Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Ch.52-Aslan A Vanhowson Britania Prince dan Cerita Tetua 1


__ADS_3

Di seebuah istana yang sangat megah dengan gaya keindahan alam di mana istana itu berdiri di bawah sebuah pohon raksasa yang daunnya saja sampai bisa mengiyomi seluruh kota walau begitu pohon itu memiliki daun yang kecil seperti pohon beringin, apalagi warna daunnya hijau teransparan sehingga tidak menghalangi cahaya matahari yang masik. Palah dengan cahaya yang agak kehijaun membuat suasana di tempat itu serasa asri dan tidak mungkin di dapat di tempat manapun.


 


Di istana itu terdapat bayak sekali ruangan yang ukurannya juga sangat besar dan salah satunya adalah perpustakaan kekaisaran. Perpustakaan ini adalah asset yang sangat berharga di di kekaisaran ini, di mana nama kekaisaran ini adalah Britania kekaiasaran ini berdiri sejak perpecahan bangsa Elf yaitu Elif hitam dan Elf putih.


 


Di perpustakaan yang terdapat bayak pengetahuan dan bahkan kumpulan mantra baik yang normal sampai terlarang pun ada, sehingga sangat sedikit orang yang boleh memasukinya kecuali orang yang telah memperleh dekrit kaisar ataupun ijin darinya bahkan para pangeran dan putrinya saja akan di larang memasukinya tanpa seijin nya, sehingga sangat sedikit orang yang ada di dalam perpustakaan itu.


 


Paling kalu ada hanya para tetua dan peneliti yang usianya sudah tua mungkin meginjak 1000 tahunan kareana umur seorang Elf biasanya 1000 tahun kecuali ia meminum air kehidupan ia akan memiliki hidup yang di perpanjang selama 1000 tahun lagi tapi barang itu biasanya menjadi pusaka keluarga bangsawan tinggi di kekaisaran ini bahkan seorang raja pun tidak memenuhi sarat untuk memilinya.


 


Di perpustakaan itu terlihat lah beberapa sosok yang sangat berwibawa dan terlihat telah berumur,  terlihat dari perawakannya akan tetapi di dekat jendela terlihat seorang pemuda dengan tekun membaca sebuah buku yang baru ia temukan di sekitar sini.


 


Lagi asik – asiknya membaca tiba – tiba ia di kejutkan oleh suara orang tua yang meyapanya.


 


“Yo Pangeran Aslan bagaimana kabar anda. Terlihat anda sangat seriusdengan buku yang and abaca.” Kata orang tia tersebut pada Pemuda yang ternyata memiliki nama Aslan.


 


“Salam tetua. Kabar pangeran ini baik adapun buku yang sedang saya baca adalah buku yang terlihat aneh yang telah saya temukan di lorong tadi.” Kata Aslan dengan sopan, walaupun ia adalah seorang pangeran tapi bila di bandingkan para tetua yang merupakan pilar negara ini ia bukan siapa – siapa bahkan seorang kaisarpun harus hormat pada tetua kalau bertemu.


 


“Tentang Ras terutama membahas tentang Ras manusia atau si telinga kupu – kupu dalam jurnal ini.” Kata Pangeran menjelaskan pada tetua.


“Oh buku yang menarik ternyata.” Kata Tetua berkomentar.


 


“Tetua apakah anda pernag melihat manusia?” Kata pangeran penasaran.


 


Si tetua yang mendapat pertanyaan inipun sangat kaget sekaligus tercengang dan tanpa ia sadari ia langsung teringat dengan masalalunya dulu.


 


“Karena anda sangat ingintau maka saya akan menceritakan sedikit kisah tentang seorang pengelana yang menemukan sebuah kembang api yang sangat indah.” Kata si tetua melankolis.


 


“Kok judulnya aneh tetua. Ya terkesan lebai gitu.” Komentar Pangeran yang lumayan terganggu dengan judul yang seakan – akan di lebih – lebihkan.


 


“Ya terserah akulan kan saya yang akan cerita. Mau dengar gak si?” Kata si tetua sewot karena di perotes oleh pangeran pasal judul.


 


“Mau mau.” Kata pengeran patuh.


 


“Ok mulai ya. Jadi mohon tenang jangan di sela.” Kata tetua mengingatkan.


 


Kemudian sang tetua mulai dengan ceritanya.


 

__ADS_1


Story on.


