Sahabatku Suami Muhallilku

Sahabatku Suami Muhallilku
Pertama Kali Untuk Kita


__ADS_3

Sebelum lanjut baca, Author mau bilang ini part adegan erotis. Panas seperti pasir pantai yang sudah lama tersengat matahari. Jadi, berpikirlah sebelum lanjut membaca.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


"Ka-kalau begitu, Meera keluar dulu Mas," Ameera berbalik. Tanpa aba-aba Farhan langsung menarik lengan Ameera hingga wanita itu ikut tercebur ke dalam bathub bersama Farhan dan pakaian yang dikenakannya pun basah semua.


"Mas...?" pekik Ameera, lagi-lagi Farhan tak menjawab apapun. Dia langsung melum*at bibir mungil istrinya dan menyesapnya kuat.


Ameera ikut terhanyut dengan permainan lembut suaminya. Tapi dia tetap tak bisa menyeimbangi permainan itu. Karena ini adalah kali pertama untuknya.


Dengan perasaan yang menggebu-gebu, Farhan menyudahi ciuman mereka. Beralih ke wajah cantik Ameera dan mengelus-elus wajah itu dengan lembut pula. Dia menatap manik mata Ameera lekat, mencari keraguan di dalamnya. Namun nihil, dia tidak menemukan apapun. Gambaran hati wanita itu sangat susah untuk ditebak.


Melihat Farhan diam saja dan hanya menatap wajahnya, Ameera kembali merasa malu. Dia sudah menggerakkan tubuhnya hendak bangun dari pangkuan Farhan, mau mengganti pakaian basahnya. Namun, karena gesekan-gesekan yang dia buat, sesuatu di balik celana itu terasa mulai mengeras. Mulai menyeruduk memaksa keluar.


Meskipun dia belum pernah melakukan itu, namun dia paham dengan situasi yang sedang dihadapinya.


"Mas, lepaskan Meera. Meera mau ganti pakaian," pinta Ameera namun tidak membuat Farhan mengalihkan perhatiannya.


"Ameera, bolehkah Mas melakukannya?" bisik Farhan di telinga Ameera, membuat darah Ameera berdesir dan tumbuh gejolak-gejolak aneh dalam dirinya.


Ameera kembali mematung, belum memberi jawaban apapun. Dia hanya menatap ke sembarang arah sambil menggigit bibir bawahnya. Membuat pesonanya semakin terpancar di mata Farhan, dan si Otong kembali bangkit.


Sudah lumayan lama Ameera masih menggantungkan jawaban, namun Farhan masih dengan sabar menunggu. Hingga akhirnya, buah kesabarannya pun tumbuh. Ameera menganggukkan kepalanya, memberi isyarat pada suaminya kalau Farhan boleh melakukannya.


Farhan tersenyum senang. Dia mengangkat Ameera, mendudukkan Ameera di pinggiran bathub. Farhan meraih handuk dan langsung melilitkan di pinggangnya.


Melihat pemandangan tak senonoh itu, Ameera langsung menutup matanya rapat-rapat. Membuat hati Farhan terasa digelitik, merasa lucu dengan tingkah Istrinya.


Farhan mengangkat tubuh Ameera dan masuk ke kamar. Merebahkan tubuh istrinya itu secara perlahan-lahan ke atas ranjang empuk mereka.


"Mas, pakaian meera basah. Nanti spreinya juga ikut basah," protes Ameera.


"Tidak apa-apa. Karena sekarang Mas akan mulai menanggalkannya satu persatu," sahut Farhan dengan suara yang tak biasa. Ameera menangkap suara Farhan seperti sedang menahan sesuatu dalam dirinya yang akan meledak.


Mendengar penuturan aneh suaminya, Ameera mendadak kalem. Dia tak berniat untuk membuka mulut lagi. Biarkan Farhan berkreasi sesukanya.


Farhan mulai naik ke atas ranjang. Dan seperti ucapannya tadi, dia mulai membuka satu persatu pakaian yang dikenakan oleh istrinya itu. Walaupun pembukaan pakaian itu tak berjalan mulus, karena kerap kali Ameera menahan tangan Farhan, masih merasa malu dengan suaminya sendiri.

__ADS_1


Sambil membuka pakaian, pikirannya pun berkelana. Masih menimbang-nimbang apakah dia harus melakukannya sekarang atau tidak. Dia masih sangat takut jika harus kehilangan Ameera. Satu-satunya cara dia menahan Ameera adalah dengan tidak menggauli istrinya itu. Agar persyaratan Ameera kembali dengan Dion tak terpenuhi.


Namun, dia tidak bisa menolak kewarasannya sebagai laki-laki normal. Dia juga tidak mungkin menahan semuanya dan berbuat dosa dengan bermain solo. Apalagi, setelah dia menyingkap semua pakaian istrinya. Pikiran tentang untuk kembali menimbang pun hilang ditelan angin.


