Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
Bab 46


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂


Braaak..


Ara menutup kamar Rindu dengan keras, ia tarik menantu baru Rahardian itu menuju ranjang dimana sudah ada para wanita lainnya.


"Yeeeee, dapet mangsa baru" ucap Embun sambil bertepuk tangan kecil.


"Hah, mangsa?" jawab Rindu tak paham.


Semua tersenyum kearahnya termasuk para Onty seperti Kahyangan yang super kalem tak banyak bicara tapi sialnya ia punya menantu yang luar biasa tak bisa menahan ucapan.


"Bum-Bum bisa, kan?" tanya Biru langsung pada menantunya.


"Bisa apa, Mhiu?" Rindu balik bertanya.


Biru yang bingung malah merengek pada Hujan, ia belum mau mendengar anak laki-laki nya itu sudah bisa melakukan hal yang menyenangkan.


Rasanya baru kemarin Rain masih dalam dekapannya tapi kini ia harus bertanggung jawab pada wanita pilihannya.


"Anakmu sudah besar" kekeh Hujan, sang Nyonya Besar Rahardian itu pun seakan tak percaya jika cucu kecilnya sudah menikah.


"Ada apa sih?" tanya Rindu yang semakin penasaran.


"Gak apa-apa, Kak Biru cuma sedih anaknya abis Perawanin anak gadis orang" cetus Ara seperti biasa.

__ADS_1


"Hah!!!" Rindu yang kaget langsung memerah kedua pipinya.


Embun yang gemas melihat wajah adik iparnya sampai menggigit XyRa, sontak gadis itupun meringis kesakitan.


"Si uget-uget gak nyasar kan? nerobos langsung pada intinya?" tanya Ara lagi. Ia yang justru lebih dominan menginterogasi Rindu.


"Napsu banget dia nanyain si Rindu, ntar bagian XyRa pasti mewek" ledek Cahaya yang berada di pojokan dengan Khayangan.


"XyRa mau ke getok kepalanya biar amnesia"


"Amiiiiiiiiih---" teriak XyRa sampai menggema ke seisi kamar sang pewaris Rahardian Group


"Uget-uget apa?" tanya Rindu.


"Itu, senjatanya si Bum-Bum-Bum" jawab Embun.


"Rain bisa kok" jawab Rindu.


Kini semua mata tertuju pada Rindu, wanita cantik itu langsung menunduk karna takut salah bicara, tapi setelahnya justru mengundang gelak tawa dari semua yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Bisa katanya tuh!" selak XyRa yang berpelukan dengan sepupunya Embun.


Semua tahu bagaimana Rain selama ini, manja dan tak pernah marah malah justru sangat menggemaskan. Jadi tak salah jika ibunya sendirian pun ragu jika sang putra sudah bisa menjadi laki-laki sejati


"Mintanya gimana?" tanya Biru.

__ADS_1


"Hem, katanya malu. Terus takut"


"Takut??!!!" pekik semuanya berbarengan.


"Iya, takut gak mau udahan katanya" jawab Rindu.


Rindu yang polos tentu saja dengan santai menceritakan semuanya, apalagi ini di depan keluarga suaminya sendiri yang sudah cukup dekat dengannya.


"Kalau gak mau udahan berarti bisa berkali kali tuh" kekeh Hujan yang gemas, seandainya saja ia bisa mengintip pasti tawanya akan pecah seketika.


"Tapi semalam aku cuma kasih sekali, takut kecapean pas pulang kesini tapi justru minta di rapel nanti malam"


"Keren adekku" kata Embun dengan dua jempol yang sudah mengacung.


"Layani suamimu dengan baik, selagi kamu bisa dan ada waktu. Karna pria akan senang jika kebutuhan psikologisnya terpuaskan" pesan Khayangan, ia yang paling diam seringnya memberi nasihat bukan mececar dengan berbagai pertanyaan seperti menantunya.


"Kalau masih baru ya gitu, Siap-siap aja bagai kerja rodi" timpal Hujan.


"Cape ya Moy" sambung Biru.


.


.


.

__ADS_1


Iya, aku sampe pegel kalo Rain minta Nyeh Uwa-uwa.


__ADS_2