Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
Bab 13


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂


"Aku takut pacaran, tapi aku suka kamu" ucap Rain yang berhenti lima langkah dari Rindu yang masih berdiri depan pintu.


Ia yang memang tak berniat untuk mendengar jawaban apapun tentu Langsung pulang begitu saja meninggalkan seorang gadis yang diam kebingungan sendiri.


Rain mengulum senyumnya selama ia berjalan menuju mobil mewahnya yang terparkir dekat lapangan sekolah. Entah apa yang pemuda tampan itu lakukan barusan, yang ia tahu Rain hanya mengungkapkan apa yang ia rasakan.


Kendaraan roda empat berwarna putih itupun kini siap membelah jalan ibu kota menuju rumah utama.


Ia yang baru datang tentu langsung di sidang oleh orang tuanya. Rain di todong beberapa pertanyaan dari Mhiu dan Phiunya di dalam kamar.


"Bum, jawab Mhiu ya, ganteng"


"Apa?" tanya Rain yang kebingungan sendiri saat melihat Biru sangat khawatir.


"Kamu pacaran sama gadis itu, Nak?"


"Enggak! Hem--- mungkin belum" jawab sang pewaris Rahardian polos sambil menggelengkan kepalanya.


"Nah, berarti ada niat mau pacaran nih anak" timpal Sam, Rain dan Biru pun sontak menoleh secara bersama kearah pria tersebut.


"Bum suka gadis itu?" selidik Biru lagi semakin penasaran.


Biru jauh lebih terkejut saat si bungsu membawa gadis di banding si sulung yang hoby mengoleksi kekasih.

__ADS_1


"Kayanya, Rindu baik, Mhiu" jelas Rain.


"Mhiu tahu, tapi--" Biru menoleh kearah suaminya yang menggelengkan kepala agar Biru tak melanjutkan ucapannya.


"Tapi apa?"


"Sudahlah, Mhiu senang jika dia bersikap baik padamu. Bum-Bum jangan nakal ya, sayang. Harus bisa jaga Rindu, bukan hanya jaga orangnya tapi juga hatinya" pesan Biru.


"Iya, Mhiu"


Biru langsung memeluk tubuh anak laki-lakinya itu, ada rasa sedikit tak ikhlas saat tahu si bungsu mulai menyukai wanita lain dan itu tandanya bukan hanya dia yang kini akan ada dalam hati si anak manja itu.


.


.


.


"Dari mana?" tanya Budhe sedikit ketus.


"Aku--"


"Cepat masuk!" titah wanita si pemilik kantin.


Rindu hanya mengangguk pelan, ia berjalan di belakang Budhe yang sudah lebih dulu masuk kedalam. Perasaan takut mulai di rasakan Rindu, ia yakin sehabis ini ia akan di marahi oleh Budhe.

__ADS_1


"Kamu tahu apa salahmu, Rin?" tanya Budhe tanpa basa basi lagi.


"Iya, Budhe. Rindu minta maaf tapi--"


"Tapi apa? kalau kamu nurut, hal tadi pagi gak mungkin terjadi. Sudah Budhe bilang untuk jauhi Tuan Muda Rain!" sentak Budhe.


Wanita itu nampak kesal karna menurutnya Rindu sudah berani membangkang. Padahal baru kemarin di ingatkan tapi pagi tadi sudah kejadian. keributan itupun membuatnya di panggil kepala sekolah.


"Sudah banyak siswi yang merebutkan Tuan Muda, tapi kamu yang terparah karna sudah memancing amarah nona kalina. Dia satu-satunya gadis yang paling dekat. Jangan sampai kamu di cap sebagai perebut pacar orang, Rin" tegas Budhe lagi.


"Aku sudah bilang agar Rain menjauhiku, tapi dia tak mau" jawab Rindu jujur, ia sudah melakukan apa yang di perintahkan Budhe tapi sayang pemuda itu terlalu egois tak mau melepas Rindu dan malah memohon gadis itu untuk tetap tinggal untuknya.


"Kalian ada hubungan apa?" tanya Budhe dengan sorot mata tajam.


"Gak ada, Budhe. Kami hanya sebatas kenal"


"Benar kah?"


Rindu pun langsung mengangguk meyakinkan Budhe.


.


.


.

__ADS_1


.


Sekarang, benahi barangmu. Pulanglah ke kampung.


__ADS_2