
ππππππππ
"Kita bisa pulang besok, Rin."'
" Tapi aku mau sekarang!"
perdebatan terus terjadi antara Rain dan Rindu, sudah sejak pagi menantu Rahardian itu ingin pulang ke kampung halamannya untuk menghadiri acara tahunan untuk memperingati hari meninggalnya kedua orang-tua Rindu.
"Acaranya kan malam, kita bisa pulang pagi. Gak perlu malam-malam begini, aku capek!" tolak Rain yang memang baru saya pulang dari kantor.
Ia yang biasanya di suguhi senyum dan pelukan justru kali ini di abaikan. Jangankan melepas dasi, untuk menjawab pertanyaannya pun Rindu seperti terpaksa.
"Kamu bisa suruh supir, Rain"
"Sudah ku bilang kan, aku capek. Jangan membuat ku justru berubah pikiran dengan cara malah tak mengizinkan mu pergi sama sekali."
Rindu yang kesal akhirnya menangis, Ia tak pernah menyangka jika harus mendengar Rain meninggikan suaranya. Biasanya pria menggemaskan itu akan mengalah tapi nyatanya tidak kali ini. Rain pergi meninggalkan istrinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
.
.
.
Usai makan malam Rindu langsung ke kamar tapi tidak dengan Rain yang memilih mencari gara-gara lebih dulu dengan Lintang. Cucu kesayangan Phiunya itu bagai musuh jika bertemu dengan Rain.
"Bantem yuk, Lin"
Ajakan tak berfaedah itu pun langsung mengundang pukulan dari kakaknya.
"Kebiasaan ih." protes Embun dengan berdecak pinggang.
"Apa? kan biar badannya sehat. Jangan nangis terus," kata Rain sambil mencibir karna dari ketiga Keponakannya itu hanya Lintang lah yang paling rewel dengan tingkat kemanjaan diatas rata-rata.
__ADS_1
#Promosi
#DramaHarianSiKembar
#AnakBuayaKadal.
#Noveltoon.
*****
Ceklek
Jam 10 malam Rain masuk kedalam kamarnya untuk istirahat, semua keluarganya tahu jika esok pagi ia dan Rindu akan pulang ke kampung halaman wanita cantik itu.
"Rin-- kamu udah tidur?" tanya Rain saat sang istri tidur membelakangi nya tak seperti biasa.
"Hem," sahut Rindu berdehem pelan.
Merasa tak bisa di abaikan terlalu lama, Rain pun mencoba mengalah, ia peluk bidadari hatinya itu dari belakang sambil mengungkapkan rasa sesalnya.
Rindu tak menjawab, matanya terpejam sedang menahan air mata. Hatinya kini sedang buruk, bahkan tak terhitung sudah berapa kali ia menangis satu hari ini. Bayangan orangtua yang sedang di penghujung hidup rasanya tak mau pergi dari pelupuk matanya. Tak pernah terbayang dalam benak Rindu akan menjadi yatim pintu di usia remaja yang seharusnya masih merasakan rangkulan dan nasihat ibu ayahnya.
"Tidurlah, besok kita pulang pagi pagi sekali" Rain mencium pipi Rindu tanpa berusaha membalikkan tubuh sang istri. Ia biarkan pemilik hatinya itu tenang dengan caranya sendiri.
Malam yang terasa begitu panjang akhirnya berakhir saat Rindu mendengar suara alarm berbunyi dengan nyaringnya di atas nakas. Padahal seakan ia baru saja terpejam karna saking lelahnya terus mengeluarkan air mata.
"Rain, ayo bangun. Bersihkan dirimu."
Rindu kembali ke arah lemari untuk menyiakan baju, akan ada beberapa yang di bawa untuk salin selama di kampung nanti.
"Kita nginep kaya biasa' kan?" tanya Rindu saat melihat suaminya keluar dari kamar mandi.
"Iya, kenapa?" pria itu justru balik bertanya.
__ADS_1
"Gak apa-apa, aku mau di lebihin satu hari lagi. Bisa?"
Rain yang mendengar permintaan istrinya itu buru-buru menggelengkan kepalanya tanda menolak apa yang di inginkan Rindu.
"Kenapa?"
"Biasanya kan cuma 2 hari, Rin."
"Tapi aku maunya 3 hari" tegasnya lagi sedikit memaksa.
.
.
Eh... kamu beneran ya! minta ku hukum...
******
#Promo Novel Bestie
#Mampir ya
Blurb
Follow IG: harumini_12
βPercuma shalat, mainnya saja ke klub malam,β cibir Meri pada sang suami yang belum ada sehari menikahinya.
βDari pada kamu, shalat tidak, ke klub malam iya,β celetuk Oza, seorang pria tampan, pemilik beberapa hotel bintang lima didalam dan juga luar negeri. Yang terpaksa menerima perjodohan yang dilakukan oleh sang mommy, dengan gadis yang ditemuinya di klub malam saat dia sedang menghadiri acara pesta ulang tahun rekan kerjanya.
mengingat keduanya bertemu pertama kali di sebuah klub malam, membuat keduanya salah paham, tanpa tahu yang sebenarnya terjadi. Mengingat lagi pertemuan keduanya di klub malam, mereka sama- sama menghadiri pesta ulang tahun.
Bagaimana keduanya menjalani rumah tangga yang bagaikan kucing dan anjing, akankah ada cinta yang tumbuh diantara keduanya dengan berjalannya waktu, atau sebaliknya ketika mereka sama-sama memiliki pujaan hati.
__ADS_1