
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Rainerly Rahardian Wijaya, sungguh di buat patah hati oleh seorang Rindu yang hanya sekilas ia kenal. Berawal dari seekor kucing, tapi siapa sangka justru menghadirkan rasa luar biasa baginya yang selama ini tak pernah memikirkan wanita.
Dengan pertolongan Phiu dan PapAynya mencari seseorang adalah hal yang sangat mudah, dalam hitungan jam saja gadis itu sudah bisa di lacak keberadaannya.
"Mau kesana gak?" tanya Air pada cucu laki-laki kebanggaannya.
"Ngapain?" pemuda tampan itu justru balik bertanya.
"Ngapain kek'. Pantun juga boleh, contohnya nih ya. Kamu dengerin Bum, Ikan Hiu di getok Sapu, hei Rindu I miss You " timpal Keanu yang sedari tadi terus menggoda calon adik iparnya.
"Itu si Hiu kenapa di bawa bawa sih?" protes Embun sambil mencibir kearah Keanu yang terkekeh.
"Ikan Hiu nabrak karang, bisa aja kamu, dasar tutup rantang" Balas Air yang malah membuat semua tertawa.
Rain mengeratkan pelukannya pada Biru, ia tak pernah sekacau ini sebelumnya. Dadanya sesak saat mengingat gadis itu yang jarang sekali ia lihat senyumnya.
"Tapi dia baik baik aja, kan?" tanya Hujan pada sang suami.
"Anak juragan tanah, Moy. Keren lah buat besan si Tutut, punya pabrik pembuatan kopi juga karna punya kebunnya sendiri" sahut Air.
"Kok bisa jadi pelayan kantin?" tanya Rain, ia bingung dan semakin penasaran.
"Itu yang masih di selidiki, tapi dia yatim piatu, Bum" tambah Samudera yang lalu mengelus kepala putra bungsunya.
"Ini kita punya kutukan apa ya? pada gak punya mertua semua sih?" ucap Air dengan melipat tangan di dada.
#KutukanMalesMikir
__ADS_1
"Dia gak punya siapa siapa?" gumam Rain semakin sedih, ia tak bisa membayangkan jika hidupnya seperti Rindu yang sendiri karna Rain terbiasa di keliling oleh orang-orang yang menyayanginya.
"Dan tugasmu menjaganya, Sayang" sahut Biru.
.
.
.
Rain menolak saat kedua orang tuanya menyuruh dia mendatangi Rindu, malu rasanya jika harus datang hanya beralasan sekedar jatuh cinta dan tak siap kehilangan terlebih tak ada ikatan apapun di antara mereka.
"Dia mau menikah? semuda itu" gumam Rain selama perjalanan menuju sekolahnya.
"Gak sekolah, padahal kaya raya. Aneh banget gak sih?!" tambahnya lagi sambil terus berpikir keras.
Sampai di gedung tempatnya menimba ilmu, Rain memarkirkan kendaraan mewah miliknya itu di parkir VVIP, tempat dimana penjagaannya jauh lebih terjamin dan dekat ke gerbang sekolah. Ia di sambut oleh Kalina yang juga baru datang sepertinya.
"Sejak kapan aku sarapan di sekolah?" cetus Rain dengan nada kesal, ia masih saja jengkel karna Kalina alasan kenapa Rindu pergi darinya.
"Aku belum, mau nemenin gak?"
"Gak!" sahutnya cepat dengan membelokan langkah ke arah bukan ke bagian kelasnya tapi justru ke tempat dulu Rindu tinggal.
"Padhe, Rindu ada ninggalin sesuatu sebelum pulang kampung?" tanya Rain pada suami Budhe yang tak banyak bicara itu.
"Ndak ada, Tuan. Dia datang memang tak banyak membawa barang, apa ada sesuatu yang ia ambil?" tanya Padhe mulai cemas.
'Hatiku' bathin Rain.
__ADS_1
"Oh, gak ada kok. Apa kucingnya di bawa?"
"Kucing?" tanya Padhe, sejenak berpikir.
"Ah, iya. Ada kucing di kamarnya, semalam Padhe baru liat, kamu mau ambil?"
"Iya, dimana sekarang?"
"Ada di bawah tangga, tadi habis Padhe kasih makan karna kasihan masih kecil" ucap pria tersebut sambil mengajak Rain masuk kedalam tempat tinggalnya itu.
Rain mengekor di belakang Padhe, ia tersenyum saat melihat seekor kucing yang sangat menggemaskan itu ada di bawah kursi besi.
"Itu dia, Tuan" tunjuk Padhe.
Rain hanya mengangguk, ia lalu meminta izin untuk membawa hewan itu pulang. Dan Padhe pun langsung mengiyakannya tanpa pikir panjang lagi.
.
.
.
.
Madu, ayo ikut aku untuk membawa Emak mu pulang.
***Galak amat sih mukanya 😝
__ADS_1
Harus deketin pawangnya dulu, baru bisa liat Madu senyum ya Bum 🤣🤣🤣***