Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
Bab 32


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Setelah Rindu benar-benar meminta izin untuk pulang dan izinkan juga oleh Air dan Samudera gadis itupun memutuskan berangkat esok pagi setelah sarapan dan tentunya di antar oleh Rain. Pemuda tampan Pewaris utama Rahardian Group. itu memaksa ikut ke kampung Rindu dengan alasan ingin menjaganya.


"Kalau nanti dia berantem lagi gimana, Bee?" ucap Biru khawatir. Ia tak Terima putra kesayangannya harus kena bogem mentah lagi dari orang lain.


"Banyak yang jaga, kamu tenang aja"


"Kemarin lolos, Bee"


"Gak apa-apa, berantem dikit namanya juga jagoan." rayu Sam agar istrinya sedikit lebih tenang.


"Ish, di cakar kucing aja, pengen ku cincang kucing nya. Kesal aku!"


Sam hanya bisa tertawa, di banding Embun Biru memang jauh lebih dekat dengan Rain. Anak bungsu laki-laki yang tak pernah mau jauh dari Mhiu nya itu memang sangat manja jika di rumah. Tapi tak mengurangi jati dirinya sebagai seorang pria yang kini sedang beranjak dewasa.


Kasih sayang yang di berikan keluarganya membuat Rain tumbuh menjadi seorang yang penyayang, meski kadang terlalu egois dan posesif dengan apa yang ia suka termasuk pada Rindu. Entah apa yang membuat gadis manis itu berhasil menjadi cinta pertama bagi seorang Rainerly Rahardian Wijaya yang selama hidupnya hanya bermain dengan puluhan kucing di rumah utama. Sungguh sesuatu yang menurut keluarganya itu adalah yang hal luar biasa. Tapi sayang, cinta yang baru tumbuh bersemi itu harus terhalang sebuah status yang membuat Rain tak bisa mengikat Rindu secara resmi di depan banyak orang sebagai miliknya.

__ADS_1


.


.


.


Dan selama perjalanan menuju kampung halaman Rindu keduanya tak banyak bicara kecuali membahas mengenai kucing-kucing yang kini mereka urus bersama. Rain tak mengizinkan Rindu membawa Madu agar gadis itu mau saat di ajaknya kembali pulang kerumah utama.


"Aku gak bisa bayangin muka Madu saat dia liat lagi aku baru dateng sama kamu, Rin" kekeh Rain.


"Dia tuh lucu, tapi saat gak ada kamu. Entah kenapa ekspresinya berubah galak saat lihat kamu, Rain" jawab Rindu yang merasa aneh. Karna jika sedang berdua saja Madu akan menjadi hewan yang paling menggemaskan.


"Aku tahu dan aku bisa merasakannya. Terima kasih. Aku bangga menjadi wanita yang kamu cintai dengan tulus, Rain" balas Rindu dengan seulas senyum di ujung bibirnya di tambah dengan pipi yang merona yang menambah kecantikan dari seorang Rindu.


"Dan kamu akan lebih bangga jika resmi menjadi milikku satu-satunya. Aku tak akan mengecewakanmu" balas Rain meyakinkan jika perasaannya tak main-main meski ia masukin berusian belasan tahun.


"Jika bisa, aku tentu ingin hal itu. Tapi aku tak bisa Rain. Aku punya janji pada orangtuaku untuk menikah dengan Bani. Mereka hanya ingin itu sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir. Dan aku sudah menyetujuinya. Mereka akan tenang jika melihat ku bersama Bani." lirih Rindu, jika saja waktu bisa di ulang, rasanya ia ingin ada di mana hari terakhir orangtuanya itu masih bernapas.

__ADS_1


"Dengan Bani yang memperlakukanmu dengan sangat kasar? kamu yakin orangtuamu akan tenang, bukan sebaliknya akan sedih melihat putrinya di pukuli tanpa ampun?"


"Dia punya alasan melakukan itu"


.


.


.


Baiklah, tapi aku masih akan terus keras kepala merayu mak othor agar nanti dirimu tetap denganku saja!!!



***gada yang gretong ya kasep. 😍😍😍


pipis aja dualebu 😆😆

__ADS_1


Eh, gak minta cicis kok.. minta cium gajah, Buweeh????


😭😭😭😭😭😭😭***


__ADS_2