Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Putra Mahkota 2


__ADS_3

Ch. 22 - Putra Mahkota 2


Sampailah kami di pintu gerbang desa. Kulihat ada seorang yang menjaganya, setelah kami sampai si penjaga langsung menunduk hormat karena saat ini kami menggunakan armor yang menunjukn identitas kami.


Selain untuk keselamatan juga untuk menghindari masalah yang tidak perlu ngomong – omong dalam perjalanan ku kali ini kami hanya menggunakan kuda dan tidak menggukakan kereta kuda.


Itu dikarenakan untuk meminimalisir terjadinya penyergapan apalagi pengawal yang di gunakan lebih sedikit dari pertama kali ketika berangkat. Walaupun hanya sedikit akan tetapi mereka adalah para elit di kekaisaran ini. Selain alasan di atas juga di karenakan jumlah orang yang di kawal hanya aku dan teman ku yaitu putra sekaligus penerus dari Duke Erlan XXY yang bernama Erik XXY.


Setelah melewati pos penjagaan kami langsung menuju distrik pusat karena hanya di sana yang menyediakan penginapan. Dan kalu dilihat – lihat daripad di sebut desa hampir mirip kota kecil.


Walaupun pada kenyataan nya kebanyakan penduduk di sini hanya penduduk musiman dan akan terus berganti ganti. Pada kenyataan nya penduduk sebenarnya dari Desa ini adalah penduduk yang tinggal nya ada di dekat pos jaga yang jumlah nya kurang dari 1000 jiwa sedangkan yang di distrik pusat adalah pendatang seperti pedagang dan pembisnis yang asal nya dari dua kerajaan.


Setelah melewati rumah- rumah yang terbuat dari  batu sampailah kamik ke jajaran rumah susun yang terbuat dari kayu yang ternyata adalah penginapan. Sedangkan  beberapa rumah berbentuk lenih kecil adalah toko atau kios pedagang.


Setelah beberapa saat kami memilih pengnapan, kami memutuskan untuk menyewa kamar yang ada di penginapan pusat. Penginapan ini berdiri persis di depan air mancur dan merupakan penginapan terbaik di desa ini. Setelah menyewa nya, cukup lumayan menurutku. Kami berencana untuk menetap 3 hari di desa ini baru melanjutkan perjalanan.


2 hari kemudian


Setelah dua hari kami menginap di sini kami memutuskan untuk melihat – lihat desa ini karena ketika dua hari sejak kami sampai ke desa ini kami hanya beristirahat saja. Kami menelusuri setiap jengkal tempat di desa ini bahkan kami memasuki beberapa gang sempit demi untuk memuaskan rasa penasaran teman saya. Siapalagi kalau bukan Erik yang dengan sembarangan menyeret saya untuk mengikuti nya.

__ADS_1


Selain karena paksaan Erik, juga karena aku ingin mencari suasana baru di tempat ini. Di saat perjalanan kami lalui dengan canda gurau walaupun yang terjadi sebenarnya adalah kelakuan Erik yang selalu menggangguku yaitu dengan sengaja menggoda saya.


Hingga tanpa terasa hari menunjukan waktu sore hari aku dan rombongan memutuskan untuk kembali ke penginapa. Akan tetapi di setiap jalan Erik selalu saja mengganguku sehingga aku memutuskan untuk sedikit menegur nya.


“ He tuan Erik XXY  bisa tidak anda diam sebentar saja. Saya sebagai teman dan atasan anda sudah sangat bosan mendengr ocehan anda sejak tadi.”


“ Oh kalu begitu maaf kan saya wahai pangeran Zein kalau saya banyak bicara. Akan tetapi mengingat sifat anda yang sangat dingin seperti patung hamba rasa tidak.”


“Huuft  terserah lah. Suka – suka kamu. “ Kata pangeran Zein dengan wajah yang pasrh menghadapi sahabat nya ini.


“ Ha ha ha jangan cemberut aja dong. Nanti Pangeran susah dapet gandengan lo. “ kata Erik sambil sesekali tertawa pelan.


“ Huuh itu urusan ku lagi pula apa – apa an penampilan mu itu. Kemapa kamu tidak pakai armormu sendiri palah memakai armor milik salh satu kesatriyaku. “


“ Kerserah kamu lah aku sudah tidaktau lagi sampai kapan sifat kekanak – kana kan mu akan hilang.”


