Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
bab 39


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Hari kelulusan tiba, Rindu tetap pada pendiriannya untuk kembali ke kampung. Meski semua sudah bersusah payah merayu termasuk Rain yang terus merajuk. Ia tak rela gadis kesayangannya itu tinggal satu rumah lagi dengan Bani juga orang tuanya. Hal yang sangat di takutkan sang pewaris Rahardian Wijaya.


Keduanya mau tak mau harus melakukan hubungan jarak jauh yang hanya sesekali bertemu di setiap bulannya. Hingga 4 tahun berselang Rain pun datang kerumah Rindu untuk melakukan lamaran resmi setelah setahun lalu keluarga Bani berhasil di ciduk pihak berwajib karna permainan busuknya bisa terbongkar. Mereka di jatuhi hukuman 13 tahun penjara atas kasus penggelapan uang dan Mafia tanah milik orang tua Rindu.


"Buuuum, udah belum?" teriak Biru di depan pintu kamar putra bungsunya yang sedang bersiap.


"Iya, Mhiu" sahut Rain tak kalah meninggikan nada bicaranya juga.


Cek lek


"Bum udah ganteng belum?" tanyanya yang seolah tak percaya diri.


"Emang sejak kapan bapaknya Miong gak ganteng?" jawab Biru sambil terkekeh.


Keduanya pun langsung turun ke lantai bawah tempat dimana semua keluarga Rahardian Wijaya berkumpul

__ADS_1


#MaafYeGakDiSebutinSoalnyaKebanyakan


Semua yang berada di ruang tengah seperti biasa selalu melempar candaan dan obrolan ringan. Hanya saat saat seperti ini lah semua keluarga akan berkumpul bersama.


"Sudah siap semua? kita jalan sekarang ya" ucap Air, si Tuan besar Rahardian Wijaya.


seluruh anggota keluarga bangun dari duduk lalu bergegas ke pintu utama yang di di depannya sudah ada satu bus dengan perlengkapan mewah di dalamnya. Kendaraan itu siap membawa semua anggota keluarga menuju kampung halaman Rindu.


Selama perjalanan, Rain tak lepas memegang tangan Biru. Pemuda tampan yang kini sudah beranjak dewasa di usia 23 tahun itu terasa dingin tangannya saking tak kuasa menahan rasa gugup. Bagaimana tidak, tentu ini adalah pengalaman pertamanya apalagi sudah hampir sebulan ini keduanya tak bertemu karna Rain sudah di perkenalkan sebagai Pewaris Rahardian Group.


Satu kebanggaan bagi Rindu yang ternyata bisa bertahan dengan pria tampan yang teramat setia padanya hampir kurang lebih 5 tahun bersama dengan jarak yang membentang diantara mereka.


Beberapa jam berlalu, akhirnya mereka sampai di depan rumah Rindu yang gerbangnya sudah terbuka lebar pertanda siap menerima tamu. Sudah banyak juga warga yang berkumpul membantu kelancaran acara layaknya seperti di perkampungan biasa.


"Assalamu'alaikum" sapa Air dan Hujan.


"Waalaikum salam, mari silahkan masuk" ucap Pakde dan Budhe selaku satu-satunya keluarga Rindu yang dekat.

__ADS_1


"Terima kasih"


Semuanya duduk bersama di ruang tamu yang cukup luas, karna memang rumah Rindu termasuk rumah jaman dulu yang memiliki ruangan dan kamar yang banyak.


Obrolan basa basi pun mereka bicarakan sebelum akhirnya Samudera mengatakan maksud dan tujuannya datang kemari beserta rombongan keluarga besarnya yang tak lain hanya untuk mengantar sang putra melamar gadis yang sebenarnya tak bisa di sebutnya sebagai kekasih.


"Saya panggil kan Rindu dulu ya, karna hanya dia yang bisa menjawabnya" pamit Budhe yang langsung bangun dari duduk lalu berjalan kearah salah satu kamar.


Dan tak lama berselang, Rindu pun datang sembari di gandeng oleh Budhe. Ia yang teramat sangat cantiik dengan pakaian kebaya modern duduk di tengah-tengah budhe dan pakde.


"Rain, ungkapkan maksud mu datang kemari" titah Samudera.


.


.


.

__ADS_1


Rindu, satu yang harus kamu tahu jika pada akhirnya kini aku berhenti di kamu. Tak ada rumah sebaik kamu untuk ku pulang . Tak ada tempat yang indah melepas lelah selain di pundakmu.


Dan oleh karna itu, aku memutuskan untuk bertahan di satu hati lalu mencintaimu hingga mati. Sebab kamu alasanku kini berhenti mencari sandaran hati...


__ADS_2