Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
Bab 52


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Rain yang baru saja masuk kedalam ruang kerjanya langsung mengendur kan dasi yang serasa begitu mencekik.


Hari ini adalah jadwal meeting yang rutin di adakan setiap akhir bulan dimana seluruh petinggi perusahaan datang termasuk semua anggota keluarga Rahardian Wijaya yang masih aktif di perusahaan.


Meski keluarga, tapi jika sudah berada di ruang rapat tentu Status mereka akan berubah. Rain akan mengeluarkan keringat dingin saat mata sang Presiden Direktur yang tak lain adalah Phiunya sendiri sudah menunjuknya untuk melakukan presentasi.


"Cape banget, andai Rindu mau ikut tagi pagi" keluhnya penuh sesal karna mengingat sosok sang istri yang selalu bisa membuat ia nyaman saat lelah.


Rain menyalakan laptopnya yang sejak pagi memang belum ia sentuh. Senyum pun terukir di sudut bibirnya saat melihat foto Rindu disana yang membuatnya semakin merindu juga.


Ia selalu di buat gila oleh wanita sederhana itu.


Wanita yang selalu merentangkan tangan saat ia datang dari manapun, mengusap pelan kepalanya saat sedang bermanja di dalam pelukan.


"Apa jadinya hidupku tanpamu, Rin. Mencintaimu saja sudah membuatku gila apalagi jika kehilanganmu" lirih Rain dengan memangku dagu dengan kedua tangannya.


Bukan bekerja pria itu malah terus memutar Kenangan yang selama ini mereka lewati. Di banding duka dan perdebatan tentu lebih banyak suka dan canda yang terjadi..


.


.


.


"Rin, udah siapin makan siang buat Rain?" tanya Biru saat ia sampai di dapur bersih, menghampiri menantunya yang sedang sibuk menyisihkan beberapa masakan kedalam kotak makanan.


"Sudah, ini" sahutnya sambil memperlihatkan apa yang sudah rapi tinggal di tutup.

__ADS_1


"Phiu gak sekalian?" tanya Rindu.


"Enggak, Phiu gak ada di kantor" jawab Biru yang kini sudah duduk di salah satu kursi meja makan.


"Aku ganti baju dulu kalau gitu ya"


Biru langsung mengangguk, mengizinkan menantu cantiknya yang tak banyak bicara itu untuk ke kamarnya merapihkan diri.


Dan tak butuh waktu lama, nyatanya Rindu sudah kembali lagi dengan tas kecil yang terselempang di bahunya.


"Aku pergi ya, Mhiu. Aku gak janji langsung pulang setelah mengantarkan makan siang" pamit Rindu.


"Iya, pulanglah bersamanya nanti"


Rindu pergi ke kantor Rahardian Group dengan di antar supir rumah utama. Jejeran mobil mewah kadang membuatnya bingung sendiri.


"Terima kasih, Pak" ucap Rindu saat sang supir membuka kan pintu mobil bagian kanan belakang untuknya.


Kereta besi mewah berwarna putih itu melaju saat pria itu sudah masuk lalu duduk di belakang kemudi dan menyalakan mesinnya.


Ini bukan yang pertama bagi Rindu datang ke kantor jadi tak salah jika ia bisa langsung ke ruang an suaminya tanpa pemeriksaan ketat lebih dulu. Siapapun yang tahu akan menyapa sopan dan menunduk hormat pada istri Direkur Utama tersebut.


Ceklek..


Rindu yang memang tak bilang akan datang tentu membuat suaminya kaget sekaget kagetnya.


Rain yang tercengang bahkan diam beberapa detik sambil menatap Rindu yang berdiri di ambang pintu sambil tertawa kecil.


"Rain, kamu kenapa?" tanya Rindu sambil berjalan mendekat.

__ADS_1


"Aku gak mimpi?"


"Enggak, Sayang. Aku datang bawa makan siang untukmu"


Rindu yang sudah mencium kedua pipi suaminya langsung mengajak pria menggemaskan itu kearah sofa tak perduli sebenarnya ini tentu belum saatnya jam makan siang.


"Tau aja aku kangen, kamu dateng"


"Kan aku ngerasa, Rain" kekeh Rindu sambil menyiapkan makanan.


Rain yang senang dengan kedatangan Rindu yang tepat waktu tentu tak membuang kesempatan. Ia habiskan semua makanan yang di bawa istrinya itu sampai tandas pastinya.


"Jangan bilang mau langsung pulang ya"


"Enggak, takut banget sih" tawa rindu yang begitu khas membuat Rain langsung membawa wanita


halalnya itu masuk kedalam kamar pribadinya.


"Rain, tunggu!" cegah Rindu saat sentuhan Rain begitu tergesa dan buru-buru.


"Susah banget bukanya, Sih" umpat nya kesal saat tangannya begitu sulit membuka pengait kecil di penggung istrinya.


"Pelan-pelan, Rain. Nanti rusak kalau di paksa"


.


.


.

__ADS_1


Duh, besok aku beliin yang ada Remotnya deh biar sekali pencet langsung kebuka!"


__ADS_2