
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Braaaak...
Rindu masuk kedalam mobil dengan sedikit membanting pintunya, matanya merah karna usai menangis, sedangkan tangannya memukul dadanya sendiri yang tarasa sesak.
"Jangan gitu, nanti kamu sakit. Di hati kamu itu akan ada namaku, Rin" cegah Rain sambil menarik baju Rindu agar masuk kedalam pelukannya.
"Aku benci dia, Rain. Aku benci dia yang pernah baik padaku"
"Baiknya tak tulus, Jangan buang dengan percuma air matamu itu. Dia tak pantas di tangisi olehmu"
Rindu terus saja terisak dalam pelukan Rain, setidaknya ia kini begitu beruntung karna ada sosok malaikat tak bersayap di dekatnya. Bersedia dan sabar mendengar semua keluh kesahnya.
"Sudah, kita pulang ya. Tapi makan siang dulu, aku laper"
Rindu mengangguk setuju karna ini memang sudah lewat dari jam makan siang sedangkan mereka hanya membeli cemilan di mini market selama perjalan tadi.
Rain menghapus sisa air mata yang ada di wajah cantik Rindu, pipinya yang basah karna cairan beningnya membuat Rain ikut merasakan luka.
"Pengen cium, tapi masih tau diri" kekeh Rain saat menangkup wajah Rindu dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Gak boleh!"
"Dikit, boleh kali" goda Rain lagi, ia langsung tertawa saat melihat Rindu memicingkan matanya
"Mirip banget sama si Madu!"
Rain menyalakan mesin mobilnya, dan kendaraan mewahnya itupun perlahan beranjak dari pelataran rumah Rindu yang banyak menyimpan banyak kenangan orangtuanya. Selama perjalanan, hanya Rain yang banyak bercerita sedangkan Rindu hanya menjawab seadanya atau hanya dengan seulas senyum kecil. Tatapannya kosong dan jauh kearah luar jendela mobil Rain.
Resto makanan siap saji pun menjadi pilihan mereka untuk mengisi perut yang semakin lapar. Keduanya turun dan memilih beberapa menu makanan.
"Habis ini, gimana? masih mau tinggal sama aku, kan?" tanya Rain meminta kepastian.
"Beri aku waktu, ini keputusan yang besar untukku, Rain" jawab Rindu.
"Aku tunggu, tapi jika bisa ku memohon tolong jangan kecewakan aku ya" pinta Rain.
"Tuhan tahu mana yang terbaik"
Sampai di rumah utama menjelang malam hari, Rain maupun Rindu masuk lebih dulu ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri sebelum makan malam bersama dengan keluarga sepertinya biasa. Dua muda mudi itu duduk berdampingan hanya di temani Samudera dan Biru karna Air, Hujan dan Embun sedang pergi ke kediaman Bumi.
"Bagaimana perjalanan kalian?" tanya Sam.
__ADS_1
"Gak gimana gimana, gada komo lewat ya Rin, jadi aman tanpa macet" jawab Rain sambil terkekeh sedangkan Rindu malah nampak tak mengerti dengan yang di katakan pemuda tampan itu.
"Jangan di dengerin, Rin. Habiskan saja makanmu" ucap Biru yang tahu jika Rindu tak paham.
Empat orang yang berada di meja makan itu pun kembali menghabiskan makan malam mereka hingga tandas dan habis Lalu setelahnya Rindu membantu Biru menyiapkan cemilan.Sedangkan Rain langsung di bawa oleh Sam ke ruang tengah.
"Apa sih?" tanya Rain pada Phiunya setelah mereka duduk di sofa.
"Gimana? kamu ketemu sama calon suami Rindu gak? maen tonjok-tonjokan lagi gak?" Sam mulai memberondong banyak pertanyaan untuk sang buah hati.
"Ketemu cuma sebentar. Soalnya Rindu ajak Bani buat ngomong berdua" Jawab Rain.
"Kamu gak di ajakin?" tanya Sam lagi yang di jawab gelengan kepala oleh Si bungsu.
"Kenapa?"
Biarin aja, buat sekarang jodohku masih di jagain orang lain.. Aku mau Terima beres aja!!!
Kangen Bum- bum kecil aaaaaaah 🤣🤣🤣
__ADS_1