 


Dulu sekali hiduplah seorang pemuda di sebuah keluarga bangsaawan, ia setiap hari di beri pelatihan yang keras oleh keluarganya sehingga membuat ia tidak memiliki kenangan masakecil sedikitpun, di usiannya yang terbilang belia itu ia dipaksa untuk menjadi pribadi yang lebuh dewasa dan berwawasan daripada anak – anak pada umumnya sehingga ketika ia menginjak remaja ia sudak memiliki tempramen yang sangat berwibawa layaknya para pemimpin.


 


Pada masa itu seorang pemuda di wajibkan untuk wajib militer secara keseluruhan, karena pada masa itu kerajaan dan kekaisaran tidak sekondusif sekarang yang relative lebih damai dan tidak bayak konflik. Kebayakan perselisihan atau konflik pada jaman dulu sering di ahiri dengan perang antar dua negara atau kekaisaran dan sangat sedikit yang memilih jalan damai.


 


Sehingga remaja itu harus megikuti wajib militer sejak ia umur belasan tahun. Ahirnya hanya dalam beberapa bulan ia pun langsung di terjunkan di medan perang di perbatasan di mana itu adalah perbatasan antara kekaisaran kita dengan kekaisaran Elif gelap secara langsung.


 


Dalam peperangan itu pihak kita di pukul denga sangat keras karena tau sendirilah kalu Elf gelap sangat ahli dalam serangan diam – diam dan juga ahli menggunakan senjata. Satu satunya keahlian kita adalah sihir dan itu juga menjadi kelemahan kita saat itu karena melawan para asasin yang lebih di unggulkan.


 


Selain keunggulan di atas juga di sebabkan jumlah musuh beberapa kali lebih bnyak dari jumlah kami saat itu karena pasukan saya adalah pasukan bantuan yang kebayakan adalah amatir sehingga di dalam keadaan seperti itu semua orang langsung panic dan formasi langsung hancur seketika.


 


Akan tetapi dengan keberuntungan remaja itu dapat meloloskan diri dengan susah payah dan ia juga mengalami banyak luka di tubuhnya karena melawan banyak sekali musuh. Karena ia sangat kelelahan saat itu sehingga ia pingsan entah di mana yang penting ia lari saja dalam benak remaja tersebut.


 


Entah itu pagi atupun sore tiba – tiba ia terbangun di sebuah kamar yang terlihat sangat sederhana kerena terbuat dari kayu walaupun begitu terlihat cukup kuat. Setelah beberapa saaat munculah seseorang dari balik pintu.


 


Seorang wanita menurut nya tapi ada yang berbeda dari kebayakan wanita yang pernah ia lihat ia terlihat lebih menarik. Pada saat itu ia tidak tau apa – apa jadi ia beranggapan kalu ia adalh suku yang bersembunya dari dunia luar karena si remaja tidak pernah melihat perempuan seperti ini sebelumnya.


 


Perawakan dari perempuan ini adalah sebaggai berikut ia memiliki tinggi kira – kira sama dengan ku, ia memiliki kulit yang sangat putih tapi sehat dan agak kemerah mudaan, tidak seperti kebayakan elf atupun demon yang cenderung memiliki kulit yang putih pucat. Dan dengan melihatnya saja membuat ia ingin sekali untuk sekedar menyentuhnya tapi seakan takut hancur, seketika ia jadi ragu.


 


 


Ia juga memiliki rambut merah yang indah yang panjang nya sampai ke punggung yang ia biarkan terurai, selain itu ia memiki bentuk tubuh yang sedikit aneh dengan dada yang telihat besar dan pantat yang terlihat juga lebih besar dari gadis pada umumnya, akan tetapi ia memiliki perut yang kecil sehingga dengan postur yang berbeda ini membuat ia penasaran dan ingin sekedar meyentuhnya.


 


Tapi karena ia adalah seorang bangsawan yang tau etika dan dia dalam keadaan yang mengenaskan jadi ia memutuskan untuk membuang jauh jauh keinginan itu tapi di lihat sekilas ia tau pasti kalu di peluk akan terasa empuk dan hangat seperti wajahnya.


 


“Tuan apa anda sudah lebih baik?” Kata gadis tersebut dengan suara yang sangat lembut dan ramah sehingga membuat remaja itu terpesona lagi di buatnya.


 


“Anu anu  . . . lebih baik.” Kata si remaja singkat sangking gugupnya.


