Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Ch.60- Misi Selesai & Kijang Pelangi Level A+


__ADS_3

Renata Yang melihat Kijang terkaparpun langsung girang dan meyuruh Mio untuk mengambilnya.


 


“Yes kena. Mio ambil.” Kata Renata sangat senang.


 


“Kenapa harus aku. Kalau aku yang berburu pasti tidak akan repot kaya gini.” Kata Mio karena ia sangat pede dengan kecepatan nya apalagi dengan skil Sedow stepp nya yang ia punya dan bisa di lakukan bahkan dengan jarak yang sangat jauh.


 


Kemudian Miopun merubah ke ukuran harimau dan menghilang, beberapa detik kemudian ia sampai ke tujuan di sana ia sempat terkejut karena Kijang itu telah tewas, karena ia pikir kijang tersebut pingsan tapi ia salah. Setelah mencari penyebab nya ia tau dan sekaligu sooks karena anak panah tersebut sangat mematikan seperti ini.


 


Mio pun mencari anak panah tersebut yang ternyata sudah tertanam kedalam sebuah batu dan sudah tidak terlihat batang hidung nya Cuma meningalkan lubang di di batunya. Kemudian Mio membawa kijng itu di rahang nya dan menghilang. Sesaat kemudian ia sudah sampai di belakang Renata kemudian bertanya padanya.


 


 


 


“Master Panah apa yang kamu gunakan?” Kata Mio sedikit panic.


 


“Eh ini. Ini panah bius untuk Best reng S dan sangt mematukan untuk Best di bawah nya. Emang kenapa?” Konfirmasi Renata kemudian di lanjutkan pertanyaan.


 


“Pantes Kijang ini langsung mati.” Kata Mio tercerahkan.


 


“EEEH begitu kah. Aku gak tau, tujuan ku sebenarnya untuk melumpuhkan nya saja tapi palah mati he he he.” Kata Renata setelah mendengar perkataan Mio.


 


Mio yang mendengar itu haya menghela napas saja karena sudah biasa dengan kelakuan Renata yang kadang sangat konyol.


 


“Boros ini orang.” Kata Mio pelan sambil meyeret kijang ke pisisi awal sampai.


 


Sedangkan Aslan yang gagal membidik buruan nya memutuskan untuk menunggu dan sesekali melihat sekitar barangkali ia melihat buruan nya. Tapi ketika ia akan kembali ia kaget ketika ia tidak mendapati gadis yang bersamanya sudah tidak ada di tempat ia langsung celingak – selimguk tapi ketika ia akan teriak untuk memanggil di arah belakang nya ada orang yang memanggil nya dengan suara merdunya yang tidak akan pernah ia lupakan siapa lagi kalau buakan Renata.


 


“Aslan~ bagaimana Kena?” Tanya Renata yang posisinya lumayan jauh darinya.


 


Seelah berbalik dan melihat nya ia di kagetkan karena Mio pendamping dari Renata menyeret seekor kijang yang ukuran nya besar dan dari besarnya yang 3 meter itu pasti sudah lebih dari Reng A mungkin Reng A+.


 

__ADS_1


“EEh apa yang kamu bawa itu Renata.” Kata Aslan bertaya awalaupun ia sudah tau binatang apa yang di bawa Renata.


 


“Ini adalah Kijang pelangi buruan ku hebat kan.” Kata Renata sambil meyombongkan dirinya sambil menenteng senjatanyauntu pamer.


 


“Bagai mana bisa?” Tanya Aslan penasaran.


 


Kemudian Renata menceritakan bagaimana ia dapat mendapatkan buruan nya pada aslan.


 


“Bagaimana bisakah kita langsung ke kota terdekat supaya aku dapat bersantai. Aku gak sabar ni.” Kata Renata antusias.


 


“HaH~ mau gimana lagi kita akan kembali besok saja karena mala mini kita kan nginep di sini.” Kata Aslan pada Renata.


 


“Ah~ Gak asik ni ah gak asik.” Kata Renata protes.


 


“Mau gimana lagi. Gak aman kalu kita berangkat pada saat siang hari karena kita hanya akan sampai setengah jalan pada malam hari di mana pada saat itu para Best atau moster lagi aktif aktifnya. sebelum sampai perbatasan dimana di sana aman.” Kata Aslan menjelaskan.


 


 


“Master ini kejang nya di taruh mana.” Kata Mio pada Renata.


