
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Perdebatan kecil pun terjadi antara Embun dan Rain, Si sulung tak Terima saat Hiu milik Keanu di pakai adiknya untuk merayu Rindu.
"Pokonya Hiu punya Abang!" tegas si sulung menghadap pada Keanu.
"Bum-Bum pinjem sebentar, Buy" rayu Keanu saat gadis kesayangannya itu merajuk.
"Kemaren udah di pinjem juga sama si Elang, sekarang sama Bum-Bum. Besok kalo Phiu juga pake Hiu pokonya Buy marah!" ancamnya juga pada Sam.
"Udah tua, phiumu udah tobat buat gombalin Mhiu" timpal Biru sambil melirik kearah sang suami.
"Enggak, Phiu gak pake ikan Hiu tapi ikan yang lain" jawab Sam sambil menaik turun kan kedua alisnya.
"Apa tuh, Phiu mau pake ikan apa? sini bisikin Bum-Bum"
Sam tertawa, meski katanya sedang jatuh cinta, raut wajah putranya masih saja menggemaskan seperti balita saat sedang bermain dan berceloteh dengan si Ireng lima belas tahun yang lalu.
"Tar pake ikan cucut, ikan peda, ikan gambus, ikan teri, ikan rebon, ikan jambal, ikan tembang, ikan layur, ikan gabus dan ikan ikan asin lainnya yang jangan lupa kasih sayur asem sama sambel" jawab Sam sambil tertawa.
[ Novel gue doang, konglomerat apal sama ikan asin, gue curiga si Turut kang ikan di pasar 🤣 ]
Huuuuuuuuuu....
Semua bersorak namun setelahnya ikut tertawa, makan bersama memang selalu menjadi hal yang paling menyenangkan, ada saja yang di bahas di atas meja makan sambil menikmati berbagai hidangan yang memanjakan perut mereka.
Tiga jam kebersamaan, sudah cukup rasanya dan kini semua akan kembali pulang. Begitu pun dengan Embun dan Keanu, gadis itu tetap akan pulang bersama Abang paketnya.
__ADS_1
"Nanti langsung pulang gak?" tanya Biru saat Aang putri berpamitan lebih dulu.
"Iya, paling mempir buat beli jajanan"
Sepeninggal pasangan tadi, kini tinggal Sam, Biru, Rain dan Rindu yang masih di sana dan baru beranjak ingin pulang.
"Pengen jalan-jalan" bisik Rain saat ia dan Rindu berjalan di belakang orangtuanya.
"Ini lagi jalan" Sahur Rindu, polos.
"Bukan jalan kaki kaya gini, maen yuk." ajaknya kemudian.
"Enggak, aku mau pulang udah sore" tolak Rindu.
Cueknya gadis itu kadang membuat Rain uring-uringan, ia yang baru pertama kali jatuh cinta kadang sedikit memaksa, terlebih sejak kecil semua kemauannya selalu ia dapatkan dengan mudah.
"Udah kenyang malah tidur" gumam Rindu, ia tak. sadar jika sudah menyunggingkan senyum.
"Rain, bangun. Sudah sampai rumah" Rindu dengan sangat sabar membangunkan sambil mengguncang bahu Rain.
"Hem--"
"Ayo bangun"
"Apa yang bangun?" tanyanya polos dengan kedua mata yang belum terbuka sempurna.
"Kamulah yang bangun, ayo ih"
__ADS_1
Rain menarik Kepalanya dari bahu Rindu dan langsung mengedarkan pandangan. Benar saja, ternyata ia sudah sampai di garasi rumah
utama.
Rain yang turun duluan seperti biasa mengulurkan tangan, keduanya pun memilih masuk lewat pintu samping menuju tempat puluhan kucing milik Rain berada.
Ceklek..
Rindu membuka pintu, ia masuk lebih dulu dengan senyum mengembang karna di sambut oleh hewan berbulu yang sedang bermain, duduk bahkan rebahan.
"Madu.... sini sayang" panggil Rindu pada hewan miliknya.
Mendengar namanya di sebut, Madu pun lekas menghampiri Rindu yang berjongkok siap menyambut.
"Loh, kenapa? kok mukanya galak banget sih?"
.
.
.
Bukannya tiap hari galak ya? apalagi kalo liat aku!!!
Pundung dia gak diajak ama emak bapaknya 🤣🤣
__ADS_1
Manisan dikit napa tuh muka 🙄🙄