
Ch. 21 - Putra Mahkota 1
Namaku Zein DDy (maaf karena tidak pintar memberi marga . karena menurutku susah ) di kenal juga dengan Pangeran Zein, dia adalah seorang Pangeran Mahkota dari Kekaisaran Barian yaitu salah satu kerajaan yang berdiri di Benua Austaniya. Karena posisinya ia di tuntut untuk menjadi pribadi yang kompeten untuk posisinya sat ini.
Sejak ia kecil ia selalu di jejali dengan banyak sekali ilmu baik itu politik, etika, music, berpedang, dan sebagainya selain itu sejak kecil ia juga di tuntut untuk bersosialisasi dengan parabangsawan yang umurnya sudah kepala tiga mungkin. ya sehingga dengan aktifitas dia yang seperti itu membuatnya menjadi seorang anak yang matang secara mental bahkan sebelum waktunya.
__ADS_1
Pangeran POV
Sejak kecil semua urusanku sudah di atur oleh kaisar atau ayah ku baik pembelajaran bahkan sampai pertunangan. Bahkan sebelum aku lahir pun sebenarnya aku sudah terikat dengan pertunangan. Kalu kalian penasaran dengan tunangan ku maka akan ku katakana.
Tunangan ku adalah anak dari Duke entah itu anak pertama atau kedua karena belum di tentukan siapa. Akan tetapi ketika aku umur 11 tahun ahirnya tunangan ku sudah di tentukan yaitu putri pertama Duke yang bernama putri Renata XXY. Sejujurnya aku tidakterlalu perduli dengan siapa aku menikah. Karena menurutku hidupku adalah untuk negara.
Jadi siapapun orang yang diputuskan oleh ayah harus aku terima. Tanpa terasa waktu semakin cepat saat ini adalah ulang tahunku yang ke 12 dan beberapa minggu lagi aku akan pergi ke akademi untuk menuntut ilmu bersama beberapa orang terpilih lain nya.
Kalau dilihat – lihat umurnya 4 atau 5 tahunnan kalau dilihat dari fisik nya saja. Dari pandangan ku dia adalah seorang anak yang sangat menggemaskan dan suka sekali tersenyum, jujur aku sebagai pangeran yang di juluki sebagai pangeran Es saja mampu tersenyum tulus dibuatnya coba. Saat itulah aku mulai sedikit tertarik dengan tunangan ku ini.
__ADS_1
Akan tetapi sayang nya sebentar lagi aku akan berangkat ke akademi dan akan lama di sana setidak nya aku tidak akan pulang selama 3 tahun lamanya. Di karenakan biaya perjalanan cukup tinggi dan jarak nya sangat jauh. Butuh beberapa bulan untuk sampai ke akademi yang letak nya ada di pusat benua tepatnya di wilayah Federasi Penyihir bintang.
Pada ahirnya setelah beberapa hari setelah perayaan akupun berangkat menuju ke tempat aku menuntut ilmu bersama dengan murit lain yang kebanyakan adalah para bangsawan. Di dalam perjalanan aku berkenalan dengan banyak sekali bangsawan dan salahsatunya adalah putra pertama dari Duke yaitu Erik xyy. Pada awal nya aku mengira dia adalah orang yang sangat sopan – santun, bijaksana, dan berwibawa akan tetapi semakin mengenal nya kok semakin melenceng dari sifat awal pertama bertemu.
Setelah mengenal lebih jauh kamipun berteman akrab tidak seperti pertama kali bertemu yang agak canggung sekarang ia lebih terbuka kepada saya bahkan sangat sering ia menjahiliku walaupun hanya dengan omongan nya saja seperti mengejek dan lain sebagainya, namun itulah yang aku suka dari dia karena aku jadi merasakan seperti apa rasanya memiliki seorang sahabat.
Setelah beberapa bulan aku belajar di akademi tiba – tiba aku mendapat surat kalau tunanganku di ganti menjadi putri kedua Duke yang bernama Ayuni XYY yang merupakan adik dari Renata XYY. Sebenarnya aku sedikit merasa kecewa akan tetapi mau bagaimana lagi mau tidak mau aku harus menerimanya.
Sekali waktu aku bertanya kepada Erik akan tetapi dia palah lebih kaget mendengr berita itu. Yang menandakan ia tidak tau apa – apa . tanpa terasa sudah hampir empat taun aku belajar di akademi dan saat ini aku dan rombongan memutuskan untuk pulang guna melepas kerinduan pada tempat asal kami.
__ADS_1
Di karenakan ada kendala yaitu musim dingin sehingga kami singgah dulu di kerajaan tetangga yaitu Kerajaan Bintang Suci di karenakan cuaca exstrim di perbatasan yang biasa terjadi. Sehingga kami menetap di kerajaan ini selama 10 hari penuh menunggu cuaca agak bersahabat terlebih ahulu setelah 10 hari menunggu ahirnya kami bisa melanjutkan perjalanan kami menuju desa perbatasan.