
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Aw......." pekik Rain sedikit menjerit saat telinganya di jewer oleh Phiunya.
"Sakit, ih!!"
"Mhiu kamu di apain, Bum?" tanya Sam masih terlihat panik padahal istri tercintanya sudah di tolong oleh beberapa pelayan dan MiMoynya.
Biru yang tadi pingsan kini sudah sadar kan diri meski tubuhnya masih sangat lemas, ia di sandarkan di sofa dengan kaki dan kepala masih di pijat oleh ART.
"Bum gak ngapa-ngapain, Phiu. Ini Bum baru mau tanya Mhiu tuh kenapa?"
"Lalu ini siapa?" tunjuk Sam dengan mengangkat sedikit dagunya kearah seorang gadis cantik yang bersembunyi di balik punggung sang putra.
"Kamu di tanya Phiu, ayo jawab" bisik Rain sedikit menoleh kebelakang.
"Siang, Om. Saya Rindu"
"Rindu siapa?" tanya Sam, ia benar-benar tak mengenal sama sekali bahkan namanya pun terasa begitu asing.
"Bee..."
Suara panggilan Biru membuat Sam langsung menoleh kearah sang pemilik hati. Ia mendekat lalu merengkuh tubuh lemas itu agar masuk kedalam dekapannya.
"Kita ke kamar ya sayang" ajak Sam yang di jawab anggukan kepala oleh Biru.
.
.
__ADS_1
Sepeninggal Mhiu dan Phiunya, kini tinggal Rain, Rindu dan Hujan di ruang tengah. Sang Nyonya besar tentu langsung mempersilahkan gadis itu untuk duduk.
"Teman sekolah Rain?"
Bukannya menjawab, Rindu malah menoleh kearah pria yang duduk begitu santai di sofa single.
"Bukan, Nyonya"'
" Panggil Moy aja ya" titah Hujan yang di balas anggukan ragu oleh Rindu.
"Bum ajak Rindu kesini buat ganti baju, bajunya basah karna di siram sama Kalina di kantin tadi" jelas Rain sebelum Hujan semakin banyak bertanya.
"Oh, coba pakai baju kak Buy. Kamu izin kakakmu dulu ya"
"Iya, Moy.".
"Nanti kamu sakit, cukup Madu yang kmren harus ku bawa ku dokter" cetus Rain.
Rindu langsung memasang wajah masam, rasanya kini ia tak lagi ingin menolak karna tak mau semakin merepotkan. Dua wanita itu pun menunggu persetujuan Embun untuk meminjamkan salah satu bajunya untuk Rindu.
"Gimana?" tanya Hujan.
"Ambil aja katanya, Moy" sahut Rain sambil meletakkan ponsel ke atas nakas.
Hujan langsung meminta salah satu pelayan menemani Rindu merapihkan diri di kamar tamu, ia akan memakai salah satu dress simpel milik Embun yang di pilih kan oleh Hujan.
"Terima kasih, aku sudah sangat merepotkan kalian semua, dan maaf sudah membuat kegaduhan di rumah ini"
"Tak apa, jangan terlalu di pikirkan. Kamu adalah tamu, sudah seharusnya kami melayanimu sebaik mungkin. Ayo ganti bajumu, Moy dan Rain akan menunggu di ruang tengah. Kita makan siang bersama"
__ADS_1
Rindu masuk kedalam salah satu kamar di lantai bawah sambil membawa baju yang di pilihkan oleh Hujan. Rindu tak hanya merapihkan diri tapi ia juga membersihkan dirinya lagi.
Di rasa Rindu sudah paham, Hujan pun bergegas menemui cucu laki-lakinya yang masih di ruang tengah. Tapi, belum juga sampai kearah Rain, tangan Hujan langsung di tarik oleh putranya.
"Apa sih, De?"
"Kemana gadis itu?" tanya Sam.
"Lagi ganti baju di kamar tamu" jawab Hujan.
"Moy, kenapa gak ikut masuk buat pastiiin sih"
"Pastiin apa, De?" tanya Hujan bingung dan tak paham dengan maksud ucapan Samudera.
.
.
.
Moy pastiin, gadis itu manusia atau SILUMAN KUCING???
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sakarepmu lah Tutut Markentut.
Calon mantu loh ituuuu 🤣🤣
Tolong di jaga takut di caplok sama buaya cengeng sama buaya betina.
__ADS_1