
🍂🍂🍂🍂🍂
Rindu yang sedang mengurus semua kucing peliharaan sang suami harus di kagetkan dengan suara pintu terbuka juga cahaya matahari yang masuk ke ruangan tersebut.
Ia langsung menoleh sambil tersenyum, saat melihat Rain sudah ada di ambang pintu sembari merentangkan kedua tangannya.
"Aku merindukanmu" bisik Rain saat istrinya berhasil ia peluk.
"Cuma 6 jam, dan kamu udah bilang kangen?"
"Harusnya kamu itu 24 jam sama aku, Rin" jawab Rain.
"Terus kenapa pulang? ini kan belum waktunya?" tanya Rindu, ia takut mertuanya akan marah jika Rain selalu pulang lebih awal.
"Kan udah di bilang, aku kangen kamu ih"
Rain menjatuhkan kepalanya di ceruk leher Rindu, sedikit menyesap karna jauh harum yang sangat menggoda indera penciumannya.
Ehem...
Suara deheman membuat pasangan suami istri itu kaget lalu menoleh bersama.
"Udah pulang, Bum?" tanya Air dengan tangan melipat dada.
"Iya, bosen tau di kantor" jawab si bungsu dengan sangat-sangat jujur.
__ADS_1
"Emang gak ada kerjaan?" tanya Air lagi bingung.
"Banyak, pAy. Cuma bosen mikirin Rindu terus di rumah"
Astaga!!!!
Air menggelengkan kepala, cucu laki-lakinya itu memang sedikit keras kepala jika sudah menyangkut Rindu. Tak perduli dengan tugas sekolah, kuliah bahkan sekarang yaitu setumpuk pekerjaan di kantor atau meeting penting lainnya. Jika ia ingin pulang, pria tampan itu akan pulang tanpa rasa bersalah. Air maupun Samudera tak berani memarahi karna sebelum Rain tentu mereka yang lebih dulu merasakan indahnya menjadi pengantin baru tapi Rain tentu lebih parah dari mereka.
Rindu yang lagi dan lagi menjadi alasan suaminya pulang cepat hanya bisa menunduk menahan malu dan takut meski nyatanya tak sampai di marahi.
.
.
.
Mereka saling bercerita apapun yang terjadi selama berpisah 6 jam, mulai dari keadaan kantor dan apa saja yang dikerjakan Rain. Begitu pula dengan Rindu selama di rumah utama yang tak punya kegiatan lain selain mengurus kucing-kucing mereka.
Rindu maupun Rain seolah tak butuh apapun, saling mengenggam tangan sambil mengutarakan banyak hal saja nyatanya sudah mampu membuat pasangan itu bahagia.
"Kamu mau apa? selama jadi milikku kamu gak pernah minta apapun dariku, Rin?" tanya Rain.
"Tanpa ku minta, bukannya kamu udah kasih? aku minta cinta, setia dan kejujuran." jawab Rindu.
"Yang lain?"
__ADS_1
Rindu menggeleng kan kepala, jika ia minta yang bisa di beli dengan materi tentu ia pun punya uang sendiri. Dan untuk nafkah lahir yang di berikan Rain justru sering Rindu belikan untuk kebutuhan semua peliharaan mereka. Bingung rasanya harus di pakai apa uang yang sudah masuk kedalam rekeningnya sedang semua kebutuhannya sudah di penuhi.
"Entahlah, kali ini aku tak butuh apapun, Rain. Cukup kamu dengan segala yang ada dalam dirimu saja"
"Bum terbang yaaaaaa" ucapnya sambil tertawa begitu pun dengan Rindu.
Rain yang tak pernah di tuntut apapun oleh Rindu selalu menjadi dirinya sendiri. Mereka tak pernah bertengkar kecuali urusan cemburu karna Rain tak pernah main-main soal hal itu.
"Emak-emak dulu seneng kalo denger aku nyanyi di lapak Phiu, aku mau nyanyi ah sekarang, dengerin ya"
Rain bangun dari baringnya, ia ambil satu gitar miliknya sejak jaman sekolah dulu yang kini jarang sekali di mainkan. Rindu yang masih di sofa sudah bersiap menonton konser dadakan suaminya tersebut.
.
.
.
Dua mata saya, hidung saya satu.
Satu hati saya cuma buat kamu.
Gue kira lo mau nyanyi nyeh Uwa-uwa Bum 🤣🤣
__ADS_1