
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Delapan bulan menikah tapi belum ada tanda-tanda Rindu berbadan dua tentu menbuat para Suhu bertanya-tanya.
Dibawa lah Rain ke ruang kerja yang disana sudah ada Air dan Samudera oleh Tuan muda Lee.
"Apa lagi sih?" tanya pria tampan menggemaskan tersebut saat ia di duduk kan oleh kakak iparnya, Keanu.
"Bum bisa bikin anak gak sih? katanya jago kukurusukan di semak belukar tapi belum juga keliatan mau punya buntut?" tanya Tuan besar Rahardian pada cucu kesayangannya.
"Apa? buntut apa?"
"Gak usah pura-pura gak paham" sindir suami Embun tersebut.
Rain mengernyit kan dahi, ia tatap satu persatu semua pria berpengalaman tersebut dengan intens.
"Baby?" tebak Rain
"Yups" sahut Air, Samudera dan Keanu berbarengan.
"Kenapa Bum belum punya anak? uget uget Bum gak bengkok, kan?"
__ADS_1
"Enak aja? Phiu mau lihat, hah?" tawar si bungsu yang tentunya langsung di tolak oleh Samudera.
Sedang Keanu langsung tertawa melihat ekspresi kaget mertuanya tersebut.
"Rindu gak pake alat kontrasepsi 'kan, Bum?" tanya Air yang semakin penasaran.
"Enggak"
"Bum, uget uget nya di sarungin gak? " tanya Keanu yang duduknya semakin dekat.
"Di balonin?" Rain malah balik bertanya dengan polosnya
"Nah, iya. kalau di balonin jangan yang hijau ya nanti betus hatimu jadi kacau" ledek Air yang langsung mengundang gelak tawa.
Rindu yang awalnya sulit sekali diajak ke luar akhirnya pasrah, wanita cantik berambut panjang hampir sepinggang itu memang lebih senang bermain dengan kucing atau memanjakan Rain. Rindu seolah tak butuh apapun untuk dirinya sendiri asal dua makhluk itu ada bersama dengannya.
"Bum, punya babynya nanti aja"
"Kenapa?" tanya si tiga pria beda generasi berbarengan.
"Pokonya nanti aja!" sahutnya semakin keukeh.
__ADS_1
"Pasti Nyeh Uwa-uwanya takut di ambil ya sama Baby?" tebak Samudera yang langsung mengundang gelak tawa tapi tidak untuk Rain yang merengut kesal.
"Enggak! kan bisa satu-satu"
"Eh, gak boleh." sahut Keanu yang malah membuat adik iparnya itu uring-uringan.
Rain yang melihat papAynya merentangkan tangan langsung berhambur kedalam pelukan pria baya tersebut. Ia semakin nyaman bahkan mendadak ingin tidur saat punggungnya terus mendapat usapan lembut. Banyak yang mengganjal dalam hati Rain sampai ia harus memutuskan untuk menunda punya anak, belum terlintas sama sekali dalam pikiran pria itu untuk menimang bayi dalam waktu dekat sedang Rindu hanya menurut apapun keputusan suaminya.
Pasangan suami istri itu begitu menikmati peran mereka masing-masing. Melewati hari tanpa keributan atau salah paham yang berlarut, justru salalu penuh dengan gelak tawa karna candaan atau rengekan Rain yang sering meminta hal aneh dari Rindu.
"Lagi di tanya malah tidur" ucap Samudera saat melihat putra bungsunya sudah terpejam dalam pelukan papAynya. Bohong jika ia tak mengharapkan cucu dari Rain meski ada tiga makhluk kecil lain di rumah utama yang selalu menggerkan.
"Mungkin dia haus, Nyeh Uwa-uwanya kan lagi pergi" timpal Keanu yang senang sekali menggoda.
.
.
.
Tapi kalau di pikir lucu sih, masa iya Bayi punya Bayi.
__ADS_1