Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
bab 25


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Satu minggu berlalu, Rindu semakin nyaman tinggal di rumah utama bersama keluarga Rahardian bahkan hari ini ia akan melanjutkan pendidikannya namun bukan di sekolah biasa seperti Rain melainkan homeschooling.


"Nanti pulang mau apa?" tawar Rain saat Rindu mengantarnya sampai ke garasi mobil.


"Gak tau, gak pengen apa-apa"


"Ya udah, nanti sore kita keluar aja ya sekalian beli makan kucing"


"Hem, iya. Hati-hati di jalan" pesan Rindu.


"Hatiku di kamu, bukan di jalan" sahut Rain menggoda sembari terkekeh.


#EhGombalanGajahJamanDahuluKala...


"Kenapa, Rain?" tanya Rindu, ia bingung saat pria itu mengusap tengkuknya sendiri.


"Enggak, mendadak merinding, inget Appa. Ya udah aku berangkat ya. Jangan minta cium belum halalan toyiban"


Rindu hanya tersenyum simpul, baginya Rain begitu menggemaskan. Entah apa yang sudah di makan olehnya sejak kecil sampai tumbuh menjadi pria hangat dan manja jika sedang bersamanya.


.


.


.

__ADS_1


Rindu yang baru masuk kedalam di kagetkan oleh oleh dua orang wanita yang belum di lihatnya sama sekali. Mereka tersenyum ramah sambil menanyakan keberadaan sang Nonya besar Rahardian.


"MimOy atay Mhiu?" tanya Rindu yang masih belum paham.


"WOW... jadi ini sih jadi" kekeh Ara, istri dari sepupu Samudra.


"Gelar kawinan lagi, shoping lagi kita" timpal Cahaya.


Rindu hanya bisa mengernyit kan dahi, siapa dan mau apa dua orang itu benar-benar tak di pahami olehnya.


"Masuk saja, biar ku panggilkan MimOy dan Mhiu"


Ketiganya pun langsung masuk kedalam rumah menuju tangga karna akan langsung ke ruang tengah lantai dua.


"Bee, calon mantu lagi nih?" tanya Cahaya saat melihat istri keponakannya.


Cieeee...


"Mau ya sama Si Bum-Bum kalo di ajak kawin" goda Ara, mulutnya sampai detik ini masih saja selalu tak bisa di kontrol.


"Nikah, Ra"


"Iya, apapun itu tapi enakan kawin" sahutnya lagi sambil tertawa.


"Rin, kenalin ini Onty Cahaya, adik dari papAy dan yang in Onty Ara istri dari sepupu Phiu"


"Aku Rindu, teman Rain"

__ADS_1


"Temen sehidup semati" ledek Cahaya dan Ara.


Semenjak Onty Ameera fokus pada kesehatannya, Cahaya dan Ara bagai tak terpisahkan satu sama lain. Menantu pertama Bumi Rameza Rahardian Wijaya itu semakin bar-bar dan berani, termasuk dalam jurus memuaskan suami.


"Si Bum-Bum banyak duitnya, boleh kali di gesek" bisik Cahaya pada Ara agar tak terdengar oleh Biru.


"Jangan minta sama si Nyenyeh, duitnya masih kehitung, mending minta sama Uncle Ay buat calon mantu card nya pasti di lempar di cuma cuma" balas Ara sambil cekikikan.


"Wah, pawangnya denger nih. Ada apa?" suara Hujan yang tiba-tiba dan ternyata ada di belakang membuat dia wanita itu dengan cepat menutup mulut rapat.


"Jangan dengerin mereka, Rin. Bisa-bisa kucing-kucing Bum-Bum gak bisa makan" sindir Hujan, sang Nyonya besar Rahardian Wijaya.


"Memang kenapa?" tanya Rindu bingung.


"Dahlah, kamu gak usah tahu, bahaya." jawab Hujan sambil mengelus kepala Gadis yang kini sudah di klaim menjadi kesayangan si pewaris Rahardian Group.


Mendengar itu, Cahaya dan Ara hanya terkekeh sedangkan Biru mengulum senyum. Wanita itu ingat betul bagaiamana ia dulu pun pernah ada di posisi Rindu saat ini. Tapi ada satu wanita yang kurang yaitu, Amma.


"Tapi kelihatannya Aunty baik, bahaya yang seperti apa?" tanya Rindu lagi.


.


.


.


Bahaya untuk dompet Rain nantinya....

__ADS_1


__ADS_2