
🍂🍂🍂🍂🍂
Rain yang sudah rapih dengan stelan jasnya malah masih asik duduk di sofa bermain game di ponsel sampai tak sadar jika Rindu kini sudah duduk di sebelahnya.
"Gak mau sarapan? ini udah jam berapa, Rain?" tanya Rindu, si wanita lembut, dewasa dan tak banyak bicara tapi memperlakukan Rain dengan sangat luar biasa.
"Kamu udah cantik, minta cium boleh?"
Rindu tersenyum kecil, semanja apapun Rain pria itu tetap bertanggung jawab. Dan Rindu yang memang anak tunggal selalu hangat dalam pelukan suaminya meski anak bungsu dan laki-laki satu-satunya.
Di keluarga Rahardian, Rain tak berbeda dengan para pria lainnya. Selalu me Ratu kan pasangan dalam berbagai keadaan dan kondisi. Istri bagi mereka adalah prioritas utama karna sejatinya mereka sendiri lah yang memilih dan memantapkan hati pada siapa ingin berlabuh.
"Aku atau kamu yang cium?"
"Berdua aja biar adil" jawab Rain yang akhirnya menarik tengkuk sang istri agar lebih dekat dengannya.
Ciuman hangat di pagi hari pun seolah membuat keduanya menjadi semangat untuk melakukan berbagai aktifitas seharian ini.
"Sarapan dulu, aku lapar"
Rain mengusap bibir Rindu yang basah, si kenyal nan manis itu adalah salah satu alasan Rain selalu ingin pulang dan tak betah di kantor berlama-lama.
.
.
__ADS_1
Rain yang pulang dari perusahaan Rahardian Group setelah makan malam karna banyaknya pekerjaan langsung masuk kedalam kamar.
Ia langsung membersihkan diri dengan mandi di bawah guyuran air hangat shower dari atas kepalanya hingga ujung kaki.
Cek lek
Senyum manis Rindu tertangkap oleh kedua netra Rain yang sudah rapih dengan pakaian tidurnya. Malam ini mereka tak memiliki rencana apapun untuk keluar rumah.
"Kamu pasti capek, gak biasanya pulang malam gini"
"Phiu kasih kerjaan banyak banget. Curang" keluh Rain sambil memeluk tubuh mungil Rindu.
"Ya udah, kita istirahat ya. Aku gak mau kamu sakit"
Keduanya berjalan masih saling memeluk kearah ranjang, Rindu yang sudah memposisikan diri untuk masuk kedalam pelukan sang suami pun langsung di buat kaget saat Rain justru naik ke atas tubuhnya.
"Kenapa?"
"Aku lagi datang bulan" Jawab wanita yang kini berada di bawah kungkungan suaminya tersebut.
"Kenapa sekarang? kan aku lagi pengen" protes Rain dengan tangan masih berada di kancing piyama Rindu yang tadi baru saja ingin di lepaskan.
"Kan memang udah tanggalnya, kamu lupa?"
"Tapi aku pengen, Rin" kekeuh Rain.
__ADS_1
Dulu ia hanya sebatas ingat, dan berusaha menjaga mood Rindu agar stabil dan tak marah-marah padanya. Tapi kini, ia justru di buat rungsing dengan si tamu bulanan istrinya tersebut.
Bagaimana tidak, karna si uget uget tentu tak bisa lagi bermain di dalam semak belukar sampai batas waktu yang tak bisa di tentukan. Entah 4 atau 7 hari mendatang.
"Aku puasa dong?"
"Hem, sekarang bobo aja ya, Ganteng" rayu Rindu karna sebenarnya ia sedang menahan sakit juga di area pinggangnya meski tak sesakit bulan bulan lalu saat sebelum menikah.
"Nyeh uwa-uwa boleh tapi ya?" goda pria tampan itu sambil tersenyum dan Rindu tentu tak bisa menolak karna baginya Rain terlalu menggemaskan untuk di buat kecewa dengan sebuah penolakan.
"Semak belukar nya aja loh yang lagi banjir, squishy nya kan masih bisa aku---"
"Aku apa?" tanya Rindu
.
.
.
Aku Tetot-tetot in...
🍂🍂🍂🍂🍂
Astaghfirullah.. dikira kang roti keliling 🤣🤣
__ADS_1
pengen cium Appanya ya kalo gemoy begini cicitnya..