 


“Bagus kalu begitu. Anda pastinya sangat haus dan laparkan jadi kalu tidak keberatan silahkan di makan walau sederhana tapi sangat bagus untuk pemulihan luka.” Kata si gadis dengan perhatian pada si remaja itu.


 


“terima . . . terimakasih nona.”kata Renaja dengan gugup sangking gugupnya ia tidak berani melihat kearah wajah si gadis tersebut.


 


“Sama – sama oh dan tolong jangan panggil aku nona pangil saja Kinan karena itu adalah namaku.” Kata gadis itu mengingatkan.


 

__ADS_1


“Baik baik nona Kinan dan perkenalkan nama saya Renaldi biasa di panggil Renal.” Kata pemuda itu yang hanya membeberkan namanya saja tanpa membawa marga.


 


“Oh begitu~ salam kenal ya. Renal.” Kata Kinan dengan senyum terbaiknya.


 


“Ah~ kalau saat ini aku mati pasti tidak ada penyesalan lagi.” Gumam Renal dengan suara kecil.


 


“Anu apa tadi kamu mengatakan sesuatu?” Kata Kinan karena samar ia mendengar gumaman Renal walau hanya sekilas.


 


“Tidak . . . Tidak mungkin itu hanya perasaan mu saja.” Kata Renal sedikit panic dengan wajah yang memerah.


 


“Begitukah. Eh~ wajah mu memerah! Apa kamu sakit! Atau demam!” Kata Kinan panaik dan dengan gerakan cepat setelah meletakan nampan berisi makanan ke meja di samping tempat tidur yang di pakai Renal.


 


Tanpa aba – aba Kinan langsung mendekat ke arah Renal dan memegang dahi Renal dengan punggung tangan nya untuk mengecek suhu setelah di rasa tidak cukup ia lengsung mendekatkan dahinya ke dahi Renal supaya lebih sepesifik dan ia merasa kalau Renal memiliki suhu yang lumayan tinggi sehingga ia megira kalau Renal sedang demam.


 


Lalu apakabar dengan Renal.


 


Ia yang tiba – tiba di datangi Kinan langsung terkejut sampai ia tidak dapat merespon apalagi ketika ia merasakan tangan halus itu meyentuh dahinya ia merasa sangat nyaman dan samar – samar ia juga mencium bau herbal dari si Gadis yang sangat menenangkan jiwa sehingga tanpa di sadari ia memejamkan matanya untuk menikmati sensasi nyaman yang ia rasakan saat ini.


 


Tapi ketika ia membuka mata yang ia lihat adalah gunung besar yang terpampang mencolok di depan nya yang terlihat sangat menarik untuk di sentuh belum rampung ia terkejut dengan pemandanga di depan nya si Kinan dengan sangat berani menempelkan dahinya dengan dariku sehingga wajah kami sekarang sangat dekat atau meyatu.


 


Dengan tindakan tiba – tiba kinan itu sehingga membuat ia kaget untuk kesekian klinya dalam beberapa menit yang singkat tapi dalam beberapa dedik tersebut aku dapat dengan jelas melikat dan merasakan wajah dari Kinan itu sendiri yang ternyata sangat cantic kalu dilihat dari dekat. Apalagi aku sampai bisa mendengar dan merasakan napasnya dan yang paling meyita perhatianku adalah mata merah mudayang yang jernih, indah dan mememangkan sehingga membuat aku nerhenyak melihatnya.


 


Story off.


 


Kembali ke Aslan dan Tetua.


 


Meyadari kalu hari mulai gelap tetuapun mensudahi ceritannya.


 


“Eh~ kok selesai Tetua. Nanggung lagi seru – serunya.” Kata Pangeran antusias.


 


“Tapi hari sudah larut pangeran jadi saya mohon undur diri dan kalu pangeran masih ingin mendengar kisah lengkapnya bisa datang ketempat saya.” Tanpa menunggu respon pangeran si tetua langsung meninggalkan ruangan perpustakaan yang sudah sangat sepi.


 


“Oh ya pasti akan datang.” Kata pangeran setelah itu ia memutuskan untuk menegok kearah jendela kaca yang ternyata sudah sangat gelap sehingga ia panic karena telat pulang dan makan malm bersama.


 


“Aduh gawat sangking asiknya sampai gak sadar sudah larut. Yah di omeli ibu gak ya. Biarlah.” Kata pangeran meyakinkan diri.

__ADS_1


 


__ADS_2