
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kamu kalo ngelamun terus, aku cium ya!" ancam Nadia yang duduk di depan bosnya.
Rain yang mendengar itu langsung menatap tajam sekertaris menyebalkannya itu.
"Awas ya kalau macem-macem!"
Nadia terkekeh, ia senang jika melihat wajah panik Si Direktur Utama Rahardian group. Nadia tetap lah Nadia, si wanita cantik yang pertama kali mencium pipi Rain itu selalu gemas dengan kemanjaaan pria itu apalagi jika sudah bersama Rindu, istrinya.
"Ya udah cepet tanda tangan, aku mau makan siang nih. Laper!"
"Mau makan siang apa? aku pesenin ya"
"Sop daging orang, mau?" kekeh Nadia yang membuat Rain merasa mual mendadak.
Nadia sudah biasa melihat Rain galau seperti ini. Ia memang sering tiba-tiba uring-uringan tak jelas jika ingat Rindu yang tak apa-apa di rumah. Rasa ingin selalu dekat membuat pria itu ingin membawa kemanapun sang istri pergi.
Semakin lama ia semakin bergantung pada sosok wanita pecinta kucing tersebut. Rindu yang tak banyak bicara menjadi pendengar yang baik untuk Rain yang senang menceritakan banyak hal. Keduanya seolah memang di takdirkan untuk berjodoh seperti tutup dan panci.
#GakAdaYangBagusan?
.
.
__ADS_1
Rain yang sudah pulang dan langsung masuk kamar di suguhkan pemandangan luar biasa dimana Rindu baru saja selesai membersihkan diri.
"Udah pulang, kok lebih awal satu jam?" tanya Rindu sambil merentang kan kedua tangan siap memeluk pria kesayangannya.
"Kangen, kamunya muter muter terus di kepalaku" jawab Rain yang sudah menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.
Rindu hanya terkekeh, alasan konyol itu selalu membuat rumah tangga mereka di limpahi rasa bahagia. Rain yang hanya fokus pada satu wanita dalam hidupnya memang menjungjung tinggi kesetiaan seperti para Suhunya.
"Itu karna kamu cinta banget sama aku yang bukan siapa-siapa ini, iya 'kan?"
"Kamu tuh istimewa, siapa bilang bukan siapa-siapa. Kamu kan emaknya si Madu" jawab Rain masih dengan posisi yang sama.
Madu yang kini sudah masuk dalam golongan kucing dewasa tetap tak bisa berdamai dengan Rain. Sorot matanya selalu tajam seolah pria itu manusia paling menyebalkan di dunia. Ia hanya bisa bermanja pada Rindu saja dan itu tentu membuat Rain kesal sendiri. Pasalnya Rindu sering memeluk dan meletakan si Madu di daerah favoritnya.
"Ngomong-ngomong si Madu, dia kenapa gak kawin kawin ya?"
"Belum aja dia rasain punya pasangan itu enak, iya kan" goda Rain dengan senyum jahil.
Rindu yang sadar dengan gelagat tak beres suaminya dengan pelan melepas pelukan, apalagi dirinya kini dalam keadaan yang begitu mudah untuk di sergap. Handuk yang ia kenakan tentu akan terlepas begitu saja dalam satu tarikan.
"Eh, mau kemana?" Rain dengan cepat mencekal tangan istrinya yang mau melangkah pergi.
"Mau pake baju, dingin" jawab Rindu, ia mundur saat Rain semakin maju.
"Sini aku angetin" tawar Rain dengan Bibir bawah ia gigit sendiri.
__ADS_1
"Hem, makasih banyak suamiku. Tapi cukup pakai baju aja kok"
Rain tertawa kecil apalagi saat Rindu tak lagi bisa mundur karna sudah berada di tepi ranjang. Wajah wanita berbalut handuk itu terlihat sangat panik dan tegang.
"Kamu mandi dulu sana"
"Enggak" tolak Rain cepat.
"Terus mau apa?" tanya Rindu.
.
.
.
Lah, kok nanya aku?
kan kamu yang ngajak ke ranjang duluan!
🍁🍁🍁
Gak gitu konsepnya Bum, lo maju dia mundur, 🤣🤣
Niat buat ngehindar tapi ujung-ujungnya maju mundur beneran
__ADS_1
#Eh..