
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Rindu yang baru membersihkan diri, keluar dari kamarnya yang memang berada di lantai bawah dekat ruang tengah keluarga, kenyamanan yang ia rasakan membuatnya dan semua anggota keluarga Rahardian seolah tak berjarak.
Rindu langsung menghampiri dan bergabung dengan Biru dan Embun.
"Sini, Sayang"
Rindu mengangguk sambil tersenyum ramah pada wanita cantik yang memanggilnya tersebut.
"Hari ini ada jadwal homeschooling, kan?"
"Iya, Mhiu. Tapi kayanya di undur sore. Missnya lagi ada urusan" jawab Rindu.
"Kenapa gak sekolah biasa? kan enak punya banyak temen" timpal Embun, ia meraih satu toples coklat lalu di sodorkan ke arah Rindu.
"Gak boleh sama Bum-Bum" sahut Biru.
"Kenapa?"
"Takut Rindu banyak yang lirik katanya"
Mendengar alasan yang lontarkan Biru, sontak membuat kedua pipi Rindu merah merona menahan malu, apalagi saat Embun yang awalnya tercengang langsung tertawa lepas.
"Bocah cengeng, kelakuannya makin absurd banget sih Mhiu. Apa coba nyuruh Rindu homeschooling biar gak di lirik cowok laen" ucap Embun di sela gelak tawanya.
"Cukup kucingnya aja ya, yang lirik" tambahnya lagi.
Biru hanya tersenyum dengan mata menatap teduh kearah Rindu yang wajahnya merah semerah buah tomat.
__ADS_1
"Kelakuan keluarga Phiu mu memang begitu semua kan. Kalau udah menyangkut pasangan pasti tingkahnya aneh"
Dan Kedatangan Keanu akhirnya membuat Rindu kini hanya tinggal berdua dengan Biru, gadis itu seolah mendapat kasih sayang lagi dari seorang ibu setelah kematian mamanya.
"Rain suka kamu, kamu pasti tahu itu kan?"
"Iya, Rain sudah mengatakannya berkali-kali." jawab Rindu sambil mengangguk.
"Kamu suka juga padanya?" pertanyaan Biru membuat Rindu menoleh dengan cepat.
"Masalaluku belum selesai, Mhiu"
"Baiklah, selesaikan dulu hubunganmu dengan yang selama ini mengikatmu. Tapi-"
"Tapi apa?" tanya Rindu.
Jika tak ada niat untuk bersama, jangan buat dia semakin jatuh cinta...
.
.
Sore menjelang, Rain yang baru pulang sekolah di sambut oleh MiMoy nya saja di depan pintu yang kebetulan akan ke teras, tubuh Rain yang semakin tinggi itu membuat wanita baya tersebut akhirnya berbelayut di lengan sang cucu kesayangan.
"Ganti baju, Moy siapkan makanan ya"
"Aku udah makan, tadi temenku bawa makanan saat rapat OSIS." tolak Rain. Dan Hujan sepertinya lupa jika hari ujung minggu sekolahnya Rain akan melakukan rapat.
"Ya sudah, ganti saja bajumu."
__ADS_1
"Tapi aku kangen sama bayi cucut, Moy"' sahut si tampan dengan ekspresi gemas.
Hujan yang tahu maksud perkatan Rain hanya tersenyum simpul, ada beberapa bayi yang baru lahir di rumah utama kemarin sore dan itu adalah mainan baru untuk sang pewaris Rahardian Group.
Rain langsung masuk kedalam ruangan termpat dimana semua hewan peliharaannya berkumpul dan di urus dengan baik oleh dua orang.
Dan senyum pria itu pun mengembang saat melihat sosok Rindu disana juga.
"Rin--"
"Eh, kamu Sudah pulang?" tanya Rindu sambil bangun dari jongkoknya yang terlihat Rain sedang mengelus bulu Choco dan Moa.
"Iya, mereka kenapa?"
"Gak apa-apa, lagi sayangin mereka aja kok" sahut Rindu sambil tersenyum.
"Akunya gak di sayang juga? padahal aku tuh udah sayang loh sama kamu" ungkap si pria berbibir merah tersebut.
"Rain....!"
.
.
***Kenapa?
Ibarat sebuah pena, ia tak akan bisa menulis kata tanpa tinta. Begitu pun dengan kita, sulit bersama jika hanya aku yang cinta***..
__ADS_1