 


“Bawa dekat sungai saja Mio nanti kita bedah.” Jawab Renata.


 


“Aslan kamu bisakan bantu aku.” Pinta Renta.


 


“Dengan senang hati Hime sama.” Kata Aslan sambil tersenyum.


 


“Huuh hime sama – Hime sama. Dasar Aslan ini genit. Sudah lah ayo kerja jangan malas.” Kata Renata cepat karena ia sangat malu di goda oleh Aslan.


 


Kemudian Mio langsung membawa buruan nya ke tepian sungan tersebut. Setelah nya Aslan dan Renata bahu – membahu mulai memisahkan semua bagin dari Kijang tersebit dari daging tulang sampai kulit tidak ada yang terbuang percuma dan setelah selesai memisahkan semua bagian kemudian di cuci sampai bersih dan sebagian di masukan ke cincin ruang Renata kecuali tanduk nya yang memang di berikan untuk Aslan sebagai tanda ia meyelesikan misi.


 


 

__ADS_1


“Hufft selesai ahirnya.” Kata Renata lega.


 


“Hime kulihat kamu sangat pandai membedah hewan buruan apa kamu sudah terbiasa.” Kata Aslan memulai percakapan.


 


“hah Hime lagi hah ya sudah lah. Aku memang sedari kecil suka berburu dan kaka ku adalah seoran pemburu sehingga setiap hari aku selalu melihat ia membedah hasil buruan nya di rumah sebelum di jual di pasar jadi aku sangat terbiasa dengan pekerjaan ini.” Jawab Renata dengan jujur karena sejak tinggal bersama Aram ia memang sering melihat ia membedah hasil buruan nya di rumah.


 


“Oh begitu. Tapi aneh ya. Andakan terlihat sangat cantic dan kalau dilihat dari penampilan dan tektur kulit yang lembut itu sangat mengheran kan kalau kamu sering mengerjakan pekerjaan kasar.” Kata Aslan heran.


 


“Oh itu ya. Mungkin karena aku di berkahi mana yang sangat besar sehingga ketika aku memiliki lika sekecil apapun secara otomatis tubuh ini akan meregenerasinya secara langsung.” Jawab Renata jujur.


 


“Begitukah pantas kamu tetap mulus walau kamu sangat berkerja keras.” Kata Aslan kagum.


 


“Begitu kah. Terimakasih atas pujian nya.” Kata Renata.


 


Kemudian Aslan dan Renata bersiap – siap untuk membuat hidangan untuk makan siang sedangkan Mio saat ini sedang tidur siang sambil menunggu makanan masak. Setelah beberapa saat ahirnya makanan sudah bisa di hidangkan. Seperti biasanya Renata mengeluarkan meja makan ukuran sedang lengkap dengan kursinya cukup lah untuk kami bertiga.


 


Setelah selesai makan Renata langsung menggelar tikar dan mulai megeluarkan alat untuk membuat ramuan yang ada di cincin ruang nya. Aslan yang melihat Renata mengeluarkan semua alat itupun menjadi tertarika dan penasaran sehingga ia mendekatinya.


 


“Mau buat apa Hime bayak banget alat yang kamu keluarkan.” Kata Aslan kepo.


 


“Aku akan buat Potion peyembuh. Karena tadi aku menemukan bayak di sekitar sini apalagi mereka semua adalah tanaman tingkat menengah. Dan letakan tabung itu nanti pecah.” Kata Renata.


 


“Maaf maaf aku Cuma penasaran. Dan ternyata kamu juga seorang Alkimis ya hebat ya bisa apa saja.”Kata Aslan tambah kagum.


 


“Ya karena kalau kamu bisa melakukan bayak hal di mana pun tempatnya kamu pasti bisa bertahan hidup jadi kamu juga harus melakukan hal yang sama juga supaya nantinya tidak kerepotan.” Kata Renata menasehati.


 


“Ngomong omong berapa usiamu?” Kata Aslan penasaran karena sifat Renata ini sedikit membingungkan kadang seperti Abg kadang sengat dewasa sehingga membuat ia bingung tapi menurut penampilan nya sih ia sudah berumur 25 atau 26 tahunan.


 


“Hem kalau menurutmu berapa usiaku Aslan.” Kata Renata sambil mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Aslan.


 

__ADS_1


“Gelek eh~ menurut ku kamu sudah sepantaran saya sekitar 25 tahunan mungkin.” Kata Aslan sedikit gugup.


__ADS_2