Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
Bab 45


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Rindu yang di bawa oleh Ara tentu membuat Rain kebingungan dan ia lebih bingung lagi saat tangannya juga di tarik oleh Air ke suatu ruangan yang entah kenapa kali ini tiba-tiba terasa begitu mencekam.


Rain di duduk kan di samping Gala, Keanu dan Langit. Sedangkan Samudera memilih di sofa single tempat dimana sang Gajah sering berada. Bumi yang baru datang hanya berdiri bersandar di ujung meja kerja dan Air masih sibuk membuatkan ice chocolate untuk cucu kesayangannya.


"Tumben, ngumpul? ada apa?"


Braaaak...


"Udah mulai belum?" tanya Awan yang membuka pintu dengan sangat keras di susul ArXy di belakangnya juga. Dua pria itu pun langsung ambil posisi duduk masing-masing yang kemudian melebarkan telinganya juga.


"Mulai apa?" tanya Rain. Ia melihat satu persatu wajah semua keturunan Rahardian yang tersenyum simpul kearahnya.


"Gak ada apa-apa. Nih, minum susunya" jawab sang Tuan besar sambil menyodorkan satu gelas besar es coklat pada Rain.


Rain mengambilnya, ia tegak sedikit isinya sampai terasa kerongkongannya begitu manis menjalar sampai ke perut.


"Enak, Bum?" tanya Keanu.


"Enak lah, Abang mau?" tawarnya pada sang kakak Ipar yang di jawab gelengan kepala.


"Enakan mana sama Nyeh Uwa-uwa Rindu?" pertanyaan Samudera membuat semuanya harus menahan tawa tapi tidak dengan sang putra yang melongo masih tak paham.


"Enakan mana, Bum?" timpal Air lagi saat Rain belum juga menjawab.


"Sama ini?" tanya Rain sambil mengangkat sedikit gelasnya.

__ADS_1


Semua pria yang ada di dalam ruangan tersebut mengangguk kan kepala secara bersamaan.


"Enak kan ini, manis" jawabnya polos.


"Punya Rindu gak manis?" tanya Samudera yang sudah sangat gemas.


"Gak ada rasanya tapi seru"


Tawa pun pecah akhirnya, menggema ke seisi ruangan layaknya sedang menonton pertandangin Bola saat Gol tiba. Awan sampai berpelukan dengan ArXy karna memang mereka duduk bersebelahan. Bumi yang belum mengeluarkan suara pun tertawa kecil.


"Serunya gimana?" tanya Air di sela kekehannya yang masih nyaring.


"Seru aja, sambil Tetot-tetot" jawab Rain.


Dan...


"Apa Tetot-tetot?" tanya Langit, pria baya yang masih saja tampan di umurnya yang ke....


#TeuingMalesNgitungLier.


"Ituloh, sambil gini nih" jawab Rain sembari tangannya memperagakan seperti sedang mere Mas sesuatu.


Ya AMPUN!!!


Semuanya menepuk jidat masing-masing, lalu kembali tertawa, Si Bum-Bum yang begitu menggemaskan kini sudah benar-benar dewasa.


"Abis Nyeh Uwa-uwa, ngapain lagi?" tanya Air, ia bagai seorang wartawan dadakan hari ini.

__ADS_1


"Uget-uget, Aman kan Bum?" timpal Samudera.


Rain mengangguk tapi setelahnya menggelengkan kepala.


"Kenapa?" tanya Gala, entah apa yang sedang dilakukan istrinya juga di ruangan yang berbeda.


"Sekarang aman, tapi kalo deket Rindu gak Aman. Maunya LoL-Lol'an aja" jawab Rain yang menjawab seolah tanpa beban.


"Apa lagi tuh?" tanya Awan penasaran.


Langit yang mendengar putra Laknatnya itu mulai kepo langsung menimpuk dengan bantal sofa tapi sayang, benda itu salah sasaran yang akhirnya mengenai ArXy. Gala pun protes dan membalasnya sendiri pada Tuan besar Biantara


.


.


.


.


Itu loh, kalo udah ngoLOL maunya kukurusukan di semak belukar....


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Bahasa apa itu, Bum??


Teu ngarti aku 😭😭😭

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan 😍😍


__ADS_2