
Ch. 19 - Pasar 2
Setelah sampai ke dalam pasar kesan pertamaku adalah berisik. Karena tempat pertemuan pedagang dari dua negara jadi pasar nya sangat ramai walaupun sedang musim dingin sekalipun juga, selain banyaknya kios yang menjual aneka pakaian musim dingin juga banyak yang menjual rempah guna menghangatkan badan.
Ku lihat semua transak si di sini kadang sangat aneh karena banyak yang menggunkan Bahasa isarat. Mungkin ini haya tebakanku saja atau memang banyak yang tidak bisa Bahasa kami, yah walaupun begitu aneh nya aku tau apa yang orang tersebut berbicara kan.
Dan juga kalau di lihat – lihat banyak toko – toko atau kios menggunakan dua Bahasa contoh seperti sebuah penginapan tadi di bawah gambar atau lambang ada dua tulisan yang pertama adalah tulisan yang lazim digunakan di kekaisaran ini akan tetapi untuk yang satunya aku sama sekali asing ya walaupun tetap saja bisa tau apa maksut nya.
Karena Renata semakin penasaran ia memutuskan bertanya pada Lina yang ada di samping nya.
“Kak Lina apakah di sini menggunakan dua jenis Bahasa kak?“ Kata Renata.
__ADS_1
“ Oh nona meyadarinya ternyata . benar desa ini menggunakan 2 bahasa sekaligus yaitu dari Bahasa Kekaisaran Barian dan Kerajaan Bintang Suci.” Jawab Lina.
“Oh pantas tulisn nya asaing. Ngomong – omong kak Aram kemana kok gak kelihatan dari tadi.”
“Dia sedang mencari beberapa barang. Kan jadi cepat kalau mencarinya berpencar.”
“ Iya sih.”
“Jadi kak kita akan cari apa ni?" Taya Renata.
Setelah berjalan beberapa saat sampailah mereka di sebuah kios yang tidak terlalu ramai. Linapun mulai mencari bahan yang ingin di beli dan sesekali menawar supaya mendpat harga yang lebih murah. Sedangkan Renata hanya menemani sambil melihat semua aktifitas yang dilakukan oleh penghuni pasar.
Tanpa Renata sedari Lina yang ada di samping nya sudah pergi meninggalkan nya cukup lama akan tetapi karena Renata sedang melihat – lihat jadi tidak tau jika Lina sudah tidak ada di dekat nya. Karena bingung ahirnya Renata memutuskan untuk bertanya kepada pemilik kios yang sebenarnya sedang melayani pembeli.
__ADS_1
“ Maaf tuan bolehkan saya bertanya ?" Kata Renata pada pedagang.
“ Boleh nona silahkan. Apa yang nona butuhkan kalau memang tersedia di kios saya, saya akan berikan harga sepesial untuk nona.” Jawab pedagang dengan ciri hasnya.
“ Anu maaf sebelimnya tuan saya bukan mau membeli barang tapi mau bertanya apakah anda tau kemana arah perempuan yang bersama saya pergi.” Kata Renata meyampaikan maksut hatinya.
“ Oh nona yang tadi ya kurasa dia sudah berjalan cukup jauh. Kalau tidak salah kearah sana. “
“ Kalau begitu terima kasih atas bantuan nya tuan. Dan maaf kalau saya mengganggu. “ kata Renata sambil membungkuk kan badanya.
Setelah mengucapkan terimakasih Renata memutuskan untuk menyusuri pasar tapat nya mencari kearah yang pedagang itu tunjukan. Renata berjalan dengan sedikit tergesa gesa sehingga seringkali menabrak beberapa pengunjung pasar yang lain karena selain berjalan dengan terburu – buru juga tidak terlalu memperhatikan jalan.
Setelah beberapa waktu mencari Lina maupun Aram namun pada ahirnya Renata tidak menemui hasil hingga tanpa dia sadari sudah berada di ujung pasar. Dan sial nya dia sama sekali bertemu dengan orang yang dia cari .
__ADS_1
“ Hah sial huuf……” Umpat Renata
Setelah beberapa saat ahirnya Renata memutuskan untuk istirahat sebentar di samping sebuah penginapan di dekat pasar. Tampa dia sadari di sebuah gang tempat Renata istirahat ada yang mengawasi gerak – gerik nya saat ini apalagi orang yang mengawsi bukan hanya satu tapi ada sekitar 8 orang.