Rindu Rainerly

Rindu Rainerly
Bab 41.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Rindu yang merasa sudah sangat lelah langsung terlelap di dalam dekapan Rain. Niat hati ingin bermain-main lebih dulu bersama emaknya si Madu pun akhirnya urung di lakukan saat mendengar sang istri sudah mendengkur halus.


Siapa sangka, gadis yang selama 4 tahun hidup jauh darinya dan hanya sesekali bertemu itu kini sudah bisa satu ranjang dengannya, dibalik selimut yang sama pula. Rain terus menatap wajah polos Rindu yang cantiknya begitu alami. Ia singkirkan anak rambut di keningnya juga agar bisa leluasa saat mendaratkan sebuah ciuman disana.


"Tak ada alasan kenapa aku mencintaimu, karna cintaku bukan karena parasmu atau baikmu saja tapi karna kamu yang mampu membuat ku selalu merasa luar biasa" gumam Rain dan ia semakin mengeratkan pelukannya.


Entah kenapa matanya sulit sekali terpejam padahal angka di jam dinding sudah menunjukkan pukul dua lewat lima belas menit.


Rain seolah tak ingin kehilangan waktu sedetikpun tanpa melihat wajah sang pemilik hati.


"Rain? gak tidur?" tanya Rindu dengan suara sedikit serak khas orang bangun tidur.


"Belum, kenapa bangun?"


"Aku haus" jawab Rindu sambil berusaha untuk bangun, tapi di cegah oleh suaminya.


"Biar aku yang ambil, kamu diam disini"


Rain langsung turun dari ranjang yang terbuat dari kayu jati, ia melangkah kearah meja kecil dimana di atasnya ada satu gelas kaca penuh berisi air putih.


"Ini, minum pelan-pelan ya"


"Iya, makasih" jawab Rindu sambil menerima apa yang di sodorkan oleh Rain.


Rindu yang sudah meletakkan gelasnya ke sisi nakas menatap bingung sang suami yang sedari tadi tak lepas memberi senyum padanya.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Rindu yang akhirnya penasaran.


"Mau jawab, tapi malu"


Rindu langsung mengernyit dahi, ia benar-benar bingung dengan sikap Rain yang menurutnya aneh malam ini.


"Kamu gak ngantuk? gak mau tidur?"


"Mau, tapi mau itu juga" sahut Rain sambil mendesah kecil, rasa malu untuk jujur belum bisa ia utarakan secara blak-blakan pada Rindu.


"Iya mau apa?"


"Ya ampun! emang harus ngomong langsung ya?" gerutu Rain yang gemas dengan ketidak pekaan sang istri.


Rindu yang tak mau ambil pusing malah merebahkan tubuhnya lagi, ia biarkan Rain yang masih duduk menghadapnya barusan.


"Tutup mata kamu!"


"Kenapa?" tanya Rindu yang napasnya begitu hangat menyapu wajah Rain.


"Aku malu kalo di liatin, gak boleh ngintip"


"Emang kamu mau ngapain?"


"Mau cium kamu!"


Rain menutup kedua mata Rindu dengan telapak tangannya, setalah itu ia memberanikan diri untuk mencium bibir ranum merah muda alami milik Rindu yang selalu membuat Rain penasaran rasanya.

__ADS_1


Awalnya kedua bibir itu hanya saling menempel tapi setelah beberapa detik kemudian Rain justru membuka sedikit mulutnya hingga bisa menuntut lebih dalam dan lebih.


Rindu yang bingung bagai patung tak memberi respon apapun, jantungnya berdegup hebat dengan perasaan bibirnya yang semakin menebal saat ini.


"Rain--"


"Hem, apa?"


"Apa, kita? kita akan lakuinnya malam ini?" tanya Rindu malu malu.


.


.


.


.


Memang, kalau aku minta Nyeh Uwa-uwa sekarang, buweh??



Hari ini teteh Up nupel baru ya..


#Mentari di balik Awan.


bisa cus mampir kesana 😍

__ADS_1


__ADS_2