Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
Bab 44


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Be, anakku lagi ngapain ya?" tanya Biru sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya yaah menjadi cinderela berkuda.


"Kaya aku, abis nyeh uwa-uwa" kekeh Sam saat menjawab.


Wanita yang kini sudah mempunyai dua menantu itu pun langsung mencubit dada polos suaminya, padahal ia bertanya seperti itu karna rindu si bungsu. Sebesar apapun Rain, ia tetap anak manja bagi Biru.


"Sekarang Bum ada yang urus, kamu gak usah khawatir ya. Anak-anak udah pada besar, Embun sudah ada yang jaga dan tanggung jawab. Kini tugas kamu balik perhatiin aku aja. Ok" ucap Sam sembari menarik tubuh sang istri ke dalam pelukannya yang kemudian di ciumi juga pucuk kepalanya.


Biru hanya mengangguk, ia tentu paham apa yang di katakan suaminya barusan.


.


.


Lain di rumah utama, lain juga di rumah Rindu, menantu satu-satunya Rahardian itu tak bisa memejamkan matatnya padahal pria halal di sebelahnya sudah meringkuk terpejam karna lelah. Rain hanya di minta melakukannya sekali malam ini karna besok pagi sekali pasangan itu akan pulang ke ibu kota, tepatnya Rumah Utama.


Rindu tak ingin sang suami kelelahan kutang tidur karena sibuk menjamah nya.


"Aku kenapa ya? Kemarin-kemarin bisa langsung tidur" gumam Rindu sambil meremas kain tipis yang menutupi tubuh polosnya yang sebatas dada.

__ADS_1


Rindu melirik lagi kearah Rain, yang nampak justru semakin lelap karna ia tak terganggu saat Rindu terus saja bergerak mencari posisi ternyaman setelah berhasil keluar dari dalam dekapan sang suami.


"Sayang, belum tidur?" tanya Rain saat ia melihat Rindu masih menatap langit-langit kamar.


"Hem, aku gak bisa tidur."


"Kok bisa? sini aku peluk" tawar Rain, dan Rindu pun langsung meringsek untuk mendekat.


Dan benar saja, dalam hitungan tak sampai sepuluh menit keduanya sudah terbuai bersama mengarungi mimpi indah sampai pagi menjelang.


🌺🌺


Jam 7 pagi pasangan pengantin baru itu sudah bersiap untuk pulang setelah sarapan. Satu persatu Rindu maupun Rain sibuk berpamitan dan mengucapakan banyak Terima kasih karna bagaimanapun mereka sungguh berjasa dalam lancarnya pernikahan pasangan tersebut.


"kenapa? kaya gak pernah bolak balik ke sana aja"


"Tapi kan sekarang beda, aku udah jadi istri kamu loh" ucap Rindu yang sedikit cemas tak beralasan.


"Terus maunya gimana? kamu kalau gak nyaman tinggal bilang aja mau tinggal dimana, kan aku udah kasih tau semua rumah sama apartemen milikku. Kamu suka yang mana?" tanya Rain mencoba mencari solusi.


"Enggak ih, gak gitu."

__ADS_1


Rain tersenyum, ia mengusap kepala istrinya sekilas berharap wanita itu bisa sedikit tenang.


Sampai di rumah utama, mereka langsung di sambut oleh semua anggota keluarga dan itu tentu membuat Rain mengernyitkan dahi.


'Ada apa? tumben kumpul padahal bukan hari libur' bathin si bungsu saat ia menatap satu persatu wajah para lelaki Rahardian yang tersenyum penuh arti, bahkan kini bulu halusnya merinding secara mendadak seolah menandakan sesuatu akan terjadi padanya.


"Bee, ajak Rindu masuk gih. Kasian tuh kecapean" titah Samudera pada istrinya namun di sahut oleh Ara yang langsung menngandeng tangan mantu keponakannya tersebut.


.


.


.


"Biar Ara aja! yuk Rindu, kita keatas eh.. tapi emang udah nyobain di atas belum?"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Mantumu Yaaaaang 🀭


Laknatullah banget perasaan πŸ˜‚

__ADS_1


Pawang Rahardian VS rapat orang ganteng 😍


__ADS_2