
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kenapa ujungnya gak enak banget sih, Rain?" ucap Rindu yang hafal betul dengan otak mesum suaminya.
Ia tak lagi kaget dengan semua yang terlontar dari mulut pria tampan itu, karena yang ia tahu semua keturunan Rahardian tak pernah jauh dari ranjang jika ada kesempatan.
Dan Rindu yang kini sudah masuk dalam jajaran para Pawang tentu tugasnya hanya menyenangkan para suami dengan pelayanan terbaik.
Keduanya kini sudah berada di dalam mobil, siap melakukan perjalanan ke luar kota tempat dimana akan di adakannya pembukaan hotel baru. Rain menolak saat Phiu nya menawari mereka naik pesawat ataupun kereta dengan alasan ingin menikmati perjalanan.
Rindu yang memang senang jajan harus membuat suaminya itu berhenti beberapa kali di pinggir jalan setelah keluar dari jalan tol. Ia beli apapun yang menurutnya layak di makan asal halal tentunya.
"Kamu makan terus tapi gak gemuk gemuk ya" ucap Rain sambil terkekeh saat melihat istri cantiknya melahap martabak telur.
"Emang mau aku gemuk?" tanya Rindu dengan mulut penuh sambil sesekali menyuspi Rain.
"Enggak, nanti aku berat kalau kamu di atas"
Rindu langsung mendelik, cubitan panas pun langsung ia layangkan pada suami bermulut laknat tersebut. Kadang Rindu takut ada orang lain yang mendengar karna baginya cukup para emak-emak dunia nyata saja yang tahu.
"Dari pada kurus, nanti di sangka nya aku gak bahagia loh" cetus Rindu seraya mencibir.
"Gak bahagia gimana? kan jelas jelas aku cinta kamu. Orang juga tahu itu, Rin" jawab Rain dengan sangat percaya dirinya sampai membuat Rindu tertawa.
"Hem, aku tahu. Aku juga cinta kamu"
__ADS_1
"Apa? gak denger" goda Rain.
"Aku cinta kamu" jawab Rindu yang belum sadar jika sedang di jahili oleh suaminya.
"Aku gak denger, kamu ngomong apa sih?" pinta pria yang kini sedang mengulum senyum.
Rindu pun sontak menoleh, ia tatap suaminya dengan tatapan kesal.
"Ampun kanjeng Ratu"
Rindu merapihkan lagi bungkusan makanannya, dan Rain mulai menyalakan lagi si mesin mobil untuk melanjutkan perjalanan yang tinggal satu jam lagi hingga sampai ke tempat tujuan.
.
.
.
"Iya, gak terlalu besar karna ini juga bukan kota besar" jawab Rain yang menggandeng tangan istrinya masuk kedalam.
Mereka yang mendapat sambutan terbaik hanya bisa melempar senyum dengan sesekali berbasa basi dengan para staf hotel yang sudah disana sejak beberapa waktu lalu.
Rain dan Rindu pun langsung bergegas ke kamar mereka untuk beristirahat sejenak sebelum akhirnya menyiapkan diri datang ke acara pembukaan.
Rindu yang akhirnya bisa merebahkan diri diatas ranjang sungguh sangat menikmati empuknya kasur di bawah punggungnya tersebut. Ia terpejam dan semakin terpejam saat merasa bibirnya di sentuh oleh Rain.
__ADS_1
"Makin cape yuk" bisik Rain yang sudah berada di atas tubuh Rindu.
"Waktu kita gak banyak"
"Tapi cukup kok, kalau cuma buat ngacak ngacak semak belukar aja" sahutnya lagi sambil menyesap leher Rindu yang selalu menjadi candu.
Rindu yang selalu di perlakukan dengan sangat lembut hanya bisa mend esah menahan nikmat karna dari leher biasanya bibir Rain akan terus turun memberikan rasa yang jauh lebih memabukkan.
Baju atasan Rindu kini sudah di lepas, terlihat lah dua bongkahan daging kenyal yang lembutnya bagai Squishy.
.
.
.
Ini punya Bum ya, jangan ada yang ambil, keh!
Keh Bum 😂😂😂
Tar klo lo punya anak, Phiu suruh beli sapi ya biat tuh bayi jadi anak Sapi 🤣🤣🤣
Pelit banget dan ampun!
__ADS_1
punya gue nih, nganggur 😅😅😅