdu dan tidak lucu/menggemaskan seperti kemaren.


“Aku juga terkejut tadi melihat badan nona yang sudah berubah.” Kata Lina dengan antusias .


“Oh iya lina ? “ Kata Renata sambil memalingkan wajah nya kearah Lina.

__ADS_1


“Ada apa nona ?” Kata Lina dengan sedikit bingung dengan arah mata Renata yang mengarah ke bawah wajah nya dan Linapun  pun mengikuti arah pandang Renata.


“Punyaku sekarang lebih besar darimu ya kak. Berarti sekarang kamu harus memanggil ku kakak mulai sekarang.” Kata Renata dengan wajah yang menyebal kan menurut Lina dan melipat tangan di dadanya sambil memamerkan nya.


“Nona kamu ini.” Tanpa memandang majikan dan bawahan Lina yang terlanjur kesel kepada Renata langsung memukul kepala Renata .


“Aduh sakit kak Lina ampin . . aku hanya bercada." Kata Renata dengan posisi menyembah kea rah Lina.


“Rasakan, terus adakah penjelasan untuk keadaan mu sekarang ???" Tanya  Lina dengan tatapan yang penuh selidik ke arah Renata yang sekarang sedang dalam posisi simpuh/posisi tahyat pada solat.


“Kayak nya gak ada yang sepesial kak Lina kemaren deh." Kata Renata sambil mengelus janggut nya walaupun tidak ada karena kebiasaan ketika berfikir di dunia pertama nya saat dulu. Setelah itu terjadi keheningan di ruangan itu karena baik Lina ataupun Renata sedang memikirkan penyebab perubahan tubuh pada Renata. Setelah beberapa saat Renata melakukan gerakan tiba-tiba, dan perbuatan Renata tidak luput dari pandangan Lina.


“ Ada apa nona, apa kamu menemukan penyebab fenomena tubuh mu itu ?” Kata Lina pada Renata.


"Iya kak mungkin karena tadi malam Renata berhasil menyerap mana untuk pertama kali sehingga terjadi perubahan pada tubuh ku.” Kata Renata dengan penuh keyakinan.


“Apa . . .!!! Nona berhasil menyerap mana, bagai mana bisa bukan kah nona baru belajar tentang sihir baru sebentar. Benar-benar sulit dipercaya.“ Kata Lina yang terkejut dengan penuturan Renata tadi. yang menurut nya sangat luar biasa, dengan hanya belajar kurang 1 bulan dia sudah dapat menyerap mana yang normal nya bisa di kuasai dalam waktu lebih dari 1 tahun itu bagi yang sangat berbakat tapi bagi orang biasa itu membutuhkan waktu 2-3 tahunan. " benar-benar Jenius." Kata Lina dalam hati.


“Apa nona masih manusia ?” Kata Lina dengan suara sangat pelan tapi masih di dengar Renata walau tidak jelas.


“Kamu ngomong apa kamu kak Lina, kok gak jelas.” Kata Renata pada Lina .


“Bukan apa-apa nona tidak usah di pikirkan ha ha . . .” Kata Lina dengan tertawa yang di paksakan agar tidak di curigai oleh nonanya.


Kemudian Lina menjelaskan salah satu fungsi mana adalah untuk membantu menyembuh kan luka pada pengguna nya, jadi menurut pemikirannya karena Renata memiliki kelainan pada tubuhnya ketika belum berhasil menyerap mana jadi ketika dia bisa menyerap nya maka semua mana di gunakan untuk memperbaiki tubuh Renata akan tetapi karena kapasitas mana yang sangat besar pada Renata sehingga membuat regenerasinya keblabasan dan terlihat berlebihan untuk usianya.


Setelah mendengarkan penuturan Lina mereka berdua kemudian pergi untuk mencari Aram untuk memberitau perubahan tubuh Renata.

__ADS_1


__ADS_2