
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ugh... gantengnya Mhiu bangun bobo lemes banget, sini sayang" Biru melambaikan tangannya saat melihat putra bungsunya itu baru masuk ke ruang makan.
"Bee, kamu apa apaan sih!" sentak Biru yang di peluk mendadak oleh suaminya.
"Bum-Bum udah gede, jangan kamu ciumin terus. Kasian istrinya dapet bekas" oceh Sam yang malah mendapat pukulan bertubi-tubi.
Sungguh itu alasan yang tak masuk akal yang di berikan oleh pria pecemburu tersebut.
"Lepas gak?"
"Cium aku dulu" pinta Sam.
Drama perdebatan pasangan suami istri itu pun di tentu di tonton oleh dua anak mereka, Rain dan Embun.
"Mhiu sama Phiu kenapa lagi sih?" bisik Rain saat melihat pria kebanggaannya itu sedang menciumi wajah cantik istrinya berkali-kali.
"Entah, tapi kayanya enak ya" balas Embun, meski ia sudah beranjak dewasa, tapi belum pernah melakukan hal tersebut.
"Nanti aku mau praktek ah kaya Phiu barusan"
Ucapan Rain tentu membuat tiga orang di ruang makan sedikit terkejut, pasalnya ia tak pernah memberi tanda dekat dengan wanita manapun kecuali Kalina yang ibunya juga cukup dekat dengan Biru.
"Gak usah macem macem" ancam Biru.
__ADS_1
"Ini adegan buat pasangan halal, paham kalian!' timpal Sam yang melirik kearah kedua anaknya secara bergantian.
.
.
Ini adalah hari libur akhir pekan, tak ada yang di lakukan oleh Rain dan keluarganya selain berkumpul di ruang tengah setelah sarapan dan berkunjung bersama ke tempat peristirahatan abadi Oppa, Omma, Appa dan Amma nya. Itu selalu rutin para keturunan Rahardian lakukan selama ini.
"Kamu gak buang duit, Buy?" tanya Sam pada si sulung.
"Enggak, aku mau di rumah hari ini, jadi anak baik" kekeh Embun sambil tertawa.
"Kamu, Bum?" kini pertnyaan yang sama Biru berikan pada si bungsu.
"Bum, mau main. Gak apa-apa kan?"
Plaaaak..
"Bee, aku gigit Tutut kamu ya!" ancam Biru dengan pelan sampai hanya ia dan sang suami saja yang mendengarnya.
"Salahku dimana, sayang? Anak kesayangan kamu itu tiap hari ciumin kucing terus tuh yang gak tau sekarang jumlahnya berapa"
"Gak apa-apa, asal Rain seneng" cetus Biru
"Bum, mau kesekolah. Ada urusan" Ucapnya sambil bangun dari duduk.
"Ngapain?" tanya tiga orang tersebut dengan pandangan mata semua berpusat pada Rain.
__ADS_1
"Gak ngapa-ngapain"
Seperti yang di ucapkan Rain barusan, ia. masuk kedalam kamarnya untuk mengambil kunci mobil dan jaket. Selepas itu langsung pergi menuju sekolahnya setelah berpamitan.
Roda empat mewah miliknya pun melesat dengan kecepatan tinggi karna jalan lumayan sepi di hari. libur. Bahkan Rain harus menekan klaksonnya berkali-kali agar gerbang sekolahan nya di buka.
"Loh, Den Rain. Tumben, ada apa?" tanya salah satu penjaga.
"Ada urusan dikit mang" jawab Rain.
"Oh, tapi semua kelas di kunci, gak ada guru atau staf lainnya juga. Cuma ada penjaga sama satpam disini" jelas pria tersebut.
"Gak apa-apa. Aku gak butuh mereka"
Si penjaga yang keheranan tak lagi berbicara, ia biarkan Rain masuk ke area samping bangunan sekolah. Siapapun tak ada yang berani melarang karna tahu siapa dan anak siapa Rainerly Rahardian Wijaya.
Rain melangkah dengan sedikit tergesa menuju halaman belakang, tak ada siapapun disana kecuali yang memang sedang ingin ia temui saat ini.
.
.
.
.
Madu.... main yuk???!
__ADS_1