
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Bum tinggal ya ganteng, gak boleh berantem sama yang lain nanti dosa" pesan Rain saat ia dan keluarganya hendak pergi makan siang bersama.
Rindu yang sudah tinggal bersama pun tentu di ajak meski awalnya gadis itu menolak, perasaan tak enak selalu hinggap saat semua orang bersikap terlalu baik padanya padahal jelas ia hanya menumpang hidup di rumah utama.
"Mhiu dan Phiu akan sayang pada siapapun yang di sayang juga oleh Embun dan Rain. Jadi tak perlu sungkan ya" ucap Biru saat menggandeng tangan Rindu menuju mobil, meninggal kan Rain yang masih berpamitan pada kucing kucingnya.
"Dari kecil tiap mau pergi pamitnya udah mau perang" kekeh Sam yang sudah berada di dalam mobil.
"Gak aneh" timpal istrinya yang duduk di kursi depan samping sang suami sedangkan Rindu ada di belakang.
Braaak..
Rain masuk kedalam mobil dan langsung duduk di samping Rindu. Perjalan yang memakan waktu lebih dari tiga puluh menit itupun akhirnya sampai di resto yang di tuju. Bangunan empat lantai yang begitu mewah tersebut tak lain adalah milik sepupu Samudera, Galaksy ArMikha Rahardian Wijaya.
"Phiu seneng banget kesini?" ucap Rain saat semua bergegas turun dari mobil.
"Kan GRATIS, Bum" jawab Sam terkekeh.
__ADS_1
#Astagfirullah
Biru dan putranya mencibir bersamaan tapi tidak dengan Rindu yang tersenyum kecil. Ada saja tingkah keluarga pria yang kini menggenggam tangannya itu yang membuat ia takjub dan tak habis pikir namun setelahnya malah mengundang gelak tawa.
Mereka kini langsung menuju tempat VVIP yang biasa untuk keluarga Rahardian, ruangan privat yang selalu streril karna tak pernah di gunakan orang lain sebab ada di lantai paling atas, yang jika malam hari justru terlihat indah.
"Kak Buy tuh pasti lama, kan udah Bum bilang buat satu mobil aja" cetus nya kesal karna sudah lima belas menit menunggu.
"Muter muter dulu kayanya" sahut Biru yang masih fokus memilih makanan di buku menu bersama Rindu.
"Kan enak pelukan sambil bawa motor" timpal Sam sambil terkekeh, ia membiarkan anak sulungnya itu menikmati kebersamaannya dengan pria yang membuat sang putri pensiun menjadi buaya betina.
"Nunggu ya?" suara Embun di ambang pintu membuat semua menoleh.
"Gak usah nanya" jawab Rain masih ketus.
"Maaf, tadi Buy pengen beli jajanan dulu pas lewat depan sekolah dasar" jelas Keanu yang sebenarnya tak enak hati, tapi ia tak bisa menolak juga saat wanita kesayangannya itu selalu ingin berhenti di beberapa tempat.
"Mhiu sudah pesankan makanan juga untuk kalian, sebentar lagi juga di antar"
"Janji habisin ya" ucap Keanu pada Embun, sebab biasanya ia akan menjadi penampungan terakhir makanan yang di pesan sang Ratu Rahardian.
__ADS_1
Semua makanan kini sudah terhampar di atas meja, bau harumnya juga sungguh sangat menggugah selera untuk siap di nikmati oleh perut dari orang-orang yang kelaparan.
"Bum, ko cuma gak dimakan?" tanya Biru pada putranya.
"Iya, malah ngeliatin Rindu, emang kenyang?" ledek Embun, ia begitu gemas melihat tingkah adiknya yang sedang kasmaran padahal ia pun tak kalah bucin dari Abang paketeknya.
"Ada yang mau kamu ungkapin ke Rindu, Bum?"
.
.
.
Ikah hiu makan pepaya..
I love you, tapi aku bukan siapa-siapa 😭
Eh... Awas di amuk kadal jantan Bum 🤣🤣🤣
__ADS_1