Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
Bab 56


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Acara selesai, sebuah pembukaan hotel sudah di hadiri Rain dan Rindu kini saatnya mereka meluangkan waktu berdua sebagai bonus bulan madu untuk kesekian kalinya.


Masih dengan rasa cinta yang sama bahkan selalu bertambah di setiap detiknya. Mereka selalu melewati hari hari bahagia sampai tak ada alasan untuk bertengkar kecuali salah satu ada yang merajuk.


"Aku gak mau makan nasi" ucap Rindu yang masih keukeh menggeleng kan kepalanya saat Rain menyodorkan buku menu.


"Kenapa? pagi tadi cuma makan roti loh sama susu. Ini udah jam berapa, Rin. Saatnya perut kamu di isi sama nasi biar cacingnya anteng" sahut Rain masih sedikit memaksa.


Rindu tetap tak selera dengan apapun yang berbau nasi, ia justru malah memilih sepiring salad buah untuk mengganjal perutnya.


Dan Rain, sepertinya akan mengalah saat ini.


Dua porsi makan siang yang sudah lewat itupun mereka nikmati sambil mengobrol. Belum ada rencana akan pulang kapan karna Samudera maupun Air tak menanyakan hal itu juga dan itu berarti Kantor akan aman terkendali selagi ia tak ada.


"Phiu sibuk sama si tukang nangis, mana inget lagi sama aku" keluh nya saat Rindu menyinggung tentang tiga jagoan rumah utama.


"Yuk jadiin" goda Rindu dengan menaik turunkan alisnya.


"Jadi apa?" tanya Rain, ia tahu tapi pura-pura bodoh dengan pertanyaan istri tercintanya.


"Baby dong, Sayang. Rain junior. Kan lucu tuh kalau makin rame dirumah. Kita bikin kembar lima perempuan" kekeh Rindu tapi tidak dengan Rain yang malah sedikit memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Rindu senang jika membahas tentang anak dengan suami manjanya itu. Ia tahu, jika Rain masih belum siap memiliki buntut sedangkan ia sendiri tak pernah masalah kapanpun itu mak othor akan meniup kan bayi kedalam perutnya.


Memang benar kata pria itu, waktu seolah cepat berlalu jika mereka sedang berdua dan itu seakan tak ada puasnya saat bersama.


Biarlah waktu berjalan seadanya, toh sang penulis takdir akan memberikannya di waktu yang tepat.


.


.


.


#Hotel.


Tempat ternyaman itu menjadi tujuan paling akhir setelah puas berjalan-jalan mengelilingi kota kecil yang begitu syarat makna karna banyaknya cerita yang mereka jumpai dan yang paling penting adalah jajanan yang bisa di nikmati Rindu di sepanjang jalan. Wanita itu memang bagai tak ada kenyangnya saat berjumpa dengan segala jenis cemilan .


"Gak ah, kamu aja" tolak Rindu karna masih nyaman duduk bersandar di sofa.


"Kenapa?"


"Aku belum mandi aja kamu betah banget, nempel terus" sindir Rindu yang di jawab hanya dengan gelak tawa dan rona merah di kedua pipi Rain.


Pria itu pun bangun dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Dan dengan hanya memakai handuk sebatas pinggang ia pun kembali menghampiri Rindu setelah selesai dengan ritual mandinya.


"Rin, makan ya. Mau ku pesenin apa. Mumpung belum terlalu malem jadi masih banyak pilihan tapi janji harus nasi"


"Enggak, Rain. Aku kenyang loh. Nih perut aku udah banyak banget isinya. Kalau aku nimbang pasti nganan nih" jawab Rindu sambil mengelus perutnya sendiri.


"Tapi kamu cuma jajan aja dari pagi, aku takut kamu masuk angin"


"Gak mungkin, kan aku tetep makan meski bukan nasi, kamu jangan khawatir ya" sahut Rindu meyakinkan.


.


.


.


Gimana aku gak khawatir, kamu itu kan belum makan di tambah tidur nya selalu gak pernah pake baju juga...


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Eh, si Bum-Bum kalo ngomong ya 🤣🤣🤣🤣


Jadi pengen di usel usel juga kan ma dirimu, Ganteng 😆😆😆

__ADS_1


Eh engga deh.. ama Gajah aja!


Masih penasaran ama belalainya yang besaaaaal.


__ADS_2