
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Bisa kita bicara, Tuan?" suara seorang wanita langsung membuat Rain menoleh ke belakang, ia tak penasaran karang tahu dan sempat beberapa kali saling bicara.
"Tentu, ada apa Budhe?"
"Apa Rindu denganmu?" tanya wanita itu yang tak lain adalah si pemilik kantin.
"Iya, Rindu denganku dan tinggal di rumahku, kenapa?" Rain balik bertanya.
"Calon suaminya mencari, saya rasa Tuan tahu jika mereka akan menikah dalam waktu dekat ini"
"Baru mau, belum sudah menikah jadi aku masih bisa untuk mendekat atau mungkin akan menggaggalkannya" cetus Rain dengan senyum seringai di ujung bibirnya. Ia belum tahu pasti alasan apa yang membuat Budhe tetap memaksa Rindu menikah di kampung.
"Tapi, Tuan---"
"Sudahlah, biarkan Rindu bahagia. Apa Budhe tak kasihan ia selalu di pukuli oleh calon suaminya?"
"Di-- di pukuli?, maksud Tuan apa?"
Deg...
Rain mengernyitkan dahi, dari ekspresi yang ia lihat nampaknya wanita itu terkejut dan tak tahu apa-apa. Mungkinkah Rindu tak pernah cerita apapun tentang apa yang ia rasakan dan ia dapatkan selama ini? bathin Rain.
"Budhe bisa tanyakan pada Rindu. Aku takut salah bicara. Sore nanti aku keluar dengannya, kalian bisa bertemu di taman kota"
Budhe mengangguk setuju, ia terlihat khawatir dan Rain bisa merasakan hal tersebut.
.
.
__ADS_1
.
Siang menjelang sore Rain sampai di rumah utama. Wajahnya yang lelah karna mengurus banyak hal di sekolah langsung tersenyum lebar saat melihat Rindu bermain dengan kucing-kucing peliharaannya.
"Rin, ngapain?"
"Eh, gak Ngapa-ngapain kok. Kamu udah pulang? mau ku siapkan makan?" tawar Rindu yang malah membuat Rain mengulum senyum.
"Kok aku berasa tua ya?"
"Kenapa?" tanya Rindu.
"Kamu udah kaya Mhiu atau MiMoy kalau suaminya baru pulang kerja" jelas Rain.
"Eh, iya. Aku gak sengaja suka perhatiin mereka, Maaf. Aku bener-bener suka cara mereka menyambut suami, melayani suami, sampai--"
"Sampai apa?" tanya Rain yang mendekatkan wajahnya di depan Rindu yang mendadak panik karna hembusan napas pria itu menyapuh wajahnya.
"Enggak!" jawab Rindu sambil mendorong dada Rain.
"Rain..."
"Ssst.... aku suka kamu!"
Rain pergi menuju kamarnya setelah mengucapkan satu kalimat yang sudah membuat aliran darah Rindu berdesir, pria tampan itu berkali kali mengatakan suka dan sayang tapi tak pernah mengajaknya berpacaran.
.
.
Sore yang sudah di janjikan Rain tentu ia tepati, pria itu mengajak Rindu keluar rumah sekalian mencari makan kucing padahal biasanya sudah ada orang yang rutin melakukan hal itu setiap dua hari sekali.
__ADS_1
"Jauh banget, Rain?" tanya Rindu saat sampai di sebuah toko yang khusus menjual semua kebutuhan dan keperluan hewan.
"Sengaja, biar lama'an dikit di jalannya. Kan jadi makin lama juga tuh sama kamunya"
"Ish, kamu tuh receh banget, seneng ya ngerayu" ledek Rindu yang di balas kekehan kecil dari Rain.
keduanya turun dari mobil, langsung masuk kedalam untuk memilih dan membeli beberapa barang juga makanan dan vitamin untuk si hewan berbulu termasuk madu.
"Apa gak kebanyakan?"
"Gak lah, kan kucingnya banyak. Biar bagi rata buat yang suka" sahut Rain saat mereka sudah mau menuju meja kasir.
"Suka? emang kamu tahu dan hafal apa yang mereka suka satu persatu?" tanya Rindu.
"Tentu, malah aku tahu apa perbedaan kesukaan kita selama ini"
"Hah? emang kita suka apa, kok bisa beda?"
.
.
.
Aku suka roti
Kamu suka donat..
Aku udah cinta mati, kamunya bodoamat...
__ADS_1
Kesian 😂😂😂😂
Tar donatnya suruh di habisin ama Hiu ya 😁😁