Farhan terpanah melihat tubuh istrinya yang semakin membangkitkan syahwatnya.


Sebelum memulai serangannya, dia membaca doa terlebih dulu agar saat menggauli istrinya dia dapat merasa tenang.


“Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna”. Artinya: Dengan nama Allah, ya Allah; jauhkanlah kami dari gangguan syaitan dan jauhkanlah syaitan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami.


Farhan mulai mengecup kening Ameera, kemudian turun ke dada Ameera dan mengulum pucuk dada Ameera. Membuat sang empu mengeluarkan suara yang terdengar syahdu di telinga Farhan. Merasakan sensasi berbeda akibat permainan suaminya.


Ameera segera mengunci mulutnya rapat-rapat agar suara memalukan seperti tadi tidak lagi keluar.


"Keluarkan saja suara itu, Sayang. Tanpa suara itu, semuanya hampa," bisik Farhan dengan suara parau.


Farhan semakin bersemangat menggrepe tubuh istrinya yang sudah polos dan mulai menggelinjang seperti ikan tanpa air.


Tak lupa, dia juga bermain-main di **** ***** sang istri. Membelai dan menggesek-gesek area yang sudah basah itu menggunakan tangannya. Setelah sudah puas bermain-main, semua tempat juga sudah ia kunjungi tanpa absen, tibalah saatnya Farhan untuk melepaskan keperjakaannya.


"Mas, pelan-pelan, ya? Kata orang kalau pertama kali itu pasti sakit...." jawab Ameera dengan suara lirih yang nyaris tak terdengar.


"Iya, Sayang. Mas pasti pelan-pelan. Kita mulai ya, Meera?" Farhan mulai mengarahkan pisang laras panjangnya ke area gua milik istrinya.


Seperti janjinya, dia memasukkan pisang laras panjang miliknya itu dengan perlahan-lahan. Namun, suara teriakan Ameera mengejutkannya.


"Akhh ... sakit, Mas!" dia bukan mendesah, namun berteriak karena kesakitan. Karena ini adalah kali pertama untuknya juga.


"Sa-sakit?" tanya Farhan sedikit gugup.


Ameera hanya menjawab dengan anggukan kepalanya, air matanya pun sudah menetes. Memperlihatkan betapa sakitnya yang dilakukan Farhan barusan.


"Meera, apakah ini kali pertama untukmu juga?" tanya Farhan sedikit pelan.


"Iya, Mas. Jadi, hati-hatilah sedikit," rintih Ameera.


Senyuman manis mekar sempurna di wajah Farhan. Dia sangat senang karena mengetahui itu juga kali pertama untuk Ameera. Farhan pikir, tadi Ameera sedang mengingatkan dirinya karena dia baru yang akan melepas keperjakaannya. Ternyata, Ameera mengingatkannya karena dia juga baru melakukan itu untuk pertama kali.

__ADS_1


Farhan kembali memulai aksinya. Pisangnya yang sudah masuk sedikit kembali dimasukan lebih dalam lagi. Membuat Ameera merem*s sprei hingga kusut.


Saat pisangnya akan ditekan masuk, Farhan membungkam mulut Ameera menggunakan bibirnya.


Setelah pisang laras panjangnya masuk sempurna, dia mendiamkan tubuhnya.


Hanya menyesap bibir istrinya. Setelah sepersekian menit, Farhan baru mulai memompa pinggulnya maju mundur seirama.


Erangan demi erangan keluar dari mulut Ameera, dia terasa melayang dengan kenikmatan yang diberikan oleh suaminya.


Mendengar suara Ameera yang merintih di bawah kukungannya, Farhan menjadi semakin bersemangat. Sampai terdengar suara Ameera,


"Mas, Meera sudah mau ke--"


"Iya, Sayang. Kita bersamaan ya!" pekik Farhan dan akhirnya mereka mencapai puncak bersama.


Farhan mencium kening istrinya, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Ameera. Dia juga ikut berbaring di samping istrinya itu.


"Meera, terima kasih!" ucap Farhan sambil mengecup punggung tangan Ameera.


"Mas, bagaimana dengan makan malam kita? Pasti makanannya sudah dingin," keluh Ameera yang baru teringat dengan makanan yang sudah dimasaknya.


"Kan barusan kita sudah makan malam," sahut Farhan membuat Ameera merasa malu.


"Mas, jangan diungkit! Meera malu!" tegurnya sambil menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya.


"Ya sudah, tinggal di panaskan lagi saja, Meera."


"Ya sudah, bergegaslah Mas."


"Tapi, menurut Mas makanan yang paling enak adalah kamu. Rasanya kok ketagihan ya?" goda Farhan membuat Ameera kembali menarik selimutnya dan menuruti seluruh tubuhnya.


Dukung terus karya ini dengan berikan like, komentar, gift, dan vote sebanyak-banyaknya.


Berikan juga rate 5 ya kak ❤️


Terima kasih untuk setiap dukungan dari kalian ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2