Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
Bab 58


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Doooor..


Rain dengan iseng mengagetkan tiga krucil di rumah utama saat pulang dari kantor. Tapi dari ketiga keturunan Lee tersebut hanya si bungsu yang menangis karna kaget.


"Ish, cengeng" ledek Rain.


Saat yang satu menangis, yang dua justru hanya saling pandang lalu kembali bermain seperti biasa. Hal tersebut sudah sering terjadi karna yang paling rewel adalah yang terakhir lahir. Dan Rain tentu senang menggangunya, malah ia pantang berhenti sebelum ada benda yang melayang dari Embun ke arahnya.


"Oh iya! hari ini gak ada yang pegang pegang anak anak Bum, kan?" tanya Rain saat ia kembali membalikan tubuh tingginya.


"Ada satu yang mati" sahut Embun yang kini menjadi musuh bebuyutan sang adik.


Mendengar hal itu, Rain langsung berlari kearah bangunan yang menjadi tempat tinggal puluhan para anak angkatnya tersebut.


Sedangkan Embun tertawa terpingkal pingkal sampai harus ditegur oleh Mhiunya.


.


.


.



"Rin, kamu disini?"

__ADS_1


"Eh, kamu udah pulang, Sayang?" bukan menjawab, Rindu malah balik bertanya dengan raut wajah kaget namun menggemaskan.


"Iya, pengen di cium" sahut Rain sambil menyodorkan pipi kanannya. Ciuman dari bibir sang istri pun mendarat sempurna dengan sangat lembut.


Seumur hidup dengan pasangan yang memiliki kesukaan yang sama memang hal yang paling menyenangkan. Tak ada keluhan atau kecemburuan melainkan kekompakan dalam melakukan aktivitas tersebut. Dan membeli kebutuhan kucing serta datang ke dokter hewan adalah salah satu rutinitas menyenangkan bagi pasangan suami istri muda itu.


"Cihuy lucu banget kalo tidur begini"


"Asal jangan di taro di Nyeh Uwa-Uwa ku ya" pesan Rain yang selalu mengingat kan Rindu akan larangan tersebut.


"Iya, Rain. Itu kan tempat khusus buat kamu"


Rindu pun meletakan si Cihuy ke kandangnya, tak lupa ia juga berpamitan dan mengecek ulang seluruh hewan berbulu peliharaan mereka. Karna jika sudah sore begini semua wajib berada di dalam ruangan.


"Ada semua 'kan?" tanya Rain memastikan.


"Ada, kok. Mau ku absen satu persatu?" tawar wanita cantik berkulit mulus tersebut.


Keduanya berlalu ke kamar mereka di lantai dua dengan menaiki tangga setelah Rain mengoceh lebih dulu pada kakaknya yang berhasil membuat ia sangat panik barusan.


Ceklek


Rain membuka pintu tapi Rindu lah yang masuk lebih dulu, begitu lah cara pria itu memprioritaskan Ratunya. Apapun ia dahulukan demi sang istri.


Lanjut ke rencana awal, satu persatu pakaian mereka tanggal kan dari tubuh masing-masing hingga polos. Berdiri di bawah guyuran air shower adalah hal yang sedang mereka lakukan saat ini.


"Mandi, Rain" ujar Rindu sambil terkekeh.

__ADS_1


"Ini aku lagi mandi, kamu pikir aku lagi tidur" sahut pria tampan itu.


"Oh, lagi bangun semua ya" ledek Rindu sambil melirik kearah bagian inti suaminya yang ternyata dalam mode ON.


Ya, ia padahal hanya sebatas meledek tanpa maksud yang lain. Tapi suaminya itu malah menarik dan menyandarkan ia di dinding kamar mandi.


"Tau bangun, pake di godain."


"Apa? aku cuma ngomong gitu loh" protes Rindu sambil menebak hal apa yang akan terjadi habis ini.


"Uget-ugetnya ngajakin ke semak belukar nya kamu, Ih"


"Ngapain?" Rindu bertanya sambil tak kuasa menahan tawa. Baginya Rain akan jauh terlihat lebih tampan jika sedang mengajaknya ber CinTa.


.


.


.


.


"Ngapain ajalah, Pokonya harus di bikin muntah"


🍂🍂🍂🍂🍂


Diajakin Salto mungkin ya Bum 🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Atau mau maju mundur ajah sampe ngejeledak jungkir balik Gugulingan terus ngusruk makin dalem makin gelap akhirnya mabok 🤭🤭🤭


#ApaSih!!!


__ADS_2