Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
Bab 52


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Tuan muda ada?" tanya Samudera saat ia menghampiri sekertaris Rain ketika sudah berada di depan pintu ruangan Direkur Utama.


"Ada, Tuan. Nona Rindu juga ada" jawab Nadia, si cantik dengan rambut bergelombang yang senang sekali menggoda bosnya tersebut.


"Oh, kirain udah pulang"


Samudera yang berotak mesum langsung memikirkan hal yang macam macam tentang anak menantunya tersebut. Karna sebelum Rain tentu dia dulu yang merasakan indahnya di datangi sang istri ke kantor karna pasti akan kenyang lahir dan bathin.


Pria tampan paruh baya itupun berlalu meninggalkan ruangan Rain yang belum ia masuki, senang tak senang ia berharap bisa segera menimang cucu dari si bungsu.


Langkah kaki Samudra kini berjalan kearah lift khusus para petinggi perusahaan. Ia meraih ponselnya untuk menghubungi Biru.


"Bee, lagi apa sayang?" tanya Sam yang selalu menyempatkan diri menelepon sang istri kapan pun itu.


"Aku di rumah abis ngurusin cucu kamu yang tiga biji" kekeh Biru sambil memijit kakinya sendiri.


"Cucumu juga, Cantik. Jangan di cubitin terus nanti Phiunya marah" goda Sam.


Biru pun tertawa, pria itu tahu betul bagaimana ia gemas pada si bungsu yang begitu dekat dengan sang suami.


"Kamu dimana, Bee? mau pulang gak?" tanya Biru.


"Aku di kantor. Tadinya mau makan siang sama Bum-Bum tapi ada istrinya" jawab Sam yang keluar dari lift.


"Hem, iya. Rindu antar makanan kesana"

__ADS_1


"Aku iri, Bee" keluh Samudera dengan wajah merengut manja. Ia yang tadinya akan ke kantor cabang langsung memilih pulang ke rumah utama.


.


.


Jam 5 sore Rain dan Rindu pulang, keduanya bergandengan tangan keluar dari ruangan.


"Dadah Bum" goda Nadia sambil cekikikan.


"Rain! awas panggil Bum" ancam sang Tuan Muda pada sekertarisnya. Tapi meski begitu, mereka selalu akur jika sedang bekerja dan selalu menjadi team yang baik.


Rindu yang susah mengenal baik Nadia hanya mengulum senyum, pertengkaran keduanya tentu tak pernah serius.


"Jangan cemburu sama si soang ya" pinta Rain.


"Gak lah, ngapain juga" sahut Rindu yang tak pernah ambil pusing dengan kedekatan sang suami dengan Sekertarisnya tersebut.


Gadis itu memang sangat pemilih dalam urusan pasangan dan tak berniat untuk menikah di usia muda, tapi begitu senang meledek Rain karna ia punya kebanggan tersendiri yang tak pernah di rasakan wanita lain termasuk Rindu


Sampai di rumah utama, mereka langsung bergegas ke kamar untuk membersihkan diri sebelum jam makan malam tiba, karna yang Rain tahu malam ini bangunan mewah itu akan kedatangan Bumi dan Khayangan.


"Kok aku laper banget ya" ucap Rain setelah rapih dan siap untuk keluar kamar.


"Laper lah, abis kenyang makan siang tenaganya kan langsung di keluarin lagi" sindir Rindu yang di serang habis-habisan oleh suaminya di kantor.


"Iiiiih, kalau ngomong suka bener! kan repot kalo makin cinta" kekeh Rain sambil berhambur memeluk Rindu.

__ADS_1


Puas bercanda mereka akhirnya keluar. Langkah yang beringan itu kini langsung kearah ruang makan.


"Phiu, kapan pulang?" tanya Rain sambil menarik kursi meja makan.


"Tadi siang abis dari ruangan kamu" jawab Samudera.


"Ruanganku? kapan" tanya Rain lagi sambil mengernyit kan dahi.


"Iya, tapi gak jadi. Kata Nadia ada Rindu di ruanganmu."


"Oh, iya. Baguslah Phiu gak jadi masuk jadi gak ganggu" balas Rain sambil tertawa tapi ia justru langsung mendapat cubitan di pipi kiri nya.


"Ngelunjak banget anak kamu, Bee!" teriak Sam pada istrinya.


"Emang kamu ngapain?" tanyanya lagi.


.


.


.


Biasalah.. 4 sehat 5 sempurna.. abis makan langsung Nyeh Uwa-uwa!!!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Istighfar gue Bum, 😌😌

__ADS_1


tuh mulut kalo lagi pemberitahuan lancar banget kayanya 🤣🤣🤣


Appa, cium yaaaa!!!


__ADS_2