Akupun berjalan dengan tenang sambil beberapa kali bercanda gurau hingga sampai lah kami di persimpangan. Dan tiba – iba ketika ketika aku tepat di depan persimpangan ada bayangan yang berlari cukup cepat dan sial nya bayangan itu mengarah kearahku  yang berada di paling depan.


“Brak.” Suara tabrakan yang di hasilkan dari aku dan bayangan itu karena ia menabrakku dalam keadaan memakai armor.

__ADS_1


Akan tetapi karena posisiku yang tidak terduga akupun hanya mematung dan pasrah kaerena posisi ini membuatku tudak dapat melakukan apa- apa. Saat ini aku sedang di tindih oleh bayangan tersebut dan wajahku saat ini sedang tenggelam kedalam benda yang lembut dan hamgat sehingga aku tidak dapat melihat karena terhalang benda tersebut. Aku bertanya – Tanya dimana aku ini dan benda apa ini.


Setelah beberapa saat barulah benda tersebut menyingkir dari pandangan ku dan ternyata benda yang menghalangiku adalah gunung kembar milik orang yang menabrak ku tadi dan setelah dia berdiri ahirnya akupun mampu duduk karena sudah tidak ada yang menghalangiku.


Setelah itu sosok bayangan yang menabrak ku ternyata seorang perempuan dan saat aku sudah sadar sepenuh nya aku dapat melihat seperti apa wujut dari perempuan itu dengan sangat jelas ia sangat – sangat cantic walaupun dia saat ini dalam keadaan yang tidak baik dengan adanya sedikit debu di wajah nya dan keringat yang megalir cukup deras. Akan tetapi tidak bisa menutupi kecantikan nya, palah menambah kesan sexsi menurut ku.


Sosok itu memiliki rambut coklat keemasan dan memiliki bolamata yang serupa. Memiliki wajah yang cantic sekaligus imut apalagi saat ini ia sedang malu itu terlihat dari pipinya yang memerah menambah tingkat keimutan nya. Ia memiliki perawakan gadis berumur 14- 15 tahunan mungkin akan tetapi kalau dilihat dari punya nya itu membuat aku sedikit ragu. Akantetapi saya akui bahwa punya nya sangat menakutkan sampai mampu menampung wajahku  disana.


Setelah nya dia beberapa kali minta maaf dan membungkukan badan nya akan tetapi aku tidak terlalu menghiraukan nya karena saat ini aku sangat soox setelah melihat wajah yang sangat cantic menurutku  dan belum pernah aku menemui kecantikan yang dapat menandingi kecantikan yang ada di depan ku saat ini.


Setelah beberapa saat Gadis itu melarikan diri dan bodoh nya aku yang masih belum sadar ketika itu. Barulah ketika Erik memberi pertanyaan konyol kepadaku aku sadar dan berusaha mempertahankan sikap ku supaya harga diriku tidak jatuh namun apa yang terjadi selanjut nya sangat memalukan dan tidak akan aku lupakan seumur hidup.


Bayangkan seorang Zein yang di kenal akan sifat dingin nya bahkan pada perempuan dapat mimisam dengan melihat waajah seorang gadis tidak di kenal. “Jangan sampai ada orang lain yang tau.” Kataku danam hati.


Setelah sadar kami memutuskan untuk mencari keberadaan gadis itu akan tetapi hingga petang kami sama seakali tidak menemukan keberadaan nya. Sehingga kami memutuskan untuk menghentikan pencarian karena hari sudah menunjukan malam hari dan kamipun memutuskan untuk kembali ke penginapan.


Malam harinya ketika aku ingin tidur aku sama sekali tidak bisa memejamkan mataku karena bayangan wajah gadis itu selalu terbayang di ingatan ku, hingga ahirnya karena kelelahan dan sudah mencapai batas barulah akupun dapat tertidur.


Keesokan hari nya ketika aku terdangun aku merasa kalau celanaku basah. Langsung saja akupun panic takut aku ngompol. Bayangkan saja kalau ini kejadian mau di taru di mana wajah ku nanti. Akan tetapi setelah aku teliti ternyata bukan dan setelah itu ingatan mimpi tadi malam tiba – tiba timbul dan menjawab semua pertanyaa ku saat ini.

__ADS_1


POV End  


 


__ADS_2