Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
Bab 27


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Budhe?!"


Rindu berhenti dari langkahnya saat ia melihat sesosok wanita baya sedang duduk di kursi besi seorang diri seolah sedang ada yang di tunggu. Wanita itupun sontak menoleh lalu bangun saat merasa ada yang memanggil dari arah belakang.


"Rindu, apa kabarmu?"


"Aku baik, tapi--?" Rindu menggantung ucapannya sambil menoleh ke arah Rain yang tersenyum.


"Bicaralah, aku mau ke beli minum dulu ya kesana" tunjuk pria tampan itu ke salah satu stand makanan ringan.


Rindu dan Budhe mengangguk secara bersama, lalu kembali duduk di kursi besi yang di sengaja di sediakan oleh pihak taman kota.


Budhe meraih tangan Rindu, ia menanyakan lagi kabarnya selama ini karna sepertinya banyak yang wanita itu tak tahu.


"Jangan khawatir, aku bisa menjalani hidupku dengan baik, Budhe"


"Tapi bukan begini caranya, bukan berarti kamu kabur-kaburan seperti ini, Rin. Harusnya kamu cerita apapun yang terjadi dalam hidupmu" tukas Budhe sedikit kesal tapi memang seperti itulah nada bicaranya yang agak ketus dan mengena ke hati.


#EhNapaMiripDiriku??


"Aku hanya tak ingin melibatkan Budhe"

__ADS_1


"Budhe harus terlibat, kamu keponakan Budhe. Biar Budhe yang bicara pada orangtua Bani di kampung sana. Budhe menitipkan mu pada mereka agar mereka menjagamu dengan baik, bukan justru sebaliknya, Rin. Apa tujuan mereka, Hah?" geram Budhe.


"Mereka ingin menguasai semua aset milik Mama dan Papa dengan cara menikahkanku dengan Bani otomatis Bibi dan Mamang leluasa mengelola semuanya, Budhe" jelas Rindu.


"Ya Tuhan! selicik itu mereka? apa belum puas menikamati bagian yang cukup besar selama ini dari orangtuamu? Papamu tak pernah perhitungan dalam segala hal, kebaikannya ternyata membuat mereka menjadi tamak"


Rindu mengangguk, memang itu yang ia pikirkan juga. Selama ini Rindu tak pernah menikamati hasil dari perkebunan dan sewa tanah orangtuanya padahal sejak kecil ia selalu di manjakan dengan limpahan materi. Dengan modal nekat ia justru meninggalkan sekolahnya demi bisa kabur dari rumah, sebuah bangunan mewah yang kini seolah menjadi neraka padahal jelas itu miliknya.


"Tinggalah lagi dengan Budhe, jangan tinggal bersama dengan tuan muda Rain dan keluarganya ya" pinta Budhe.


"Tapi mereka sangat baik dan membuat ku aman juga nyaman"


"Budhe tahu, hampir semua orang kenal bagaimana dermawan dan ramahnya keluarga Rahardian tapi kamu anak gadis dan di sana ada tuan muda Rain yang juga seorang jejaka, Budhe hanya takut." ungkap wanita itu memberi pengertian.


"Biar nanti ku bicarakan lagi ya, karna sepertinya mereka akan membantuku mengambil alih semua aset milik papa"


Rindu tersenyum simpul seakan itu semua menjadi jawaban, Budhe langsung memeluk gadis itu sambil memberi banyak nasihat termasuk harus pandai menjaga diri dan tau diri. Sekaya apapun ia di kampung, tetap tak akan sejajar dengan keluarga Rain di kota.


"Rindu paham, Budhe"


"Bagus, apalagi kamu masih calon istri Bani. Kita belum menyelesaikannya secara resmi, kan?"


"Iya, Budhe" jawab Rindu menunduk karna dadanya mendadak sesak.

__ADS_1


Dirasa sudah cukup berbincang, Rindu memilih pamit karna waktu hampir petang. Ia mulai tahu dan mengikuti aturan di rumah utama jika para penghuninya wajib makan bersama.


"Rain--"


"Hem, udah ngobrolnya?" tanya pemuda itu setelah ia mengalihkan fokusnya dari game di ponsel yang sedang ia pegang.


"Sudah, terimakasih ya sudah mempertemukan aku dan Budhe hari ini" ucap Rindu senang, ia tak menyangka Rain melakukan ini semua untuknya.


"Sama-sama, lalu gimana?" tanya Rain.


"Gimana apanya?" gadis itu balik bertanya.


.


.


.


Mau jadiin aku pacarmu atau jadiin aku mantu Budhe mu???



🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Bum, si Rindu bukan si Ireng yang bisa dirimu perlakukan seenaknya ganteng 🤣🤣🤣


Itu ngajak pacaran apa ngajak perang, maksa banget 😪


__ADS_2